
"Kau tidak akan lolos Yamamura. kau tidak akan lolos"
"Tuan sudah siap".
"Apa kau sudah membawanya? Tampa mengalihkan pandanganku dari wine ku. Dimana gadis itu?"
" Sudah tewas tuan"
Braakk "jangan bercanda tuan Ong Tien" melempar kan botol wine kearahnya.
"Saya tidak bercanda tuan, gadis itu bunuh diri"
"Hah kau lebih memilih mati! baik akan dipenuhi keinginanmu sayang. Ayahmu akan mati"
"Tuan....."
"Lakukan penyiksaan sekarang"
"Baik tuan"
"Apa sudah ada perkembangan?" menyantap nya
"Tidak ada, hah wanita itu masih koma" desahku.
'Apa kita tidak beritahu keluarganya? ini sudah lebih 10 tahun pak"
"Tidak perlu, aku yang akan menjaganya"
"Tapi pak..."
"Jangan membantah! ini perintah desisku tidak suka penolakan"
"Baik pak"
"Jadi apa yang akan kau lakukan selanjutnya? jangan bilang kalau kau melakukan ini Hanaya untuk ambisi mu saja Yuto"
"Entahlah, hanya saja aku ingin melindungi wanita itu"
"Hah.... kau harus ingat wanita itu Yu" ucap Reichi
"Kau tenang saja aku tahu, karena itu aku ingin melindunginya"
"Kau ingat bukan, dia istri Ishida?
"Hah tentu saja aku ingat. dia yang sudah membantu keluargaku.
"Maaf bibi tapi aku tidak bisa mengakuinya kau sebagai bibik ku. aku tidak mau kau dalam bawahan walau cepat atau lambat mereka akan menyadarinya. tapi aku akan membawamu pergi aku sangat merindukan Yangji. cepatlah sadar apa kau tidak lelah? ini sudah lebih dari 10 tahun dan kau masih saja tertidur"
"Kenapa kau disini diam?"dilihatnya hanya menatap jendela. aku disini sedari tadi bicara apa dia tidak mendengarkan ku?
"HN"
"Hanya itu? dengusku menahan kesal
"Istirahatlah kalau kau lupa jadwal operasi malam ini" ucapku mengingatkannya.
"Baiklah aku pergi dulu Yuto katakan lalu kau perlu aku akan membantumu" meninggalkan ruang itu.
"Kenapa kau masih belum percaya padaku? apa karena masalah itu? itu bukan kesalahan ku! itu ulah ******** itu. hah dan sayangnya ******** itu tewas selesai operasi"
"Kau kenapa? jangan bilang kau berkelahi dengan Yuto?"
"Jangan menggangguku Chun Hee" desisku tidak suka melepaskan rangkulannya.
"Maafkan aku jangan menatapku seperti itu"
"......"
"Belajarlah janah membuat direktur marah padamu lagi" ejek ku melihat nya merenggut itu kesenangan tersendiri bagiku.
"Kenapa kau mengingatkanku hah? Aku sudah melupakan nya dan kau mengingatku lagi" sungut ku
"Jangan mengeluh atau aku akan bilang pada Yuto? apa kau mau dia megangtika mu? Aku bisa mencari asisten untuknya"
"CK kau sangat kejam"
"Baguslah kalau kau tahu aku bisa lebih kejam"
"Lupakan, aku lapar temani aku makan" ucapku menyeret Chun Hee
"Kau benar aku juga lapar, Kyoko tidak mengijinkan ku istirahat dia menyiksaku"
"....…"
"Hah aku lebih suka dokter Yuto dia sangat pengertian, dan aku suka itu"
"CK dasar kau ini bucin"
"Terserah kau" Chen Hee
SHIBUYA
"Siapa yang bertugas disini?" teriakku melihat kekacauan. ini seperti habis dilandan gempa
"Siapa yang bertugas disini" teriakku
"Aku"
"Kau kenapa ini bisa....
"Kau tidak suka, kau bereskan saja! aku mau keluar"
"Braakk jangan membuatku marah Mae"
"Kenapa, Kau marah! marah saja tidak akan ada yang menggangumu"
"Benarkah?" menatapnya remeh
"Tentu saja aku bukan pelayanmu"
"Kau akan menyesalinya Mae" desisku
"Dimana Zero?" menatap sekertaris nya
"Tuan Zero tidak masuk nona Su"
"Kau tidak tahu kemana Zero?
"Tidak nona Xiang"
"Keluarlah"
"Baik nona"
"Apa yang kau lakukan hah?
"Maaf nona, tolong jangan membuat keributan disini"
"Plakkkk.... berani membantahku?
