
"Apa kau pikir uang segalanya hah? aku akan membunuhmu"
"Katakan saja berapa mereka membayar mu? aku bisa membantumu, itu bukan hal yang sulit lepaskan aku maka kau akan selamat". ucap ku memberinya kesempatan.
"Hah aku melepaskan mu? apa kau bercanda nona? kau akan mati"
"Lakukan saja. Tidak masalah untuk ku walaupun aku mati tidak akan ada yang kehilangan"
"Tapi kau harus ingat aku tidak pernah membunuhnya. Aku melakukannya karena aku.....''
"Karena kau begitu bodoh" ucapku menyela ucapannya.
"Kau.... tidak tahu siapa yang membunuh adikmu. Dan aku tidak akan pernah tahu"
"Apa maksudmu? kau yang membunuh adikku" teriakku didepan wajahnya.
"Hah..... hah hah tidak aku tidak pernah membunuh adikmu, aku bahkan tidak pernah membunuh. Kau salah orang. Dan kau salah melawan orang lawannya bukan manusia"
"Hahaha kau tahu kau membuatku muak" desisku menjambak rambutnya.
"Akh......"
ringis ku menahan sakit di rambut ku.
"Kenapa kau diam hah? apa aku salah? kau pikir aku tidak tahu kau siapa? walaupun kau menyembunyikan semuanya aku tahu kau membunuh mereka dengan sangat sadis.
"Kasus mu sudah sangat banyak nona" teriakku menamparnya. hah hah hah
"Aku tidak pernah membunuh"
"Kau benar kau tidak pernah membunuh, apa kau punya kembaran? itu tidak Mungin Bao-yu. desisku mencekiknya.
"Aku...ti...tidak bo...bohong"
"Jangan membohongi sialan" plaaak..... plaakk.....
"Akkkhh"
"Kau menikmatinya" melihatnya merintih kesakitan.
"Kau tahu kau tidak punya saudara kembar itu pelakunya kau sendiri" dengus ku menatapnya tajam.
"Aku tidak pernah membunuh"
"Aku tahu kau tidak membunuh karena kau masih sadar. Tapi bagian yang lain dirimu yang membunuh. Kau tahu catatan medis mu ada padaku aku tidak akan mungkin menyiksa orang yang masih waras dan lagi dia seorang wanita. Aku masih cukup waras untuk melakukannya"
"Kau terampil dalam melakukan tugasmu sangat baik, aku salah masih membiarkan mu hidup"
"Hok..... hok..." aku terbarukan darah sudah lebih dari 3 hari penyiksaan ini semua tubuhku rasanya remuk semua.
"Kenapa kau datang kesini?" Tampa menatapnya.
"Jangan menyiksanya lagi ini sudah lebih dari perkiraan"
"Jangan mendekatinya" teriakku
"Akh..... apa kau mau mati hah? dia bukan manusia" teriakku menarik mayleen dalam pelukanku.
"Dia yang diciptakan dalam game itu" ucapku mendekatinya
"Keluar dari sini kau akan mati mayleen"
"Kau...... benar tuan Hao aku bukan....
dor..... dor...aku mendengar suara tembakan dari luar.
"Ada apa? dimana Mayleen?
"Dia sudah terbunuh"
"Keparat, tidak akan kubiarkan kau bisa lolos" mulai menembakinya membabi buta.
"Hah.... hah sedari awal kau sudah masuk Hao" tawanya membuatku semakin muak.
"Kau mau membunuhnya? baiklah akan kulakukan dan kau juga harus menyusulnya, bagaimana?
"Kau" teriakku.
"Jadi, semua ini ulah mu, aku salah jadi kau bawahan wanita itu tidak ku sangka aku begitu bodoh, tapi aku membiarkan mu berkeliaran pembunuh yang sebenarnya".
"Zhu, lakukan seperti biasa"
"Baiklah Hao aku menyukainya"
"CK kau masih saja mesum" ketus ku.
"Pertempuran sengit terjadi.
"Kau masih saja sama seperti dulu Hao, lemah. Kau bilang mau melindungi A-ying? kau saja Samagat lemah"
braakkk
""Aku akan membunuhmu brengsek"
"Lakukanlah dengan baik Hao aku mohon akhiri semua ini aku tidak bisa menjaga A-ying"
"Brukkk"
"Hah....haha.... aku menang dan aku mati"
"hok..... hok.... aku harap kau bisa melindungi orang orang yang kau sayangi Hao Yi. Aku selalu menyanyangimu"
"Kau....., tak apa"?
"Aku baik baik saja"
"Kau bawa gadis itu tubuhku remuk semua"
"CK dasar merepotkan"
"Gajiku ku potong bulan depan"
"Kau selalu melakukannya terserah, aku tidak peduli ketus ku menolong gadis itu".
"Apa yang akan kau lakukan?
"Aku tidak tahu, mungkin aku akan. bersembunyi sampai lukaku sembuh aku akan membalas wanita itu".
"Tokyo. untuk sementara kita akan di sana" hah sejak awal aku terlalu naif maaf semuanya A-Ying maafkan kakak"