You're My HeartString

You're My HeartString
BAGIAN TIGA DUA | Alasannya Adalah Kamu, Nath



Nathan membalikkan badannya. Sejak tadi yang dia lakukan hanya mondari-mandir di depan UGD, dia masih berada di daerah Bandung.  Tangannya tak henti-hentinya mengetuk-ngetuk hidungnya, semua orang yang melihat tingkahnya menatapnya dengan tatapan aneh karena sejak tadi tingkah Nathan seperti orang bodoh. 


Nathan tidak bisa menyembunyikan ke khawatirannya terhadap perempuan yang saat ini sedang menjalani pemeriksaan diruangan itu. Sudah tiga puluh menit berlalu, dokter belum juga memberikannya kepastian atau mengatakan sesuatu yang menyangkut keadaan Silvia. 


Setelah apa yang terjadi pada Silvia didanau, Nathan langsung membawa gadis itu ke rumah sakit terdekat. Awalnya dia berpikir kalau Silvia hanya ke dinginan biasa tapi,  lama kelamaan Nathan sadar perempuan itu punya masalah dengan udara dingin. Silvia juga tidak sadarkan diri setelah itu membuat Nathan tidak perlu berpikir dua kali untuk membawanya ke rumah sakit.


KLETEK. 


seorang wanita setengah baya dengan memakai jas putih muncul dari balik pintu kaca yang sejak tadi Nathan intip-intip. Tanpa komando, Nathan segera menghampirinya. 


Dokter itu mengulas senyumnya  membuat Nathan merasa jengkel tapi, dipendamnya dalam hati.  Apa dokter itu tidak tau kalau saat ini dia rasanya hampir gila karena cemas memikirkan gadis itu?  Bisa-bisanya disaat seperti ini dia tersenyum, apa dia pikir ini lucu?  Umpatan-umpatan menyebalkan itu hanya bisa dia utarakan dalam hatinya. 


"bagaimana Dok?  Dia baik-baik saja kan? Dokter jangan senyum-senyum saja, tidak ada hal serius yang terjadi kan? " kesal Nathan memburu dokter itu dengan pertanyaan


Dokter itu mengangguk, "Anda tenang saja. Dia baik-baik saja, tidak ada hal serius tapi, " dokter itu menggantung kalimatnya menambah kapasitas kekesalan Nathan dua kali lipat


"Dia terkena gejala Frostbite. Tapi, anda tenang saja, ini baru gejala saja dia belum terjangkit penyakit itu. Karena itu mulai sekarang dia tidak boleh terkena hawa dingin terlalu lama. " dokter itu menjelaskan dengan serius, begitu juga dengan Nathan yang mendengarkannya dengan seksama.


"Lakukan yang menurut Dokter baik untuk menyembuhkannya. Kapan saya bisa menemuinya?"


"Sebentar lagi kami akan memindahkannya ke ruang perawatan, anda bisa menemuinya disana. Untuk sementara ini kami sarankan untuk menjalani rawat inap sampai kondisinya dinyatakan membaik."


Nathan mengangguk mengerti, menyetujui semua saran dokter itu. Merasa tidak ada lagi yang perlu dibicarakan lagi, Dokter itu pamit undur diri untuk kembali menjalankan tugasnya. Nathan merohgoh saku celananya, meraih telpon selulernya dan memencet beberapa nomer disana. 


"Kosongkan jadwal saya beberapa hari ini dan kabari saya terus mengenai semua laporan dikantor karena dalam beberapa hari saya tidak bisa ke kantor." ujar Nathan pada orang diseberang sana


"Baik pak. " jawab wanita di telpon dengan intonasi sopan


Nathan memutus sambungan telponnya tanpa harus menunggu reaksi orang  yang sedang dia telpon diseberang sana.  Dia kembali memasukkan telponnya ke saku celananya,  bersamaan dengan itu beberapa suster keluar dari ruang UGD sambil menggiring sebuah ranjang pasien. Diranjang itu lagi-lagi Nathan harus melihat Silvia terbaring tak sadarkan diri.  Nathan tidak habis pikir kenapa perempuan itu suka sekali  bertemu dengan dokter. 


Nathan menghela nafas lesu dan kemudian mengikuti suster-suster itu dari belakang. Mereka berhenti disebuah kamar yang bertuliskan "Nifas mawar 1 " perempuan-perempuan berbusana putih-putih itu dengan ahlinya memasukkan ranjang pasien berukuran besar itu dan kemudian menyetap semua peralatan perawatan untuk Silvia.  Setelahselesai, merekapun permisi untuk kembali bertugas. 


Kini hanya ada Nathan dan Silvia diruangan itu, keheningan menyapa mereka. Hal yang terdengar hanya suara infus yang menetes dan suara seperti tetes hujan yang berasal dari monitor disebelah ranjang Silvia dengan sebuah selang yang menghubungkan tubuh gadis itu dengan alat yang tidak Nathan tau apa fungsinya. 