"Apa yang kau lakukan disini Xiang? melihat bekas tamparan diwajahnya Mae
"Kau tidak suka kau kesini? Su Xiang
"Bukan begitu Xiang tapi dia kekasihku
"Bagus" Sudah Xiang
"Kenapa kau.minta maaf padanya Zero? dia pantas mendapatkannya"
"Pak Kim"
"Iya nona"
"Akh..." ringis ku menahan sakit dirambuat ku.
"Apa yang kau lakukan Mae?" Zero
"Kenapa ku tidak suka? aku tunangannmu dan kau lebih membela wanita sialan itu"
"Jangan membuatku membencimu Mae"
"Hah kau akan menyesal Zero"
"Mae kenapa kau tidak mengerti, kumohon mengerikan jangan membuatku sulit, kumohon jangan lakukan ini"
"Kumohon nona"
"Keluar dari ruangan ku tuan Zero"
"Ruanganmu?" tidak percaya aku sudah menampar bos ku"
"Hah kau pikir aku bodoh Mae kau menginginkan file itu bukan? sayang sekali file itu tidak ada" ejekku
" Nona Su..."
Aku baik baik saja paman"
"Maaf aku tidak bisa....
Lupakan saja semua sudah kacau karena kau Mae"
"Aku sudah minta maaf kenapa kau marah hah?"
"Kau gila aku mencari file itu tapi mengacaukan semuanya"
"Hah kau bodoh Guan dia sudah tahu kau mencari file itu" desisku
"Itu tidak mungkin Mae aku sudah menyembunyikan.....
"CK apa kau lupa siapa gadis itu hah? kau ini pintar tapi berpikirlah apa kau lupa gadis itu Sudah Xiang dan gadis itu ada yang melindungi"
"Maaf" Guan
"Lupakan saja aku mu tidur" Mae
"Sialan kau Su Xiang"
"Apa yang akan kau lakukan? Mae
"Entahlah" Guan
"Kenapa? bukankah tugasmu mendapatkan file itu?" menatapnya heran.
"Kalau ini tidak bisa hah, Mungin kekerasan bisa"
"Jangan gegabah bos akan membunuhmu"
"......"
TOKYO
"Apa yang.....
"Tidak perlu gegabah tunggu waktu permainannya"
"Tuan Wang"
"Lakukan saja Jung aku tahu apa yang dia inginkan"
"Baik tuan"
"Bagaimana keadaan Yihan?
"Tuan muda sudah memulai bisnisnya sebulan ini tuan"
"Awasi Yihan aku tidak mau anakku terluka"
"Baik tuan Wang"
"Apa ada kabar dimana Peng berada?
" Belum tuan"
"Kemana anak itu pergi ini sudah setahun"
"terakhir tuan bertemu dengan nona Shion" jelasku
"Shion?"
"Iya tuan"
"Siapa gadis itu, kenapa aku tidak pernah mendengar namanya?"
"Dia hanya gadis desa tuan"
"Tapi...."
"Nona sekarang g sedang mengandung anak tuan Peng"
"Anak itu selalu mencari masalah"
"Cari pengganti sampai ketemu kalau perlu tampah detektif mencarinya"
"Baik tuan"
"Apa yang ingin kau sampaikan Jung katakan saja"
"Tuan muda....
"Katakan saja"
"Tuang Peng bersama tuan Qian, tuan Wang"
"Kenapa dia sampai terlibat, tidak biasanya mereka ikut andil! apa masalah ini sangat serius?"
"Tuan Wang.... apa ada masalah?
"Tidak"
"Saya permisi tuan Wang" membungkuk hormat
"Pergilah jangan lupa tetap melakukan pencarian
"Baik tuan"
"Hah apa kau tidak tahu apa yang terjadi? kenapa Qian sampai turun tangan?
"Bos...."
"Baiklah aku akan kesana"
"Kakak"
"Ada apa Yangji?"
"Ini soal Chen Li"
"Hah aku tidak tahu apa yang dipikirkan anak itu"
"Tuan muda tuan Sheng Li datang"
"Suri dua kesini paman"
"Baik tuan muda"
"Kenapa kau kesini?
"Kau sendiri sekali Yangji" menatapnya menyingrai
"CK kau sangat menyebalkan bagaimana bisa kakak bertahan dengan pria mesum sepertimu?"
"Aku tidak mesum itu kebutuhan"
"CK dasar mesum" menatapnya garang.
"Kemana Cheng?
"Kamarnya" jawabku Tampa mengalihkan pandanganku dari ponselku.
"Kau sudah datang? menatap nya sembari mendudukkan bokongku
"Hmm"
"Kenapa kau datang?"
"