XIREN the moon

XIREN the moon
bagian 8



"Sayang ada apa? kenapa kau cepat pulang? apa ada masalah?" kwartir melihatnya seperti dikejar waktu.


"Jawablah jangan membuatku cemas" desakku.


"HAH.... cepatlah berkemas sayang"


"Tapi kita mau kemana?"


"Kau akan tahu, maaf tapi kita harus cepat pergi" ucapku aku tahu mungkin ini tidak akan berhasil.


"Tou-san"


"Jadilah anak yang baik sayang kami menyanyangimu"


"Kita harus cepat. Apa kau sudah siap?" tanpa melihatnya.


"Tapi Anata bagaimana dengan putri kita? aku tidak mau dia terluka"


"Tetaplah disini jangan pernah menangis sayang, kami menyanyangimu. Hah maaf tapi kami bukan orang tuamu ini simpanlah, jangan sampai mereka mendapatkannya" ucapku memberikannya kalung.


"Kaa-san msenyanyangi mu kau akan tetap menjadi putri Kaa-san"


"Kaa-san, Tou-san, Kalian mau kemana Yangji ikut tangis ku.


"Kita pergi"


"Tuan...."


"Bawa Yangji pergi"


" Tapi tuan, nona...."


"Ini perintah. Hah semua perusahaan untuk sementara kau yang bertanggung jawab sampai....... keluarga Qian bertanggung jawab penuh padan Yangji" Hah maaf sayang, maaf kalau kau terlibat, maafkan Tou-san.


"Pergilah"


"Baik Ishida-sama"


"Paman, kita akan kemana kenapa Tou-san dan Kaa-san tidak ikut?"


"HAH nona maaf tapi paman tidak bisa memberitahu nona tapi percayalah mereka akan baik baik saja nona" meliriknya sekilas. "kuharap mereka selamat nona"


"Lama tidak berjumpa Ishida, dan Yurumi hah aku tidak tahu kalau kau sudah tahu pergerakan kami Ishida" dengus ku.


" Bos anak itu tidak ada"


"Braakkk jangan membuatku kesal cari yang benar atau nyawamu taruhannya" desisku menodongkan akan senjata tepat dikepalanya.


"Tidak ada bos"


"Dimana Kenta?


"Ada apa kau sangat berisik"


"Cari gadis itu"


"Ck. Kau punya uang kau bisa....


"Aku tidak bodoh, Kenta aku ingin. kau yang mencari gadis itu atau a anakmu akan mati"


"Baiklah aku yang akan mencarinya ********"


"Ishida? kau tidak berubah kau tetap mengagumkan, kau idolaku kau hebat dalam berperang bagaimana kalau kita bermain sebentar? kau tidak akan keberatan bukan? ayolah kau sangat hebat bahkan kakek tua itu selalu membandingkan mu denganku apa aku tidak boleh mencoba ilmu pedangmu?"


"Aku suka saat kau serius Yuma. Bagaimana kalau kita mulai?"


"Hah aku yang akan melakukannya"


"Jangan bercanda Yuu, kau akan terluka. Kumohon aku akan melakukannya"


"Tidak! aku yang akan membunuh sialan itu"


"Brukkk ini urusanku kau tetaplah dibelakang ku. Hah apa kau sudah meminta bantuan? bisik ku


""Kita mulai kakak?"


"Aku akan membunuhmu dan membuktikan kau aku yang paling kuat, kakak"


"Hah.... hah...., ini tidak akan berhasil"


"Terkejut" ucapku melainkan menyerangnya brutal.


"Akhirnya kalian datang"


"Kau sudah tidak berlatih lagi Ishida, Kau lemah" seringainya syuut.....


"Kau yang akan mati"


"Tidak Mungin ini.....


"Brukkk


"Hah hah hah cepatlah mati"


"Kau yang akan mati Izuma" melukai lengannya.


"Kau masih saja hebat kakak, tapi aku baru saja mulai" setiap hinaan yang mereka lakukan dan kau seolah kau pahlawan kau juga sama seperti mereka, kau baik padaku supaya kau selalu dipuji kakek tua itu. aku tahu kau melakukannya untuk itu. aku itu padamu aku mendapat semua yang kuinginkan lebih baik kau mati......


Syuuuttt


"Kau yang lebih dulu mati Izuma melukai lengannya. kau tidak akan bisa....."


"Hahaha kau benar aku tidak butuh pedang yang ku butuhkan..... kita mati bersama Tetsu"


"Keluarlah" teriakku


"Kakak"


"Serahkan padaku dan bawa Yurumi"


" Janah memaksanya diri kak"


"Aku tahu"


"Hah sekarang tinggal kita berdua"


"Hah selau saja, kau membuatku muak"


"Itu bukan urusanmu Izuma" desisku menyerangnya brutal.


"Maaf aku tidak bisa melihatmu tumbuh nak, kau harus kuat bersama Kaa-san mu, Tou-san yakin kalau bisa melewatinya"


"Aku menang Ishida" seringai ku melihat ya terluka parah. kau akan. mati"


"Hah... kau sangat yakin kita mati bersama Izuma"


"Jangan hah aku menang kakak"


Brukkk


"Apa kau tidak punya putra?


"Aku tidak pernah menikah"


"Hah kau tahu guru sangat menyanyangimu, tapi guru tidak suka kau selalu membuat masalah. Kau selalu berhubungan dengan wanita malam"


"Itu... karena kau sudah mengambil semua yang kusukai"


"Hahaha jangan tertawa" ucapku menatapnya tajam


"Jangan bercanda hiduplah dengan baik kalau kau diberi kesempatan kedua" ucapku menutup mata selamanya.


"kau selalu saja mendahului ku aku benci kekalahan kakak tapi kau tahu, mungkin kau benar aku efisien tapi semua kulakukan untuk mendapat perhatianmu aku hanya ingin. kau memujiku. semua kulakukan agar kau tahu kalau aku ada disamping mu tapi apa yang aku lakukan? kau lebih percaya pada brengsek itu. kau tidak mau mendengar ku kau sangat percaya pada si tua itu. hah kau kalah kali ini aku lebih bertahan lama kakak. Kakak aku menyangyingimu selamanya.