#99

#99
Bab XXI



Sarah membeli dua lusin minuman energi – berbagai rasa, lima bungkus permen karet, dan satu kantong besar berbagai jenis coklat dan makanan ringan.


Sebagian belanjaan itu adalah yang diinginkannya dan sebagian lain adalah titipan Greka dan ayahnya.


Saat ini dia menikmati kripik kentang dan satu botol minuman energi rasa anggur sambil melipat kaki dengan nyaman di bangku mobil baris kedua, di samping ayahnya.


Mereka telah lebih dari setengah jam meninggalkan pom bensin. Dengan kecepatan hampir seratus kilometer per jam, dipastikan mereka akan memasuki wilayah pinggiran negara bagian lain tengah malam nanti.


Greka dikursi pengemudi sedang mengunyah tiga lembar roti tawar beroles selai kacang dengan semangat. Sebelumnya dia telah mengunyah dua lembar roti tawar tanpa selai, saat menunggu Comat selesai mengoleskan selai kacang sesuai pesanannya.


Sungguh hebat hubungan mereka.


Sarah yang duduk dibelakang Comat mengulum senyum sambil terus mengunyah keripik kentang.


Dia sudah mendengar cukup banyak cerita ayahnya tentang hubungan kedua sosok yang duduk dibaris paling depan mobil ini.


Comat memiliki keistimewaan tersendiri sebagai malaikat maut di dalam hidup keluarga Potra. Dia masuk ke kehidupan keluarga itu dua puluh tiga tahun lalu, saat sebagian besar anggota keluarga itu masih sangat kecil dan balita, bahkan Greka saat itu masih berumur sekitar dua tahun.


Itu sebabnya ketika awal-awal kemunculannya, dia cenderung memilih sosok-sosok anak kecil atau remaja tanggung yang sedang populer atau terkenal saat itu. Namun karena keterbatasan sosok yang dipilih, dia walaupun memilih sosok dewasa populer tetap cenderung menempatkan banyak sifat pengasuh pada dirinya dimasa itu.


Saat ini Greka menjadi keturunan Potra yang paling dekat dengan Comat karena makhluk itulah yang paling banyak berperan membantu gadis itu pulih dari kesedihan dan bangkit kembali, selain Yofra Potra kakek Greka, saat kematian kedua orang tuanya - akibat kecelakaan, diusianya yang baru menginjak tujuh tahun.


Comat dalam berbagai sosok eksentriknya telah menjadi teman, penghibur, pengasuh hingga penolong bagi Greka kanak-kanak. Dan rasanya itu berlangsung hingga saat ini.


Sarah menghabiskan minuman berenerginya dan membuka satu botol air mineral sambil melirik ayahnya.


Pria yang sangat dikaguminya itu sedang menghabiskan satu bungkus roti tawar – yang sudah tidak berbentuk wajarnya roti tawar, dengan menyiramkan banyak selai coklat yang berasal dari bekal persediaan perjalanan mereka yang disiapkan pelayan dan pekerja keluarga Potra.


Sarah merengut bingung. Dia benar-benar heran mengapa ayahnya sampai memilih bungkusan roti tawar tidak berbentuk itu dibandingkan bungkusan roti tawar lainnya yang jelas-jelas terlihat masih normal bentuknya.


Dia sangat tahu mini market di pom bensin itu masih memiliki persediaan lebih dari selusin bungkus roti tawar, karena dia masuk berbelanja setelah ayahnya.


Mereka bertiga, dia, ayahnya dan Greka, tadi memakai toilet pom bensin – yang kondisinya tidak lebih baik dari toilet perhentian truk, secara bergiliran.


Mereka mengatur sedapat mungkin untuk bergantian mengawasi Comat dan Javier dalam sosok-sosok mereka yang mencengangkan. Greka bahkan hanya ke toilet kurang dari lima menit dan memintanya untuk berbelanja.


Saat dua belas motor Harley dan dua mobil SUV memasuki area pom bensin, Greka jelas-jelas meminta Javier pergi menghilang dan menyeret Comat ke dalam mobil mereka sebelum ada yang menyadari kehadiran sosok-sosok penuh sensasi itu ditempat yang seaneh tadi.


