
"Apa yang harus ku masak? ini saja" senyumku mulai memilah bahan. setelah berkutat dengan bahan bahan makanan yang kubuat sudah siap.
"Kenapa kau sangat lama, aku sudah sangat lapar" sungut ku mulai memakan nasi goreng buatannya.
"Lama? aku lama? dasar gila aku masih tidak penuh 20 menit dibilang lama?" dasar sialan kau mengerjai ku
" Kau tahu Yihan itu sudah cepat dan kau bilang aku lama? ini rumahku terserah apa yang ku lakukan dan kalian cepatlah pergi aku mau pergi, aku tidak mau kena masalah karena kalian ada disini" ucapku menyuapkan makanan Dangan santai. aku Hanaya tersenyum melihatnya memakan masakan yang kubuat.
"Bagaimana? apa enak?" melihatnya langsung menghentikan acara makannya.
"Kenapa kau berhenti? Makan saja aku tahu masakan ku enak" ucapku percaya diri.
"Tidak enak"
"Hah.... tidak enak, tapi kau sangat lahap memakan nya. Baiklah aku akan membuangnya" ucapku tersenyum melihatnya.
"Enak, cukup baik untuk dimakan"
"Sialan kau Feng" desisku
"Tenanglah, ini enak aku suka buatlah yang banyak kalau mereka tidak mau untukku saja" aku tahu kalau Yihan menyukainya tapi gengsi nya terlalu tinggi untuk mengakuinya.
"Tidak, aku tidak akan menjaganya lagi. Enak saja kau, kau pikir aku siap hah? dengus ku dan ingat cepatlah pulang" ucapku meninggalkan meja makan.
"Kau dimana?
"......"
"Ada apa? jawablah jangan membuatku takut"
" Aku akan datang"
"Hah seenaknya saja" gumam ku memutuskan sambungan.
"Kalian akan pulang?
"Kenapa? kau tidak ingin kami pulang?"
"Tidak, aku juga akan pergi jadi cepatlah" usir ku.
"Apa ada masalah? menatapnya kwartir.
"Tidak ada. Dan kau pulanglah, aku tidak bisa lama- lama" ucapku Tampa menatapnya.
"Siapa yang menelponnya?"
"Kau dimana? aku sudah di bandara?
"Aku akan menjemputmu jangan kemana mana ucapku memutuskan sambungan.
"Kau bilang apa?"
"Dasar pikun"
"Siapa?
"Yang nanya"
"Kau...."
"Bukan urusanmu. Berhenti lah seolah kau dekat denganku" ketusku.
"Itu urusan ku"
"Apa kau bilang" tanyaku karena aku kurang mendengar bagaimana tidak dia bergumam.
"Dasar pikun"
"Kau, kau yang pikun kau bicara sangat pelan. mana bisa.aku mendengarnya" ucapku panjang lebar.
"Hah.... "
Bandara internasional Beijing
"Kau dimana?
"Aku belum sampai kau tunggu saja" ucapku memutuskan sambungan.
"CK kenapa dia sangat lama? omel ku menarik koperku menuju parkiran.
"Kau dimana?"
"Aku sudah sampai kau dimana?" hah semoga saja dia tidak marah membalas pesannya.
"Kau mau membuatku mati bosan hah? omel ku
"Maaf membuat mu menunggu" sesalku.
"Tak apa aku baik baik saja" mengacak rambutnya.
"Tapi kau marah"
"CK aku tidak akan marah padamu, Karen kau adik ku" memeluk nya.
" kupikir kau. akan marah".
"Tidak akan, aku tidak akan marah, sekarang kita pulang aku ingin istirahat"
"Apa yang kau lakukan disini?
"Menurut mu apa yang akan kulakukan? melihatnya ketakutan. Kau tahu aku ingin melihatmu mengerang" ucapku mendekatinya.
"Jangan mendekat ********"
"Hah mulutmu harus dibungkam" ucapku menyingrai.
"Lepaskan aku ********" raung ku
"Apa yang kau lakukan hah?"
"Apa yang kulakukan? kau pasti ingat bagaimana gadis itu memohon padamu, tapi apa yang kau lakukan? kau membunuhnya kau membunuh adikku. kau membunuhnya dan kau menjual organ tubuhnya. Dan aku akan melakukannya" seringai ku.
"Berapa mereka membayar mu?"
"Kau pikir uang segalanya nona? apa kau bisa membuat adikku hidup hah?"