XIREN the moon

XIREN the moon
bagian 19



"Maaf"


"Plaakk kau Hanay bisa membuat masalah"


"Maaf bos"


"Pergilah janah kembali kalau kau tidak menemukannya" desisku menahan marah.


"Baik bos"


"Aku tidak akan melepaskan mu, kau milikku hanya milikku"


"Hah kapan ini akan berakhir? kumohon bertahanlah aku tidak akan pernah memaafkan diri sendiri. hah aku bodoh melepaskan mu, aku mohon bertahanlah"


"Apa yang kau lakukan?


"Jangan ikut campur urusan" desisku penuh penekanan.


"Sayang sekali, aku tidak akan membiarkan mu melakukan apa yang kau suka Han"


"Apa maunya sialan?"


"Bagus, aku suka kau tidak akan. basa basi Han aku menginginkan senjata itu"


"Kau menginginkannya? kenapa kau tidak mengambil nya sendiri?"


"Sialan kau brengsek" raung ku memukul tongkat bisbol pada tubuhnya. "hah jangan membuatku muak ********" memukulnya membabi buta.


"Hah kau tidak akan. pernah memilikinya. tidak akan pernah" desisku membalas setiap serangannya.


"Apa kau sudah menemukannya?


"Belum"


"Hah sudah kuduga gadis itu akan melindungi nya"


"Apa yang akan kau lakukan?


"Menemukan Yimin


"Hah..... kenapa kau lakukan ini? kau tahu bukan dia yang melakukannya tapi.....


"Kau salah yang melakukannya dia tapi..... aku tidak yakin kalau dia melakukannya sendiri" mengingat nya mempunyai kemampuan yang sangat bagus menutupi kejahatannya.


"Apa maksudmu? bukan kah sudah jelas kalau dia bekerja sendiri? menatapnya heran. karena kutahu kalau kasus pembunuhan di tubuh hanya karena sakit hati.


"Yimin tidak akan bekerja sendiri, aku Samagat tahu kalau dia tidak akan. pernah bekerja sendiri" jelasku.


"Gadis itu juga ikut andil" Sun


"Bukan kah kau bilang kalau dia bekerja sendiri tapi.....


"Sial aku tidak akan. melepaskan mu lagi"


"Hah maaf tapi aku benar-benar menyesal Yimin maafkan aku"


"Kumohon lepaskan aku" tangis seorang gadis cantik menahan sakit di sekujur tubuhnya.


Brukkk


"Akh......" ringisku menahan sakit dirambuat ku.


"Apa kau menyukainya? tidak kau menyukainya, ya kau sangat menyukainya" teriakannya memukuli korban nya brutal.


"Hah.... kau suka?" tawanya melihat korbannya merintih kesakitan.


"Karana kau aku tidak bisa bersamanya, karena kau.... hah karena kau sialan! braakk mati saja kau ******"


"Kau dimana Yimin" lirih ku tidak melihatnya sejak semalam.


"Apa kau bersama Yimin?


"Tidak kakak aku tidak bersamanya ada apa?


"Tidak pergilah kau istirahat saja"


"Kau dimana Yimin? ku pohon janah lakukan itu lagi sudah cukup kau membunuh"


"Kakak" panggilku mendekatinya


"Ada apa? Tampa menatap nya.


"Kak Yimin berada di kampus" Jelasku


"Kampus? Kita kesana" ucapku tidak tahu harus apa kuharap gadis itu masih selamat.


"Sial tidak ada orang" desisku melihat kediaman Gato sepi.


"Kau tidak akan. lepas lagi" melihat mobilnya menuju universitas.


"Hah... kau suka? kau suka bukan menagislah sayang bukan kah ini menyenangkan? mmm aku tahu apa kau ingin lagi? baiklah kalau kau mau ucapku menjambak nya.


"Jangan la.....lakukan i....ni" ucapku tersendat-sendat. hok..... hok..... apa aku bisa bertahan?"


"Kau akan mati ******" Yimin


"Apa yang kau lakukan Yimin" teriakku melihatnya menyiksa gadis itu.


"Hah.... kenapa bukan kah kau suka ini? kau yang menginginkan ini kakak, kau yang menginginkan kan kenapa kau menghalangiku hah?" teriakku


"Kau gila! sudah cukup, kumohon jangan lakukan ini lagi, kendalikan dirimu teriakku menangis melihat gadis itu tidak berdaya"


"Aku tidak bisa aku tidak bisa menghentikannya" teriakku menembak tubuh gadis itu.


"Braakkk kalau kau tidak bisa, aku yang akan menghentikan mu" ucapku menodongkan pistol tepat dikepalanya.


"Kau melindungi psikopat nona Gato"


"Dor..." peluru itu tepat mengenai kepala nya.


"Kau membunuhnya" teriakku


"Kakak" lirihku