A FATHER

A FATHER
Episode 4



Keesokan harinya....


 Keluarga Ken tidak jadi datang kemarin malam karena Alex memberi mereka alasan bahwa Anna sedang sakit. Padahal kondisi Anna normal,ya, Alex berbohong. Karena Anna menangis semalaman. Saat waktunya sarapan pun, Anna tidak datang ke meja makan, dia menolak jika ada yang menyuruhnya untuk makan.


Anna sedang duduk di balkon kamarnya, menikmati pemandangan bunga yang bermekaran dan angin yang berhembus perlahan. Dia memutar video di handphone nya, melihat kembali kenangannya bersama sang ibu dan keluarganya.


' Hari ini adalah hari ulang tahun mama, aku akan berkunjung ke makam mama ' batin Anna. Dia langsung bangkit dan masuk ke dalam kamar, bersiap untuk pergi ke pemakaman.


10 menit kemudian......


 Anna melangkahkan  kakinya menuju halaman depan rumah. Dirinya berharap semoga tidak ada yang bertanya ke mana dia pergi. Saat Anna akan masuk ke dalam mobil miliknya, disaat itu pula sang kakak muncul disampingnya.


" mau ke mana ?" Tanya Aldi


" aku mau ke makam mama kak, memang kenapa ? Nggak boleh ?"


" oh iya, hari ini kan ulang tahun mama, aku ikut ya, kamu tunggu sebentar, aku siap siap dulu "


" ih kak Aldi pergi sendiri aja lah, ajak kak Diana atau Alina, setelah dari makam, aku mau ke kafe clara "


" nih adik yang males ya, apa salahnya pergi bareng sama kakaknya yang tampan ini, kita kan satu tujuan ke makam mama, kamu...."


" ok ok, cepat kak siap siapnya, ntar aku tinggal loh "


" iya adikku yang cerewet "


Aldi langsung berlari masuk ke dalam rumah sedangkan Anna duduk di kursi taman yang terlindung dari panas matahari. Alex yang baru keluar dari rumah langsung menghampiri Anna yang sibuk dengan handphonenya.


" an, kamu mau ke mana sama Aldi ?"


" ke pemakaman, untuk melihat makam orang yang telah papa lupakan "


" lalu, kenapa papa tidak pergi ke makam mama ?"


" karena Naira sedang sakit, papa tidak tega meninggalkannya "


" disaat mama sakit, apa papa pengertian pada mama ? Tidak, bahkan papa lebih sering meninggalkan mama sendiri, padahal disaat saat itulah mama membutuhkan dukungan dari papa untuk sembuh "


" papa tahu, maka dari itu papa tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama lagi "


" setelah mama meninggal, baru papa menyadari kesalahan papa, aku sangat membenci pria yang seperti itu "


" An, papa tahu kalau kamu kecewa padaku dan naira, tapi ini semua adalah takdir, Tuhan menyayangi mama kalian "


" mungkin, aku tidak akan pernah menganggap naira ada di rumah ini, oh ya pa, 3 hari lagi aku akan pindah dari rumah ini, semalam aku sudah mencari tempat tinggal untukku, dan selama 3 hari, aku akan sibuk memindahkan barang milikku ke tempat yang baru, bukankah itu yang papa inginkan ?"


" jadi.... kamu akan tetap pergi dari rumah ini ?"


" ya, aku akan pergi, kalau papa ingin meneruskan hubunganku bersama ken, aku akan bahagia, tapi kalau papa menolak hubunganku dengan ken, aku tidak akan menyalahkan papa dan tidak akan marah pada papa, karena itu adalah keputusan papa sebagai orang tua tunggal ku "


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai hai hai ....!!!!!


Author meminta maaf karena terlalu lama mempublikasikan novel ini sampai tamat. Itu dikarenakan author sedang sibuk.


Apa ide kalian untuk melanjutkan kisah ini ?


Tolong beri tahu author ya di kolom komentar....


Bye bye.......😊🌹