Tidak ada dari dua malaikat maut itu yang tersinggung dan keberatan. Tatapan tajam Greka ditambah pelototan ayahnya, tampaknya cukup membuat mereka tahu situasi dan sadar diri segera.


Dia saat itu juga berjanji bila ini telah selesai, dan mereka sudah pulang ke rumah, tiap hari dia harus berlatih melotot di depan kaca. Itu pelajaran penting untuk menghadapi malaikat-malaikat maut yang narsis.


Dari penerangan lampu jalan yang kadang-kadang muncul, Sarah dapat melihat ayahnya cemberut juga.


“Mau keripik kentang. Ini rasa ayam panggang pedas” katanya menyodorkan bungkusan cemilan garing berwarna merah itu ke ayahnya.


“Kalian baik-baik saja?” Greka bertanya sambil menatap melalui kaca spion tengah “Tuan Yelsnav kau diam terus. Butuh sesuatu?”


“Tidak….. Tidak, Greka. Aku hanya sedikit lelah. Kau konsentrasi saja mengemudi”


Greka mengangguk dan mulai mencari siaran radio lain, setelah siaran sebelumnya sudah mulai tidak jelas akibat tidak lagi dalam jangkauan.


“Beristirahatlah. Kau juga Sarah. Kalian berdua jangan khawatir. Aku dan Comat akan baik-baik berkendara”


Comat berbalik sedikit sehingga dapat melihatnya dan ayahnya, lalu mengangguk cepat dengan senyum super lebar.


“Benar, jangan khawatir. Greka dan aku sudah beberapa kali melakukan perjalanan model begini”


Sarah memasukkan dua keping keripik kentang ke mulut sambil menatap Comat yang sudah berbalik kembali menghadap ke depan.


Benar juga. Bagaimana mungkin dia bisa lupa kalau Comat adalah guru mengemudi Greka.


Malaikat maut itu dengan nekat mengajarkan Greka - anak perempuan berusia dua belas tahun mengendarai mobil sebagai hadiah natal.


Berdasarkan perkiraan ayahnya, Comat melakukan itu untuk menambah kepercayaan diri Greka dan juga membuatnya lebih sering bergaul dengan orang lain.


Sayangnya itu membuat pusing seluruh anggota keluarga Potra lainnya.


Karena tahu mengemudi sejak dini, Greka sempat beberapa kali mengikuti balap liar di pinggiran kota.


Greka selalu muncul di arena balapan menjelang tengah malam dengan menggunakan helm agar tidak dikenali.


Sebuah kegiatan yang akhirnya diketahui oleh Paman Kabot, dan disampaikan pada Nyonya Terhin yang membuat wanita tua itu terserang khawatir level atas dan jengkel level akut.


Nyonya Terhin dengan emosi mendekati murka meminta Comat untuk membawa gadis itu segera pulang atau dia tidak akan memberikan nama-nama klien baru hingga berbulan-bulan.


Terhin menyalahkan Comat untuk kekacauan selama dua tahun itu. Beruntung ada Yofra Potra bersama beberapa pekerja yang bersedia mengawasi Greka selama menggeluti pergaulan tidak jelasnya itu.


Comat menjadi terbebas untuk muncul di depan umum, yang tentunya akan memancing kehebohan dan kecurigaan karena dia bersikeras selalu memakai sosok tokoh terkenal dan tidak mau memakai helm.


Sarah melihat Comat menyerahkan satu botol minuman berenergi rasa berry ke Greka dalam keadaan tanpa penutup, sedangkan dia sendiri sedang menikmati roti tawar lima susun berselai keju, kacang, coklat, nenas dan strawberry.


Dia maju sedikit, dan melirik ke speedometer yang menyala dalam kegelapan mobil mereka.


Seratus kilometer lebih.


Kecepatan yang belum berani dicobanya hingga kini, tapi Greka melakukannya dengan luar biasa sambil meneguk sebotol minuman berenergi.


Sarah memutuskan bersandar dan mulai menikmati alunan musik Ed Sheeran yang baru saja dimulai. Keripik kentangnya sisa remahan. Itu artinya dua menit lagi dia sudah bisa bergelung menyambut mimpi.