
" Apa yang kau lakukan lepaskan aku" desisku menyentakan tangannya kasar.
"Tidak akan" menatapnya tajam
"Kubilang lepas!" lirihku menhan sakit di tanganku.
"Jangan menghindari dariku"
"Kenapa? itu bukan urusanmu"
"Kau kekasihku dan aku tidak terima penolakan" teriakku dikuasai emosi.
"Hah.... aku bukan kekasihmu"
"Benarkah!"
"Lepaskan aku, kumohon" tangis ku menahan sakit di lenganku.
"Tidak akan, kau milikku hanya milikku. kau tidak akan ku lepas"
"Kenapa kau egois? kenapa kau selalu memaksakan kehendah mu? aku tidaknya dan aku tidak akan pernah mau" ucapku penuh penekanan.
"Benarkah? kau sangat yakin" Qian
"Kenapa kau egois, hah kupikir kau berubah kau tetap sama, kau selalu memaksakan kehendak mu dan aku tidak suka aku ingin kau berubah kenapa kau selalu melakukan apa yang kau inginkan? bisakah..... bisakah kau mendengarkan ku sedikit saja? kumohon jangan menganguku aku tidak ingin gadis itu terluka. Shion sangat mencintaimu aku tidak ingin dia terluka. kau berhak bahagia dengannya. kumohon lupakan aku anggap kita tidak pernah bertemu, anggap aku tidak pernah bersamamu. anggap aku gadis bodoh yang menyukai mu. kumohon jangan buat aku melukai nya dia tidak akan bisa hidup tanpamu" ucapku menatapnya miris. aku tahu aku egois, aku Hanay ingin orang yang kucintai bisa bahagia itu saja tidak lebih.
"Hah kau tahu kau egois, sangat egois! apa kau pikir aku akan melepaskan wanita yang aku cintai? hah tidak akan pernah aku tidak akan melepaskan mu aku Samagat mencintaimu, aku seperti orang gila aku tidak bisa, tidak akan bisa" Qian
"Lupakan aku! kau berhak bahagia. Shion sangat mencintaimu. dia gadis yang baik dia cantik semua yang kau inginkan akan....
"Akan apa? ucapku menyela ucapannya
"Kumohon lupakan aku berbahagialah dengan Shion" memelukknya
"Hah....kalau kau.....
"Hah..... aku akan selalu disini, dihatinya aku akan melakukan apapun asal kau selalu bersamaku"
"Aku tidak bisa, maafkan aku" Qian
"Janah bilang kau...."
"......"
"Hah maafkan aku Qian, tapi kau tidak bisa aku tidak mencintaimu lagi. maafkan aku"
"Aku membencimu"
"Aku tahu bencilah aku! benci aku Samapi sepuasmu".
"Kau tidak akan pernah ku maafkan"
"Maafkan aku benci aku sepuas mu aku tidak ingin kau terluka Cheng Qian aku Samagat mencintaimu. maaf aku tahu aku egois, aku tidak pantas bersamamu Qian"
"Hah apa karena ini kau meninggalkanku? kau akan menyesal. kau tidak akan pernah menyangka apa yang bisa kulakukan. aku membencimu sialan teriakku melihatnya berpelukan dengan pria. yah pria yang menyukai kekasihku. atau mungkin mantan kekasihku.
"Apa kau puas?" tangis ku menatapnya
"Aku puas, Samagat puas kau milikku hanya milikku"
"Hah..... mimpi itu lagi kenapa kau lakukan ini? aku tidak bisa melupakanmu Xionglue. kau dimana sayang? maaf aku tidak tahu itu terjadi padamu brengsek itu menggangumu, hah maaf, maafkan aku Xionglue" yang bisa kulakukan hanya bisa merutuki kebodohannku
" Hah aku tidak tahu kau dimana? apa kau baik-baik saja, atau aku sudah meninggalkan ku selamanya sayang" miris aku tahu aku tidak pantas mendapat maafnya aku mengancurkan hidupnya, dan aku tidak tahu kalau dia menyelamatkan ku.
"Kakak kau mau kemana? apa ada masalah? Yangji
"Tidak ada"
"Kakak makanlah" Yangji
"Kakak akan makan diluar saja"
"Kakak" panggilku ''aku tahu Maslah yang Kaka hadapi tidak mudah, Mungin ini tidak akan berakhir tapi aku percaya Kakak bisa melewatinya aku percaya padamu kak" ucapku memelukknya.
"Maaf aku belum bisa mengatakannya padamu Yangji" mengelus rambutnya.
"Tidak apa kak, aku tahu ini berat untuk kakak, tapi kakak harus kuat. aku selalu bersamamu kak" ucapku lirih melihatnya menahan rasa rindunya.