XIREN the moon

XIREN the moon
bagian 23



"Aku sangat marah, hah aku marah padamu" dengusku menahan kesal.


"Aku minta maaf oke, jangan marah" ucapku merangkulnya.


"Kenapa kau kesini?" Tampa menatap nya.


"....."


"Kenapa kau diam? janah bilang kalau kau kabur" tanyaku penuh selidik.


"Enak saja, aku tidak kabur. hanya saja aku....


"......"


"Hah.... aku tidak mau disana. itu sangat mebosankan dengusku mengingat bagaimana aku bisa diijinkan sampai kesini.


"Kau memang....."


"Memang apa?" menatapnya meminta penjelasan.


"Tidak ada! hah lupakan saja" balasku melajukan mobil ku.


"Aku mau makan! aku sangat lapar" ucapnya membuatku terkekeh melihatnya menautkan alis.


"Baiklah kita makan" ucapku menepikan mobilku.


"Katakan kenapa kau bisa sampai disini? menatapnya serius. tidak mungkin paman mengijinkan mu kalau kau tidak membuat ulah" ucapku serius.


"Hah... kakak benar, aku membuat masalah dan ayah menghukum ku". desahku mengingat aku harus bisa lulus dengan nilai terbaik.


"Jadi paman tidak memberi tahu nya"


"kakak" panggilku tapi tidak ada jawaban.


"CK dasar menyebalkan" dengusku melihatnya tidak merespon ku.


"Ada apa?" melihatnya mengerucutkan bibirnya. "Apa kau sudah memesan?


"Sudah" jawabku singkat.


"Baguslah"


"Jadi....? Yangji


"Apa?" ketusku.


"CK... masalah apa yang kau buat sampai paman mengirim mu kesini?" Yangji


"Balapan" Hongli


"Balapan? tidak mungkin kau bahkan sudah....


"Aku tidak bohong aku balapan dan kecelakaan itu terjadi. beruntung aku tidak mati tapi.....


"Tapi apa?" menyela ucapannya.


"Hah... Dan tewas dan ayah pikir kalau itu bukan kecelakaan tapi pembunuhan. aku tidak tahu itu benar atau tidak tapi pihak polisi menutup kasus itu. hah aku juga tidak tahu tapi teman temanku juga meninggal, ayah bilang kalau itu memang pembunuhan dan mereka menginginkan kematian ku" Hongli.


"Hah.... maaf aku tidak tahu" ucapku tersenyum lirih. aku tahu itu tapi aku harus tetap diam.


"Lupakan saja, aku tidak mau mengingatnya" Hongli.


"Makan yang banyak" Yangji


"Apa yang kau lakukan hah? kau memang menyebalkan. kau tidak akan bisa membelinya"


"Hah dia lagi apa dia tidak bosan membuat masalah" dengusku melihatnya membuat masalah.


"Aku mengenalnya, dia wanita waktu itu" ucapku melita wanita itu semakin bringas.


"Kau mau kemana? janah bilang kalau kau mau....


"Bermain" ucapku mendekati kerumunan itu.


"CK"


"Kenapa kau diam saja, apa kau tuli? jawab aku. kenapa kau hanya diam saja? jawab aku bodoh teriaknya menjambak rambut wanita itu.


"Brakkk"


"Aku tahu kau....


"Brakkkk


"Kau memang saat suka menggangu orang lemah ucapku menendang kursi.


"Jangan ikut campur bocah"


" Tapi aku tidak suka kalau kau menggangu nya nona" ejek ku menatapnya malas.


"Kau...."


"Kenapa kalau dimana saja?" teriknya memanggil pria berbadan besar.


"Ini akan sangat merepotkan" lirihku melihat nya dikeroyok pria besar itu. kuharap kakak tidak tahu masalah ini. batinku


"Hah... bawa bocah itu"


"Janah menyentuh nya desisku menjambak rambutnya.


"Lepaskan aku ******". teriak Jia Li


"Hah.... brukkk janah menyentuh nya atau dia....


"Apa yang kalau lihat cepat habisi dia"


"Hah... bergerak dia mati


"Apa yang kau lihat hah? cepat habisi dia raung ku menahan sakit dirambuat ku.


"Akh..... ringis ku.


"Kau tak apa?" Yangji


"Aku baik baik saja" jawabku


"Nona"


"Aku tak apa paman" balasku tersenyum melihatnya kwartir.


"Tuan Li kapan anda sampai? pak Kim


"Paman....


"Maaf nona" membungkuk hormat


"Kita pergi" ucapku meninggalkan restoran.


"Dasar merepotkan" sungut ku menaiki mobilku.


"Kuharap kakak tidak tahu


masalah ini desahku melajukan mobilku.