
Sore harinya.....
Alva telah pulang ke rumah. Anna baru saja duduk beristirahat di balkon kamar setelah mencuci pakaian, membersihkan rumah dan merawat tanaman yang telah ia tanam semenjak tinggal di rumah Alva.
Rose berlari ke arah Alva lalu memeluk Alva erat. Hal itu membuat Alva kaget dan langsung melepaskan pelukan rose padanya.
" ada apa rose ? kenapa kau menangis ?" tanya Alva saat melihat rose yang mengeluarkan air mata walaupun hanya sedikit.
" kak... kau tahu, kak Anna tidak mau membuatkan coklat lava cake untukku, sedari tadi dia hanya duduk bersantai di kamarnya, sedangkan aku harus bekerja membersihkan rumah, mencuci pakaian dan merawat tanaman di belakang rumah " keluh rose sembari memijit pelan tangannya.
" kamu pasti sangat lelah, aku akan menyuruh Anna memasak makan malam dan membuat kue untukmu " ucap Alva geram mendengar pengakuan Rose.
" kak, kau mau kemana ?" tanya rose ketika melihat Alva yang akan menaiki tangga.
" aku akan menasehati Anna, lebih baik kau beristirahat "
Rose mengangguk lalu Alva pergi menuju kamarnya dan Anna. Benar saja, Alva telah termakan ucapan busuk Rose, dia melihat Anna yang duduk di balkon. Alva pun mendekati Anna yang sedang duduk di kursi balkon.
" Anna!!" bentak Alva membuat Anna yang akan baru masuk alam mimpinya, langsung terbangun.
" Alva, kau sudah pulang, apa kau ingin langsung mandi ?" tanya Anna menatap Alva yang sedang kesal.
" apa kau kesal karena aku tidak menyambut mu seperti biasa di depan pintu rumah ? maaf ya aku..."
" kenapa kau membiarkan rose yang membersihkan rumah ? kau tahukan kalau rose baru datang ke kota ini jam 11 siang tadi "
" apa ? siapa yang mengatakan hal itu ?"
" rose, bahkan aku melihat tangannya yang tergores dari duri tanaman dan telapak tangannya yang memerah "
" jangan berbohong an !"
" aku tidak berbohong Al "
" bicara yang jujur Anna !!"
" mana mungkin aku berbohong Al, kau tahu kan, kau dan aku sudah saling mengenal sejak kecil, mana mungkin aku berbohong jika tidak dalam keadaan yang sangat terdesak "
" aku benar benar tidak menyangka kalau kau akan menyiksa rose dengan pekerjaaan sebanyak itu an "
" tapi Al.."
" sudahlah, aku mau mandi, kau cepat masak makan malam dan buatkan coklat lava cake untuk rose, dia pasti sangat lelah mengurus rumah hari ini " ucap Alva lalu pergi masuk ke dalam kamar mandi.
Anna menatap perginya Alva. Dia tidak menyangka kalau Alva akan lebih percaya dusta rose daripada kebenaran darinya. Anna pun melangkahkan kakinya menuju dapur.
malam harinya......
Saat Anna sedang mengaduk adonan kue untuk rose. Tiba tiba terdengar bunyi bel pintu rumah, menandakan bahwa ada seseorang yang datang. Di saat yang bersamaan, rose berjalan menuju ruang kerja Alva yang tak jauh dari dapur.
" rose, tolong bukain pintu depan dong, kayaknya ada orang yang akan datang, aku mau masak kue dulu "
" kamu ajalah, kan kamu yang seharunya nyambut tamu sebagai tuan rumah, bukan aku " bantah rose membuat Anna sedikit kesal.
" an, pergi buka pintu sana, malah berantem sama rose " ucap Alva yang mendengar percakapan Anna dan rose.
Alva tampak acuh dengan kondisi Anna yang berantakan, adonan tepung yang lengket di wajah dan celemek yang dia gunakan, rambut yang asal diikat dan keringat Anna yang bercucuran karena lelah dan sedari tadi tak henti memasak karena permintaan rose dan Alva yang membuat Anna tidak bisa meninggalkan dapur.