Silvia seperti putri tidur yang asik dengan mimpinya. Nathan memandanginya dan menyadari kecantikan Silvia tidak berkurang meskipun dia terbaring dirumah sakit. Hati Nathan melunak ketika melihat kondisi Silvia seperti ini, pertama kali dia ingat ketika membatalkan pertemuannya dengan pangeran William hanya karena gadis ini tenggelam saat berenang. Dan sekarang hal yang sama terjadi, hanya bedanya sekarang penyebabnya karena hujan deras.  Nathan  berpikir kenapa gadis ini selalu celaka hanya karena hal-hal sepele yang kalau orang lain alami tidak akan separah ini akibatnya. 


Memikirkan itu membuat ujung bibir Nathan sedikit tertarik membentuk sebuah simpul yang manis.  Dia berjalan mendekat, mengambil posisi duduk disebelah ranjang Silvia.  Tangan kekarnya meraih tangan mungil Silvia yang masih memucat karena hawa dingin. Tapi Nathan bersyukur sekarang suhu badannya sudah mulai menghangat. 


"Takdir apa yang telah mempertemukan kita Silvia?"


Karena pengaruh obat tidur, kemungkin Silvia akan bangung besok pagi. Kata dokter dia harus memulihkan fungsi tubuhnya yang hampir saja membeku beberapa jam yang lalu. 


^...^


Roy menatap layar besar didepannya, layar itu sedang menampilkan adegan faithing semalam yang mengakibatkannya harus berbaring diruangan serba putih ini. Bukan hanya dirinya, seluruh anggota keluarganya juga ikut menyaksikan adegan yang berlatar di club terkenal itu. 


"Wahhh.... Bener-bener cari perkara itu orang, liat aja kalau gue udah keluar dari sini gue bantai abis dia. " Kesal Roy melihat saat itu dia tidak bisa membalas perlakuan Noval


Apa yang di ucapkan Roy mengundang tatapan mematikan dari orang tuanya dan kakaknya Mario. Sadar akan arti tatapan itu, Roy hanya bisa menyengir tak bersalah.


"Kak Roy jangan sok-sokan mau adu faithing lagi sekarang aja udah babak belur gini ntar yang ada kak Roy sekarat beneran. " sahut Anastasya santai yang mendapat kerlingan tajam dari Roy


"Waktu itu kan gue mabuk berat..." kilah Roy


Anastasya mencibir. Satu perbedaan antara Roy dan Nathan meskipun mereka sama-sama suka berantem tapi, Nathan tidak pernah berakhir dirumah sakit seperti Roy saat ini.  Tiba-tiba Anastasya merindukan kakaknya, entah kapan dia bisa melihat kakaknya itu tersenyum ke arahnya lagi.


"Papa heran sama kamu Roy, apasih yang kamu cari di tempat-tempat seperti itu? Untuk apa kamu mabuk-mabukan?" Reyhan tidak bisa menahan kekesalannya. Meskipun dia bukan tipe laki-laki yang marah dengan cara kasar tapi, setidaknya cara marahnya cukup membuat anak-anaknya menunduk takut


Roy mendengus, "gara-gara si brengsek" makinya pelan namun terdengar oleh Mario,  dan as you know Mario paling tidak suka kalau ada yang memaki Nathan


"Tunggu-tunggu... " intrupsi Reyhan ketika melihat kedua putranya saling menatap seolah saling memperingatkan


"Kalian berdua menemui siapa? Nathan?" mata Reyhan menyalang saat menyebutkan nama yang hampir tidak pernah dia lihat


Kalau sudah ketahuan begini, Mario maupun Roy hanya bisa menunduk merasa bersalah.  Tamatlah riwayat mereka!


"Mario!" Bentak Reyhan meminta penjelasan, Maya yang saat itu berada di samping suaminya hanya bisa mengelus-elus menenangkan Reyhan yang sebentar lagi naik pitam


Mario menghela nafas malas, "Iya Pa,  kemarin aku dan Roy bertemu dengan kak Nathan. Tidak ada niat lagi, hanya berusaha membuat dia mau mendengarkan kami walau hasilnya tidak sesuai dengan harapan."


Anastasya tidak memperdulikan perdebatan diantara kakak dan ayah nya dia fokus mengotak-atik handphonenya. Melihat kiriman-kiriman instagram nya, sampai pada sebuah kiriman yang membuat matanya membulat dan mulutnya terbuka.  Kiriman itu adalah sebuah vidio yang sama namun,...


"Pa, Kak Mario dan Kak Roy, kalian udah cek instagram. Serius kalian harus liat..." dengan penuh semangat dan wajah berbinar Anastasya mengintrupsi Ayah dan kedua kakaknya untuk membuka instagram pribadi mereka


Dengan rasa penasaran, mereka membuka instagram pribadinya masing-masing, benar saja vidio Roy dan Noval sudah tersebar diinternet dan menjadi kiriman yang paling banyak dilihat.  Banyak sekali yang mengunggah vidio Roy dan beberapa akun gosip juga ramai membicarakan prihal vidio itu. Namun,  ada yang beda dengan vidio yang baru saja mereka tonton dengan vidio yang menjadi trending topik diinstagram.


**▪︎▪︎▪︎TBC ▪︎▪︎▪︎


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN TEKEN FAVORITE YA 😘**