
"Apa yang kau lakukan" melihatnya menembak lengan Chen Li
Aku Hanay melakukan apa yang mereka lakukan pada keluarga ku? apa aku salah kalau aku membunuh orang yang sudah membunuh keluarga ku?
"Kau tidak salah, kau benar tapi hukum yang berlaku dan kau juga akan....
"Akan dipenjara? atau disiksa? lebih baik Akau mati" aku hanya diam melihatnya melihatku. ekspresi itu, ke pa mengingatkan pada gadis itu. tidak kau tidak boleh lemah.
"Aku akan melindungi mu kau boleh memang janjiku" mencoba bernegosiasi dengan nya. walau aku tahu itu mustahil tapi tidak ada salahnya mencoba membujuknya.
"Mendekat katakan selamat tinggal padanya" menodongkan pistol kearahnya.
"Kumohon jangan gegabah aku akan....
"Aku tidak bodoh nona, apa kau pikir aku tidak mengenalnya? hah aku sangat mengenalnya menatapnya merintih kesakitan.
"Baguslah kalau kau tahu aku tidak akan membiarkan mu lolos ******. desisku menahan sakit di lenganku. luka itu belum sembuh sekarang aku sudah mendapat luka batu benar benar sial.
"Aku akan melindungi mu kau tahu bukan aku tidak pernah berbohong, akh.... bagus ikat dia perintahku" menatapnya sinis.
"Kau selalu membuatku menderita" melirik sekilas kearahnya.
"Jadi apa uang akan kita lakukan padanya?" melihatnya yang sudah diikat.
"Lepaskan aku ********" teriaknya memberontak.
"Melepaskan mu? dan kau akan membunuhnya" seringainku penuh penekanan.
"Brengsek" Mei
"Lihat saja" dengusku menunjuknya mencoba melepas ikatannya.
"Apa maksudmu? mengalihkan pandanganku dari gadis itu.
"CK ayolah Yangji bukan kah ini pekerjaan mu? kau bahkan bisa membunuhnya, tapi kau seolah tidak tahu" dengusku menatapnya kesal.
"CK aku sedang tidak semangat" jawabku ketus Tampa menatapnya.
"Dasar kau ini aku sudah lelah tapi kau tidak membantu. Baiklah aku tidak akan membiarkan mu bicara seenaknya gadis bodoh" menekan kepalanya hingga mengenai lututnya. "Jangan kau pikir aku tidak tahu ******** itu hang memerintah mu. apa aku harus mengatakan semau kebusukan mu? membunuh orang kandungmu, terlibat penjualan organ tubuh manusia, dan kau sudah sering keluar masuk penjara" umpat ku melihatnya menegang.
"Jangan main-main dengan ku sialan" Mei
"********''
"Plakkkk, ini tidak akan berhasil Yangji" mendekatinya dan duduk disebelahnya
"Tidak mau bicara? baiklah akan ku kunjukan apa itu sakit" seringainku mendekatinya. Hanay keheningan malam dan teriakan pilu yang terdengar dari ruangan itu.
"Dimana gadis itu?" menekan luka nya semakin dalam. ah tidak bahkan pakaiannya sudah penuh dengan noda darah.
"Aku tidak akan. mengatakannya"
"Jangan menguji kesabarannya nona" peringati melihatnya kesulitan bernapas.
"Apa kau akan tetap bungkam? Amirul ku
"Aku tidak peduli apa yang aku lakukan ******"
"Kau sangat keras kepala! baiklah aku juga masih ingin bermain. kau lihat apa yang akan terjadi pada gadis itu, aku tidak yakin gadis itu selamat, dan itu terserah padamu kau katakan dimana gadis itu? aku tidak peduli dengan gadis kecil itu dimana gadis itu? menahan marah.
"Aku tidak tahu aku tidak pernah tahu"
"Sial ******** itu akan menyesalinya" meraup kasar wajahku. akh....
"Sedari tadi kau mengatakannya kau tidak akan sepeti ini bodoh, kau tahu kau melindungi orang yang sudah membunuh keluarga mu dan ayahmu belum mati datanglah ayahmu menunggumu jangan membuatnya kecewa! dan maaf aku sudah kasar padamu dan adikmu masih sehat dia bersama ayahmu.
"Terimakasih" menatapnya miris.
"Hah..., lupakan saja pergilah dari sini" Yangji
"Terimakasih nona" membungkuk melihat mau semakin menjauh.
"Li telepon dokter kanan tinggalkan. dia sendiri" peringatku meningglkan gedung itu.
"Dasar bodoh kalau kau tidak mengaku mungkin kau tinggal nama ketusku mengendong bridal style.
"Maaf, aku tidak tahu dia berusaha melindungi ku ringis mengalungkan tanganku dilehernya.
"Tak masalah" balasku tersenyum melihatnya.