
" Akh......" ringis ku menahan sakit di kepalaku . Aku dimana? tunggu ini bukan kamarku? Akh......
"Kau sudah bangun?"
"Apa yang kau lakukan disini? menatapnya tajam.
"Apa yang kulakukan disini? hah seharusnya aku yang bertanya tuan Wang apa yang kau lakukan disini. Dirumahku"
"Jangan bercanda, keluar dari...."
"Apa kau sudah ingat tuan Wang? kau mabuk semalam meracau seperti orang gila" ejekku melihatnya bungkam. "Aku tahu kau pasti tidak bisa lagi bicara, kau tahu semalam kau meracau dan kau......"
"Jangan bilang kalau dia sudah tahu....
"kau sangat memalukan Yihan" ucapku melihatnya memerah karena malu.
"Diamlah" desisku
"Baiklah sekarang kau pulang aku tidak kalau kakakku melihatmu disini kau akan habis" usirku.
"Kau memang tidak berperasaan"
"Aku tidak peduli sekarang keluarlah"
"Tidak...... kau tenang saja kakakmu tidak akan datang" ucapku menyamankan tidurku kepalaku masih sangat sakit entah berapa botol yang ku minum semalam. Aku tidak ingat dan pagi ini aku berada dirumah musuhku. Atau Mungin orang yang kusukai.
"Jangan tidur hah.... makanlah kita harus bicara aku tidak mau kalau kekasihku.membuay keributan disini
"Dia bukan pacarku lagi"
"Ya Tuhan, kenapa aku harus bertemu dengan orang sepertimu kau pikir.pepuan itu pakaian apa? kau pacaran seolah berganti baju" sungut ku semakin menjadi-jadi.
"Kenapa, bilang saja kau iri. Mendapatkan pacar saja kau tidak bisa" ejek ku
"Aku bisa mendapatkan pacar itu tidak sulit aku saja tidak.mau pacaran"
"Kenapa aku tidak yakin?"
"Terserah kau saja, lagian aku tidak peduli mau kau percaya atau tidak"
"Kenapa kau tidak mau pacaran?"
"Itu..... bukan urusanmu" dasar menyebalkan kenapa selalu saja menyebalkan.
"Tok..tok...
"Kau tunggu disini, aku akan membukanya" ucapku berjalan menuju ruang tamu. Siapa yang datang tidak mungkin kakak kalau dia datang dia pasti langsung menelpon
"Kenapa kau baru datang?" apa kau mau membuatku mati bosan hah? kalian selalu saja seenaknya kesalku meninggalkan.
"Maaf aku telat itu karena Yihan" balasku mengikuti nya
"Kau benar dia yang bilang aku tidak usah datang"
"CK awas saja kau, ucapku menjitaknya"
"Apa dia sudah punya pacar? tidak dia tidak mungkin punya pacar. Hanya aku yang boleh memilikinya".
"Kalian sangat merepotkan, kalau sahabat nya tapi apa yang kalian lakukan? apa kau pikir aku sangat ingin mengancurkan wajahmu. cepat bawa dia aku tidak mau dia lama lama dirumah ku"
"....."
"Kau itu perempuan tapi kau sangat barbar bagaimana bisa kau punya pacar?
"Itu buka urusanmu, cepat bawa dia pergi aku tidak mau kekasihnya mengacau disini"
"Hah kau benar gadis yang barbar"
"Sekali lagi kau bilang, ku tendang kau dari sini" ancanku menatapnya garang.
"Dimana Feng? tidak melihatnya biasanya mereka selalu bersama seperti saudara, mungkin lebih"
"Dia... dibelakang mu"
"Baguslah bawa temanmu pergi Chen ho"
"Aku tidak mau kenapa tidak kau saja?
"Plaakk jangan membuat ku kesal"
"Untuk apa mereka ada disini?"
"Dia benar-benar gila, mereka temannya tapi sikapnya... dasar tidak tahu terimakasih.
"Kau mau kemana?"
"Ini bukan rumahmu" ucapku menatapnya tajam.
" Hah aku tahu ini rumahmu tapi aku mau makan"
"Ini bukan rumahmu"
"Aku tahu ini rumah mu tapi aku mau makan aku sangat lapar"
"CK dasar pemaksa"
"Sudah sifat ku"
"Hah baiklah. Apa kalian sudah makan? aku akan memasaknya" sahutku mulai meninggalkan mereka"