
"Aku tidak butuh semuanya" aku bisa melakukan apapun yang ku mau Tampa harus mengikuti kemauannya.
"Ada apa kenapa kau menelpon ku? aku sedang sibuk Wang" kesalku karena aku sedang bekerja.
"......"
"Kau dimana? kenapa sangat berisik? Wang kau dimana?"
"......"
"CK Kenapa dia selalu merepotkan?" gerutu ku meninggalkan kafe ku.
"Siapa kau? kenapa kau yang mengangkat ponsel Yihan?"
"Diam lah bodoh, temanmu mabuk dia sangat berat aku tidak sanggup menahannya" teriakku mematikan ponselnya.
"Hei apa yang mereka lakukan jangan sampai gadis itu menghabisinya, tak apa biarkan saja mungkin mereka bisa damai"
"Kau dimana apa kau mau membuatku meninggalkan temanmu?" kesalku sedari tadi temannya belum datang.
"Kau rawat saja aku sangat sibuk aku tidak bisa meninggalnya. Kumohon bantu Yihan"
"Aku tidak mau kau saja yang melakukannya"
"Maaf aku harus pergi"
"Sial kenapa harus aku coba? dasar merepotkan" harusnya aku sekarang sudah sampai rumah bahkan aku tidak tahu dimana rumahnya
"Dimana rumahnya?"
"Akan aku kirimkan kau tenang saja nona"
"Dasar merepotkan" sungut ku membawanya kemobilku.
"Ada apa kenapa kau senyum senyum sendiri? menatapnya aneh sedari tadi tersenyum sendiri. Apa kau kerasukan?" menatap nya horor.
"Yihan bersama gadis itu"
"Apa maksudmu?" tidak mengerti
"Yihan bersama Yangji apa kau sudah mengerti Fengying?"
"Itu bagus mereka memang cocok"
"Tentu saja mereka memang cocok, aku sangat geram melihat mereka berantam setiap bertemu. Aku harap terjadi sesuatu"
"Plaakk jangan berpikir yang aneh aneh"
"Kenapa bukan kah itu bagus mereka akan bersama, aku sangat suka. Aku tidak suka melihatnya bersama gadis itu"
"Dimana Yihan?"
"Kenapa kau kesini? kau tidak di terima disini"
"Terserah ku Yihan pacarku"
"Kau tahu nona Lee Yihan sangat membencimu asal kau tahu dia terpaksa melakukan nya"
"Apa maksudmu hah? Yihan sangat mencintaiku dia akan menghajar kalian" tentu saja aku akan bila pada.ayah kalau Yihan tidak mau ayah akan memutuskan hubungan kerjasama dengan perusahaan Wang.
"Kau dan garam yakin Lee-wei, apa kau yakin Yihan akan melakukannya?
"Tentu saja aku sangat yakin"
"Kepercayaan mu terlalu tinggi Lee" aku hanya tersenyum melihatnya mengeratkan tangannya. Yihan tidak akan melakukannya kau hanya pengganggu untuk Yihan"
"Apa maksudmu Chen ho?"
"Hah kau bodoh juga nona Lee-wei'' mengejeknya entah kenapa aku sangat suka melihatnya marah membuatku puas.
" Kau mau kemana Feng?" melihatnya meninggalkan ruang
"Aku mau pulang" jawabku singkat.
"Hah kau akan menyesal"
"Kau tahu nona Lee aku menunggunya, dan kau harus ingat aku bukan orang yang sabar. Jangan membuatku muak dengan kelakuanmu atau kau tidak ingin melihat besok"
"Plaakk jaga ucapan mu"
"Tamparanmu kuat juga, sayang aku tidak ingin menyakiti wanita, kalau tidak kau akan ku habisi nona Lee" desisbku menahan amarah.
"Hah kau juga harus ingat Chen ho aku tidak akan main main dengan ucapan ku"
"Aku menunggunya Lee-wei" desis ku meninggalkannya.
"Kenapa kau sangat lama? aku bosan menunggu mu" ucapku melajukan mobilku.
"Hah kau benar kita harus lebih waspada lagi. Gadis itu Samagat nekat. Aku takut kalau yang dikatakan Yura Aikawa benar kalau gadis itu yang melakukan semua itu"
"Kau benar jangan ceroboh Chen, aku takut kegilaannya menghancurkan semuanya"
"Lupakan saja, jangan membahasnya jadi bagaimana? apa yang akan kau lakukan?" melihatnya fokus pada jalanan.
"......"