
"Kakak" tangis ku melihatnya mengujur kaku.
"Aku akan membunuhmu, kau harus mati nyawa dibayar nyawa"
"Hah sangat menyenangkan kau memang bisa diandalkan. See mereka akan saling membunuh, apa kau tahu ini baru awal buat mereka saling membunuh mereka harus merasakan apa yang sudah kurasakan"
"Baik nona"
"Pergilah aku tidak terima kegagalan atau kau akan tamat" perintah ku mutlak akan kulakukan apapun untuk menghancurkan musuhku.
"Aku akan kesana. kau tenang saja aku bisa mengatasinya nona"
"Akh..... ha ha ha akh... aku mohon, aku mau pulang aku tidak akan mengatakan ini. aku janji mereka tidak akan tahu kalau dia yang melakukannya aku mohon lepaskan aku" ucapku memohon untuk dilepaskan.
"Hahaha memohonlah sampai kau mati, tidak akan ada yang menolong mu kau akan mati walau kau memohon"
"Buat dia bicara" perintahnya menyesap wine nya. melihat gadis itu merintih kesakitan.
"Baik tuan"
''Kau katakan saja di mereka menyimpannya kau akan selamat" ucapku bernegosiasi
"Aku tidak tahu, sudah kubilang aku tidak tahu ********"
"Hah jangan mengumpat ku sialan buat dia sangat menderita" perintahku menjebak rambutnya.
"Akh....... ha hah hah" aku mengatur nafasku "apa ini akhirnya? lebih baik aku mati tuhan"
"Dimana kau menyimpannya? desisku menekan kepalanya
"Aku tidak tahu ********. hah hah sudah kubilang aku tidak tahu, kalaupun aku tahu aku tidak akan memberitahumu"
"Kau mau bermain eh...? baiklah kau akan merasakan nya sayang" seringainku penuh penekanan.
"Hah.... akh.....'' teriakku menahan sakit.
"Dimana kau menyimpannya"?
"Akh..... baiklah kau memilih mati"
"Boss"
"....."
"Sekretaris Jung datang"
"Pergilah aku akan kesana" ucapku tanpa menatapnya.
"Tapi boss
"Sekretaris Jung sudah......
"Apa mau mu?
"CK apa ini caramu membalas kebaikanku hah? bahkan kau tidak pantas.....
"Apa kau sudah selesai bicara? kau terlalu percaya diri Zhi, sangat dan aku harus mengingatkanmu gadis itu tidak akan pernah lolos walau kau menyembunyikannya. dia harus mati. dan aku akan dengan senang hati melakukannya"
"Apa maunya sialan"
"Aku sangat menyukainya, aku tidak akan menyia-nyiakan ini. ucapku tersenyum manis.
"Jangan membuat ku muak brengsek"
"Sesama brengsek jangan mengumpat bahkan kau sangat brengsek, sangat brengsek Zhi ucapku tersenyum lebih tepatnya menyingrai sadis.
"Yang ku mau kau temui anak itu''
"Hah kau mau bermain denganku eh?"
"Akan kulakukan" desisku.
"Awasi dia aku tidak mau kalau bajinagn itu membuat kekacauan"
"Baik tuan Jung"
"Hah.... hah.... apa kau sudah selesai?
"Bisakah kau diam kau sanag menggangu" teriakku
"Hah... bos mencari mu"
"Kakak, kumohon aku mau ikut" kesalku menatapnya. ayolah aku ingin pergi tapi kenapa aku harus tetap disini, ini sanat membosankan.
"Tidak akan, kau tidak akan. pergi kemanapun jangan membantah" perintahku tak ingin dibantah.
"Kau sangat menyebalkan"
"Aku tahu aku memang menyebalkan"
"Kau sangat.....
"Tidurlah aku tidak akan mengijinkan mu"
"Menjengkelkan"
"Aku hanya diam melitus ponselku bergetar.
"Ada apa?
"Apa kau akan datang?"
"Tidak aku tidak akan datang" ucapku mutuskan sambungan.
"Hah Sabah membosankan dengusku merebahkan badanku. mungkin dengan tidur aku bisa melupakan masalah ini.
"Maaf aku tidak mau kau terluka lirihku melihatnya tertidur.