XIREN the moon

XIREN the moon
Bao-yu



"Kenapa dia disini?"


"Kesadarannya tidak bisa dikendalikan tubuhnya"


"Apa maksudmu Ryuu? melihat tubuh gadis itu penuh memar.


"Aku juga tidak tahu, hah ini kasus ku yang pertama Yi. Kau harus perlahan lahan mengajaknya berbicara. tubuhnya tidak merespon suara. kuharap kau bisa berbicara dengannya"


"Akan kucoba"


"Semoga berhasil aku berharap banyak untukmu"


"Aku tahu"


"Kakak"


"Ada apa Ren?" mengelus rambutnya


"Kakak mereka datang, mereka datang kak"


"Apa maksudmu sayang suapi yang datang? kau selalu bersamaku". Sungguh aku tidak sanggup melihat keadaan wanita yang sudah ku anggap seperti adikku sendiri.


"Mereka datang kak"


"Tenanglah" ucapku lembut mengecup keningnya.


"Mereka datang mereka membunuh kak"


"Siapa yang datang mmm?


"Mereka datang, mereka datang. mereka. membunuh ayah dan ibu" Tangisnya membuatku bungkam mendengar tangisnya seakan merenggut jiwaku.


"Apa maksudmu Ren! kau hanya mengatakan itu. yang kau ucapkan sedari tadi Ren"


"Apa yang dia ucapkan?


"......"


"Jadi benar mereka merusak mental nya"


"Apa maksudmu Ryuu? Hao-yi


"Kau baca saja ini akan sangat membantu tapi aku tidak yakin berapa lama Ren bertahan. melihat perubahan nya aku yakin ini ulah nya, aku sangat yakin ini ulahnya"


"Apa maksudmu Ryuu?


"Apa kau ingat Yamamoto?


"Tentu saja psikopat gila" dengusku mengingat aku hampir mati kerena percobaan gilanya.


"Ini ulahnya dia sangat terobsesi melalukan percobaannya. tapi sangat disayangkan dia dipenjara karena tuntunan tuan Wang" Ryuu


"Kudengar ada yang membebaskan Yamamoto"


"Hah..... jadi kau mau bermain denganku. Baik lah.


"Hah..... hah ..."


"Bisakah kau lebih sopan Zhu!" desisku tidak suka melihatnya masuk Tampa mengetuk pintu.


"Maaf kita harus pergi dari sini ******** itu ada disini"


"Kenapa seperti ini apa..?


"Hah kau mau bermain main dengan ku ********? kau salah tidak salah membunuh tidak ada yang bisa dipercaya".


"Kita pergi"


"Bagaimana dengan Ren?


"Dia akan mati tubuhnya tidak akan merespon dia dikendalikan, jelasku tapi aku harus melakukan sesuatu yang sangat penting desisku


"Aku tahu baiklah"


"dor....dor.... kau pikir aku bodoh" menembaknya tepat di kepalanya.


"Kau memang bodoh. ******** itu sudah melakukannya dan kau baru mengetahuinya"


"Kau lebih bodoh Zhu"


"Kita pergi"


"Apa kau mau meninggalkan Bao?


"Dimana gadis itu?


"Sial kita terlambat"


"Bagaiman sekarang apa kita menyerah?" Zhu


"Menyerah? dalam.kamusku tidak ada kata menyerah" desisku mulai menembak. kau mengemudi jangan pedulikan aku, aku tidak akan mati kalau hanya tembakan kecuali kalau.....


Duar.....


"Sial"


"Ponselmu"


"Hah.... tidak akan berguna kesalku. apa kau mau mati? fokuslah"


"Kau tidak terluka?


"Aku baik baik saja kakak" Bao-yu


"Bagus kerjakan tugasmu" perintahku.


"Maaf tapi aku tidak mau mati"


" ***Yu apa harapanmu?


"Harapanku aku ingin. seperti manusia normal"


"Kau normal Yu"


"Tidak kak Zhu, aku. mau kakak memanggilku adik"


"Semangat lah jangan mengeluh"


"Baik kak" Bao-yu***


"Kau tidak terluka kan? Zhu


"Aku baik baik saja" Yu


"Jangan bohong Yu kau terluka"


"Ini tidak masalah kak aku ingin kakak Hao memelukku"


"Akh.... jangan keras kepala" desisku melihat luka menganga di tangan nya


"Maaf kak Yi"


"Tapi kita menang"


"Hah.... baiklah jangan lakukan itu lagi Yu, aku tidak suka"


"Tapi...."


"Aku tidak terima penolakan"


"Tapi Yu diciptakan untuk membunuh"


"Kau tidak melakukannya janah. lakukan lagi tetaplah bersamaku" ucapku memeluknya erat.


"Apa kau akan.....


"Tidak aku akan Korea".


"Kau ikut denganku"


"Aku sayang kakak"


"Aku menyangyingimu Bao -yu.


Universitas Tokyo


"Apa yang kau lakukan?" menatapnya tidak suka


"Brukkk sudah kubilang kau harus melakukannya kenapa kau amat keras kepala hah?


"Akh....." ringis ku menahan sakit dirambuat ku.


"Kau akan lebih menderita kenapa kau tidak mau hah?


"Kumohon jangan lakukan ini nona Lee"


"plaaakkk kau lebih memilih melindungi nya? baiklah lakukan apapun yang kalian mau" melihatnya merintih kesakitan.