
"Kenapa kau begitu bodoh hah? kau tidak akan ku lepaskan" seringainku penuh kemenangan.
"Cari dimana pun gadis itu"
"Baik nona"
"Li yu kau tidak akan lolos, kau harus mati bodoh. kau menghancurkan semua nya. kau harus mati".
" Hah.... apa kau sudah menemukannya?" Tampa menatapnya sembari mendudukkan tubuhnya.
"Tuan Wang.....
"Bicara yang benar aku tidak akan membunuhmu" kesalku melihatnya ketakutan.
"Gadis itu menghilang tapi....
"Tapi apa?" menyela ucapannya.
"Apa yang kau takutkan? Wang xiaohui
"Keluarlah"
"Apa yang kau lakukan? menatap tajam bawahannya.
"Tuan Wang kami sudah mendapatkan file itu"
"Pergilah, kita bicara kan nanti"
"Baik tuan" membungkuk hormat meninggalkan ruang itu.
"Apa yang ingin kau sampaikan?" menatapnya dengan alis terangkat. aku tahu dia sangat gugup tapi kenapa bukan kah tadi hanya.....
"Nona Li yu ada di Jepang" tuan ucapnya menunduk.
"Jangan bercanda bukan kah....
"Tidak tuan Chen sudah tewas dan nona Shizuka kami belum mendapat informasi tuan.
"Hah sudah kuduga mereka akan menghabisinya
"Lindungi Li kalau perlu libatkan keluarga Xiao. aku mau dia selamat dan apa cucuku selamat?.
"Saya tidak tahu tuan"
"Hah... pergilah" Wang xiaohui.
"Saya permisi tuan" pamit ku meninggalkan ruangannya.
"Bunuh brengsek itu"
"Baik bos" jawab serempak anak buahnya.
"Kau tidak akan lolos lagi Shim kau akan mati"
"Dimana gadis itu? teriaknya menatap korbannya sudah bersimbah darah.
"Aku tidak tahu" jawabnya memuntahkan seteguk darah.
"Kau tidak tahu kau disana dan kakakmu juga disana. kau mau bermain baiklah akan kulakukan sesuai permintaan mu bocah seringainku memukuli nya dengan bringas.
"Hah... kau tidak kau mengatakannya? baik buat dia bicara" perintahnya melihat tubuh pria itu penuh dengan darah.
"Ha hah hah aku tidak tahu sialan" teriakku. tubuhku rasanya mau patah sangat sakit.
"Plakkkk jangan berteriak bodoh" teriakku mengancamnya.
"Ini tidak akan berhasil. kau bunuh saja" perintahnya meninggalkan gudang itu.
"Hah kau akan mati sialan. dengan senang hati aku melakukannya" ucapnya menodongkan pistol. selamat tinggal Sham.
"Apa yang kau lakukan? Yangji
"Bukan urusanmu" ketuaku Tampa menatapnya
"Tapi kau sangat mengangu" jawabku tak kalah ketus.
"Ini tempat umum. terserah ku. bukan urusanmu" ketuaku meninggalkan nya.
"Hah dasar aneh"
"Akh.... jangan bilang kalau kau tersesat ejek ku melihatnya menahan kesal.
"Sudah kubilang bukan urusanmu"
"Hah terserah kau tapi kau tahu disini sangat banyak penjahat" ucapku melihatnya berbalik kearah ku.
"Kenapa, apa kau takut?" ejek ku
"Hah ikutlah aku tidak akan menculikmu kau bukan seleraku".
"Kau pasti penjahat! kau akan menculikmu, membunuh ku....
"Apa kau sudah selesai bicara Hongli? kau sangat berisik pantas saja kau....
"Kau mengenalku? menatapnya tidak percaya pantas saja dia tidak bisa mengejekku
"Mmm aku mengenal mu sanagt mengenalmu" ucapku mendekatinya memelukknya erat.
"Hah... apa kau tidak mengingatku? melihat nya kebingungan.
"Aku ingat" jawabnya ketus.
"Kau tetap saja sangat ketus" kepalaku meninggalkannya.
"Hah... aku tidak mengingat mu" ucapku sangat pelan.
"Tak apa kau akan meninggalkan ku? menatapnya tidak percaya.
"Ikutlah kau sangat pelupa dasar bocah nakal".
"Aku tidak nakal" teriakku menahan marah.
"Baiklah kau tidak nakal tapi sangat nakal ucapku mengerlingkan mata
"Aku tidak akan memaafkan mu desisku menghentakkan kakiku.
"Cup.... cup... apa kau marah? aku Hanay bercanda ucapku mensejajarkan langkah dengannya.