XIREN the moon

XIREN the moon
Bagian 28



"Baiklah, kau yang mulainya akan kulakukan" seringainku meninggalkan tempat itu. "Lihat saja siapa yang akan mati, aku akan sangat menantikan hal ini Chan"


"Kau sudah menghubungi nya?


"Sudah, dia akan datang. kau tenang saja mereka akan menangkap ******** sialan itu"


"Baguslah hanya saja aku takut kalau dia akan melukai adikku"


"Kau tidak perlu takut, aku yakin ******** itu akan mati" akan ku buhuh kau sialan smirk nya membuatku mengalihkan pembicaraan.


"Apa mereka sudah datang? Yangji


"Belum, mungkin sebentar lagi Hongli sedang menjemput nya" mendudukkan diriku disebelahnya. apa kau sudah tahu dimana gadis itu?


"Tidak, aku tidak tahu tapi, aku sangat yakin dia juga terlibat dalam masalah ini. aku tidak akan membiarkan lolos lagi dia sudah kiper ingatkan jangan salahkan aku kalau aku mengambil semua nya. desisku mengingat apa yang sudah dia lakukan..aku diam bukan berarti aku tidak tahu apa yang kau lakukan sialan kau lihat saja dengusku mengingatnya.


"CK, kau sangat lama apa kau mau membuatku mati bosan hah" kesalku menatapnya tajam. ayolah aku sudah lama menunggunya dan dia belum juga datang dan sekarang seolah dia tidak punya salah.


"Aku tidak akan minta maaf"


"Sudahlah lupakan saja aku ingin tidur" desisku mengistirahatkan tubuhku.


"Apa kakak sudah menemukan Lin?


"Belum, wanita sialan itu....


"Baiklah kalau dia ingin bermain akan kuladeni" desisku penuh penekanan.


"Kalau kau melakukan apa yang diotakmu ku pastikan kau akan menyesalinya" Tampa menatapnya. fokus pada jalanan.


"Tidak asik"


"Hah jangan kekanakan Takuya Kimura kita tidak sedang bermain main" peringat ku.


"Kau ingat lawan kita psikopat gila." dia orang ya g akan melakukan segala cara bahkan membunuh orang terdekatnya.


"Aku tidak peduli" menatapnya tajam. aku bukan barang yang bisa seenaknya dia inginkan.


"Ayah tidak peduli Wang Yihan apa kau mau gadis yang kau sukai itu tewas hah? pikirkan tentang mereka jangan lakukan sesukamu" aku tahu aku salah tapi aku juga tidak punya pilihan lain. maaf aku melakukan ini.


"Kau egois, apa kau pikir aku akan dia? kau salah aku tidak kan pernah melakukannya"


"Jangan membuat ini semakin sulit" lirihku melihatnya tidak peduli.


"Aku egois kalau aku egois lalu kau apa? ******** brengsek?" Wang Yihan


"Jangan lupa Wang Yihan aku...


"Kau mau melakukannya lagi? aku tidak butuh ini rasanya aku lebih baik tidak pernah lahir, apa aku pernah melawanmu? aku selalu melakukan apa yang kau inginkan, tapi tidak dengan ini kumohon jangan lakukan ini aku tidak akan peduli" desisku meninggalkannya. baru beberapa langkah suara tuan Wang menghentikan langkahnya.


"Hah walaupun kau menolak kau akan tetap menikahinya" Suara itu terdengar tegas dan berat sarapan penuh perintah tak terbantahkan


"Hah, sayangnya sampai kapanpun aku tidak akan pernah melakukannya" tak peduli dengannya.


"Kau akan tahu kenapa aku melakukan ini" melihatnya semakin menjauh.


"Tuan Wang, apa saya harus mengawasi tuan muda?


"Tetap lakukan seperti biasa, jangan Samapi dia mengetahui nya, dua akan saling membenciku"


"Baik tuan" membungkuk hormat


"Apa kau sudah menemukannya?" Tampa menatap lawan bicaranya. menyesap wine nya menatap kota Shanghai.


"Sudah tuan"


"Bagus tetap awasi jangan membuatnya curiga" perintahnya.


"Baik tuan, saya permisi" ujarnya sambil tersenyum simpul.