
" ya ampun Anna, kalau kamu nggak ikhlas buatin rose teh, nggak usah sampai ditumpahkan gini kali !! kamu itu udah nikah an, kenapa masih ceroboh ?! " bentak Alva pada Anna, tanpa tahu Anna yang sedang menahan sakit di kakinya dan di hatinya.
" tapi rose tadi yang nyenggol....."
" diam !! udah jelas salah tapi masih nggak mau ngaku !! malah salahkan orang " ucap Alva lalu pergi mengambil air dingin untuk merendam tangan dan kaki rose.
" apa salahnya jika kamu dengar penjelasan aku dulu Al "
" memangnya kamu sudah mengaku salah padaku dan rose ?! belum kan!! jadi jangan harap aku akan mendengarkan penjelasan mu "
" tapi bukan aku yang salah "
" jika kau tidak berbuat jahat lagi pada rose, maka aku akan memaafkan mu dan menerima penjelasan mu "
" Al..."
" ayo rose, kau duduk di kursi, aku akan mengambil obat " ucap Alva.
" iya " ucap rose lalu pergi meninggalkan dapur.
Alva membungkuk dan mengambil kotak P3K di dekat Anna berdiri. Dia melihat luka di kaki Anna yang lebih serius daripada rose. Tapi Alva malah melihat kaki Anna yang berdarah dan mulai melepuh dengan pandangan jijiknya.
" lebih baik kau membersihkan dan mengobati lukamu, aku tidak ingin jika darahmu itu mengotori rumah dan tempat tidur " ucap Alva dingin lalu pergi ke luar dari dapur.
Anna menatap lukanya, air mata jatuh dari mata Anna yang lelah menangis. Perlahan Anna pergi masuk ke kamar mandi yang ada di kamarnya, dia membersihkan luka di kakinya lalu mengobati kakinya. ' Apa aku terlalu lemah dihadapan rose dan Alva, sampai Alva dan rose tega membentak mu dan menindas diriku ' batin Anna.
Karena lelah di tubuhnya, Anna pun ketiduran di sofa kamar. Dia hanya ingin kalau besok adalah hari yang bahagia walaupun harus menghadapi sikap rose yang semakin kurang ajar padanya.
Keesokan harinya......
Anna terbangun dari mimpi indahnya. Dia melihat Alva yang tidur di kasur sedangkan dirinya masih berada di sofa kamar.
' apa Alva benar benar tidak perduli padaku, jika dia tidak mau mengangkat ku ke kasur, setidaknya dia memberikanku selimut, bahkan Alva tega belum menyuruh pembantu kembali bekerja ' batin Anna.
Anna pun pergi masuk ke kamar mandi. Tak lama kemudian, pintu kamar diketuk cukup keras. Hal itu membuat Alva terbangun dari tidurnya.
Alva langsung pergi membuka pintu kamar, ternyata yang datang adalah rose. Anna langsung keluar dari kamar mandi untuk melihat siapa yang mengetuk pintu.
" aku lapar, tapi tidak ada makanan di dapur "
" bukankah ada roti dan selai di meja makan ?"
" aku ingin makan nasi goreng "
" akan aku buatkan "
" tapi aku ingin makan masakan buatan kak Anna " ucap rose tersenyum lalu menatap Anna sinis.
" aku tidak mau "
" Anna, tolong buatkan nasi goreng untuk rose "
" aku tidak mau memasak sepagi ini, bahkan aku belum membersihkan diriku "
" jangan banyak alasan Anna ! aku ingin kau masak sarapan sekarang "
Anna menatap Alva tajam. Bahkan Alva tidak membiarkan dirinya untuk mandi lebih dulu, apa itu masih membuat Anna betah pada Alva.
" aku tidak mau Al, apa kau akan terus memaksaku, aku lelah dengan semua perintah dan paksaan dari dirimu, kau selalu membentak mu sejak rose tinggal disini "
" aku bilang pergi masak sarapan untuk kami, bukan mendengarkan isi hatimu " ucap Alva dingin.
" aku tidak akan mau, dia bahkan masih memiliki tangan dan kaki yang lengkap, kenapa dia tidak bisa membuat makanan untuknya sendiri, lagipula, ini semua adalah salahmu Al, kau membawa rose tinggal disini dan menyuruh pembantu beristirahat "
" tapi tangan dan kaki rose sedang sakit "
" lalu, aku ? "
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
jangan lupa untuk membantu menyemangati author ya....
bye bye....