
Tiupan angin pantai sejuk menerpa wajahnya rupawan nya.
"Ternyata kau disini aku dari tadi mencari mu" menyamankan diriku di sampaingnya.
"Ada apa? menatap hamparan laut di depanku. badai saja kau masih disini aku mungkin orang yang paling bahagia.
"Ada masalah?
"Aku mengangguk melihat orang berlalu lalang. Takuya Kimura sudah sampai dan dia ingin bertemu denganmu"
"Hah menghela napas panjang. Katakan pada Yangji aku akan sampai besok" kenapa kau harus pergi disaat aku mulai melupakannya? apa kau sangat membenciku? apa aku tidak pantas bahagia? aku akan melakukan apapun pada Yangji. lirihku merasa kalau ada yang sedang melihatku.
"Aku duluan, jangan terlalu lama diluar again malam tidak baik untuk kesehatan" peringati menepuk bahunya.
"Terimakasih" Cheng Qian
"Tak masalah, aku peduli padamu janah terlalu dipikirkan kau harus melindungi Yangji mereka mengincar nya"
"Tentu" Cheng Qian
"Li terimakasih sudah membantuku sampai saat ini" tersenyum melihatnya semakin menjauh. kuharap aku bisa melakukannya dengan baik.
"Kau dimana?
"....."
"Cepatlah aku sudah sangat lama menunggu mu" kesalku memutuskan sambungan teleponku.
" Kau lebih cepat datang?
"Apa mau mu?
"Hah kau tidak ingin minum? minumlah kau boleh pergi
"Apa kau pikir aku akan melakukan apapun yang kau mau? desisku melihatnya menuagkan. wine ke gelas gelas itu.
"Minumlah, aku tidak meracuninya"
"Tidak terimakasih"
"Baiklah aku memang tidak suka berbasa-basi, sangat to the point ejek ku menyesap wineku dengan nikmat.
"Apa kalau aku meminumnya kau akan membiarkan ku pergi? menatapnya acuh tak acuh
"Minum saja janah buatku muak" desisku menekan buku buku tanganku.
"Pa mau mu?"
"Jangan pernah menyentuh milik ku, atau kau akan merasakan akibatnya" mendorong nya hingga terjungkal ke sofa.
"Apa maksudmu ********"
"Hah, jauhi Yangji kalau kau menyentuhnya walau seujung jari kau akan menyesal" desisku mencengangkan kuat lehernya.
"Apa peduliku, keluargamu sudah mengusirnya dan kau tahu aku tidak mungkin melukai adikku sendiri dan kau Tuan Wu Shao jangan pernah menyentuh adikku" menatapnya tajam. tidak ada yang berani menggangu kedua pemilik perusahaan besar itu.
"Senang bertemu denganmu wu Shao" seringainku melihatnya menahan diri.
"******** sialan" prangk...... hah aku tidak akan melepaskan nya dia milikku.
"Hah... menghela nafas bagaimana keadaan nya? Han mendongkak menatap wajah dokter Kang yang tengah membereskan peralatannya.
"Cukup sulit lukanya sangat parah kami harus melakukan 3 kali operasi dan kami berhasil melakukanya. dia akan sadar 3 jam kedepannya.
"Apa separah itu?" menatapnya meminta penjelasan
"Dokter Kang mengusak rambut keponakannya. Tenanglah gadis itu gadis yang kuat. jadi dia siapa? dokter Kang menatap wajah keponakannya penuh tanya.
"Dia adik Cheng Qian" lirihku teramat pelan.
Dokter Kang Hanay mengangguk menatapnya terseyum hangat. "Pulanglah ibumu pasti kwartir"
"Terimakasih paman kang" memeluknya erat. Aku pulang dulu kalau gadis itu sadar kumohon kabari aku paman".
"Tentu"
"Aku pulang" meninggalkan rumah sakit Tampa melihat kebelakang lagi.
"Apa kau menyukainya? kalau aku menyukainya aku akan melakukannya, kuharap kau cepat sembuh nona aku tidak ingin melihat Han seperti ini".
Melihatmu peduli pada orang lain mengingatkanku pada ayahmu" gumamnya
"Kau sudah menemukannya? menatap bawahannya yang sudah penuh dengan memar
"Gadis itu sudah mati"
"Plak... duagh..... duagh.... dasar bodoh gadis itu masih hidup bunuh ********' ini biang mayatnya.
"Hah... dasar bodoh memberikan wanita lemah sepertinya saja aku tidak bisa bodoh"