
"Ada apa? kenapa kau disini? jangan bilang kalau kau merindukanku?"
"Apa kau tidak ada pekerjaan lain selain melakukan hal yang tidak berguna?" desis ku menatapnya kesal. Ayolah aku kesini ingin bersantai bukan untuk mencari masalah.
"Kenapa kau kesini kalau bukan untuk mengikuti ku? hah jangan bohong kau pasti sangat merindukan ku aku tahu kau akan bilang kalau kau sangat menginginkan aku selalu bersamamu, jangan bilang kalau kau ingin melamar ku? kau tenang saja aku pasti mau" ucapnya membuatku semakin muak melihat sifatnya.
Apa dia gila aku sangat tidak menyukai ya kalau bisa aku akan menghabisi nya tapi aku masih normal aku ingin hidup tenang. " Apa kau sudah selesai bicara nona kau tahu aku kesini untuk liburan, bukan untuk melamarnya kau tahu kau sangat pengganggu" desis ku penuh penekanan. Aku sangat suka melihatnya menunjukkan wajah konyolnya itu membuatku sangat bahagia.
"Sialan kau kenapa kau sangat suka membuat ku kesal hah?
" Berkacalah nona kenapa aku harus membuatmu kesal? bukannya kau uang sangat percaya diri? kurangi sedikit rasa percaya diri mu nona, kau tahu kalau jatuh itu sangat sakit. hah dasar gadis sinting"
" Kau keterlaluan kenapa kau selalu menghinaku? apa aku melakukan kesalahan? kau selalu mencari masalah denganku" hiks....
Aku hanya menatapnya dalam diam. " apa aku salah bicara bukannya dia yang terlalu percaya diri kenapa sekarang dia yang menangis?"
"Dasar gadis gila" umpat ku meninggalkannya.
" Kau dimana? jemput aku sekarang
"Baik tuan"
"Aiko, kau kenapa sayang? kenapa menangis? apa ada yang menganguku? katakan pada Tou-san siap yang sudah menggangu putri Tou-san?"
"Kita pulang saja Tou-san Aiko sudah lelah, Aiko ingin cepat istirahat" balasku meninggalkan glakan pantai.
" Perketat pengawasan"
"Baik bos"
" Tidak akan kubiarkan kau lolos ********, aku pasti akan menghancurkan keluargamu kau tahu bukan bisnis yang jalankan itu akan seperti apa? hahaha kau akan merasakan akibatnya Shin atau lebih tepatnya Yamamura"
"Kenapa kau lama? kau tahu aku sangat tidak suka menunggu?"
"........"
"Ck bicaralah Han kau masih bisa bicara bukan?" menatapnya marah.
"......."
"......"
" Pergilah kau membuatku semakin muak" usirku menatap tajam.
"Saya permisi bos"
"Dasar tembok" desis ku sambari meneguk whiskey ku.
"Siapkan mobil aku akan mengawasinya" kau pikir aku tidak tahu apa yang kau sembunyikan dariku Han? kau akan mati kalau kau berhianat".
"Kau tidak akan lolos brengsek, kau akan mati disini keparat"
"Kenapa kau disini? menatapnya tidak suka
"Aku hamil Peng" menatapnya dengan keseriusan
"Kau gugurkan saja aku tidak akan tanggung jawab"
"Tapi ini anakmu Peng kumohon jangan lakukan ini" isakku memohon.
"Aku tidak akan bertanggung jawab, belum tentu itu anakku''
"Apa maksudmu Peng? ini anakku sialan. Kau yang melakukannya brengsek" tangis ku.
"Gugurkan saja kalau itu memang anak ku"
"******** kau Peng"
"Kuharap itu pujian untukku Shion" menatapnya remeh kenapa dia harus harus datang sekarang.
"Sapi kau sudah selesai? keluar dari ruangan ku sekarang" ucapku penuh penekanan.
"Sialan kau Peng" desis ku penuh amarah meninggalkan ruangannya.
"******** sepertimu harus lebih cepat mati Peng" kau yang memulainya cukup mudah untuk membunuhmu ucapku membidiknya dor.... ck sial kenapa harus sekarang dasar bocah itu selalu menganguku.