
"Apa yang kau lakukan disini? Wang Yihan
"Bukan urusanmu''
"Itu urusanku! kau menggangu tidurku"
"Kau gila, aku tidak menggangumu"
"Apa kau yakin mmm?" mendekatinya
"Apa yang kau lakukan menjauh dariku. Atau aku akan menghajar mu''
"Kenapa, kenapa kau menghindar? apa kau takut? bukan kah kau tidak pernah takut mm?
"Sudah kubilang jabatan mendekat! atau.....
"Atau apa? mm ucapku mengedipkan mata.
"Braakkk.... sudah kubilang jangan menggangguku" melihatnya menahan sakit di area pribadinya. "Kau suka? ini akan lebih menyakitkan dasar mesum"
Brukkk...
kyaaay.... aku menahan sakit di pantatku. apa apaan ini? posisi ini, menyebalkan bagaimana tidak aku berada diatasnya nya.
"Aku tahu aku tampan, tapi janah menatap ku seperti itu kau akan jatuh cinta padaku"
Bletek...
"Kenapa kau memukulku?" menatapnya tajam. kenapa dia sangat suka memukul kepalaku bagaimana kalau aku bodoh sadar gadis barbar.
"Apa yang kau lakukan menyingkir dari tubuhku" ketusnya
"Kenapa bukan kah ini nyaman? kau cantik ucapku mencium bibir plumnya. kau membuatku candu manis ucapku menyingrai melihatnya memerah.
Bletek
"Akh..... ringis ku menahan sakit di kepalaku. kenapa dia sangat suka memukul kepalaku? hah bibirmu sangat manis aku menyukainya" ucapku menciumnya lagi. tapi kalau ini lebih lama dari uang pertama.
"Menjauh dariku brengsek"
"Kenapa bukan kah kau menyukai ciumanku?"
"Kubilang menjauh dari tubuhku" ketusnya
"Hah apa kau sadar nona. kau yang diatas ucapku mengingatkan nya.
"Apa yang kau lihat! dasar mesum"
"Kau cantik kalau marah"
"Kau gila"
"Aku tahu aku gila, aku gila karena mu sayang'
"Ya Tuhan apa yang terjadi padanya? kenapa dia menjadi seperti ini apa aku mukulnya terlalu keras? tapi tidak mungkin tapi sikapnya menjadi sangat mesum" lirihku.
"Apa kau mau kucium lagi? baiklah mendekat lah aku akan.....
"bicara lagi kau habis"
"Hah apa yang kau lakukan lepaskan aku Wang Yihan"
"Diamlah"
Aku hanya diam melihat apa yang dilihatnya. "Pantas saja dia seperti ini! hah baguslah kalau dia masih waras.
""Kenapa kau lama?"
"Maaf aku tidak bisa meninggalkan tugasku begitu saja"
"Kau alasan saja. Jangan pikir kau bisa lolos"
"Aku tidak akan pergi, kau tenang saja aku, aku.... akan tutup mulut"
"Jangan lakukan itu. aku akan memberikannya pada Yimin"
"Bagus kau harus membuatnya sengsara jangan sampai gadis tahu kaya kau yang melakukannya"
"Aku tahu. jangan mengingatkanku lagi" desisku menatapnya tidak suka.
"Bagus. aku Hanay mengingatkan kewajiban mu keluargaku sudah membantu keluargamu kau harus membantu keluarga ku"
"Nona pasti akan. suka" ucapku mengirimkan pesan.
"Apa ya gan akan kau lakukan?"
"Itu bukan urusanmu, kau hanya perlu melakukan. apa yang kubilang"
"Baiklah"
"Hah aku tidak mungkin mengatakan nya padamu Hyun kau harus diawasi"
"Kau dimana Tan?
" ....."
"Kau tunggu di sana"
"....."
"Seperti nya aku harus melakukannya sendiri''
"......"
Aku memutuskan sambungan.
"Kau tidak akan pernah kubiarkan lolos sialan. aku akan membunuhmu kau membunuh keluargaku sialan"
"Bukannya itu Chen Li? apa yang dia lakukan disini? dasar bocah itu tidak sabaran"
"Apa yang kau lihat, mereka sudah pergi" ketuaku melepaskan diri dari pelukannya.
"Jangan mengatakan apapun pada kakak mu" Wang Yihan
"Kenapa?"
"cup diam.aku tidak mau kau ikut campur dalam masalah ini"
"Apa maksudmu?"
"Kau akan tahu Yangji"
"Sialan kau kenapa dia selalu menyium ku?"
"Kakak Chen mulai bergerak"
"Cheng ada apa? kau kenapa? apa ada masalah bicaralah mungkin aku bisa membantu"
"Tidak ada kau tidak perlu kwartir. aku akan mengurus masalah ini" senyumku mengacak rambut Shion.
"Baiklah, tapi kalau ada masalah katakan saja padaku"
"Baiklah sekarang kau harus istirahat, apa kau sudah meminum susus mu?
"Sudah" jawabku.
"Tidurlah" perintah ku tak ingin dibantah.
"Baiklah Cheng jangan memaksanya"
"Aku tahu Shion" lirihku melihatnya semakin menjauh.
"Hah... kenapa ini semakin rumit? sialan kau ****** kau harus mati walau kau dilindungi pria itu aku tidak peduli".