
Aku tidak tahu apa yang kulakukan ini salah atau benar tapi aku sangat ingin melihat kalian disini bersamaku. tapi apa yang kulakukan aku menghancurkan semua nya kepercayaan kalian apa aku masih bisa bersama kalian? mungkin aku tidak akan pernah melihat senyum itu lagi.
Kalau aku tahu mungkin aku tidak akan melakukannya hal menjijikkan itu. aku bahkan yang membunuhmu maaf kulakukan itu kerena aku ingin kau bersamaku tapi kau tidak peduli padaku kau melupakanku kau bersamanya, dan aku tidak menyukainya. aku sangat membencinya lebih baik aku mati daripada kau bersama ******** sepertinya.
Apa aku salah melakukannya? dia Hanay ingin balas dendam. dan aku membunuhnya tapi kau tidak pernah mendengarkan ku kau mengabaikan ku seolah aku amarah yang harus disingkirkan. tapi aku tidak bodoh aku membunuhnya dan kau lebih memilih meninggalkan ku dan aku sangat tersiksa dengan ini aku Hanay ingin melindungi dari ******** sepetinya. tapi apa yang kudapatkan kau menjauhiku, kau tidak peduli dengan keberadaan ku dan aku tidak menyukainya. aku berharap kau datang kepadaku mungkin aku akan berpikir lagi tapi kau tidak melakukannya kau bersama ******** yang sudah menghancurkan keluargamu dan aku tahu akui ingin melindungi mu tapi kau sudah mencintai orang yang seharusnya kau singkirkan dan aku akan melakukan nya dengan anak mu kupastikan mereka semua saling membunuh.
"Tuan sudah waktunya minum obat"
"Pergilah aku ingin sendiri"
"Baik tuan saya permisi" meninggalkan ruangan itu yang penuh dengan kenangan pahit.
"Hah seandainya kau tahu kalau ******** yang lindungi itu mengincar nyawa anakmu apa yang akan kau lakukan? apa kau akan tetap diam atau kau bertindak sebagai ibu? kuharap kau melakukannya tapi kau sudah meninggalkan ku selama lamanya". menatap foto itu dengan miris. "Maaf aku tidak bisa menepati janjiku" mengusap fotonya dengan senyum yang sangat kusukai.
"Hah... menghela napas panjang. kuharap kau tersenyum"
"Lindungi cucuku aku tidak ingin dia terluka walau seujung kukunya tergores"
"Baik tuan"
"Maaf kalau kakek belum bisa menemui mu kakek janji akan selalu melindungi mu. bersabarlah ini tidak akan lama lagi aku akan membunuh wanita ****** itu yang sialnya dia juga bagian dari masa lalu ku" Tidak aku. kubiarkan kau melakukan apa yang kau inginkan ******.
"Kau sama seperti ibu mu cantik, apa kau juga sama keras kepala nya sepeti ibumu? kuharap aku tidak akan melakukan hal yang sama lagi.
"Ada apa?" menatapnya meminta penjelasan.
"Tuan Lee sang berkunjung tuan" lapo kepala maid.
"Aku akan menemuinya" ucapku tegas menyimpan file.
"Baik taun"
"Tuan Lee lama tidak bertemu denganmu" mencoba berbasa-basi.
"Bagaiman kabarmu Paman?"
"Aku merindukanmu" tersenyum manis menatapnya.
"Sangat tidak mungkin kalau kau datang kesini hanya karena merindukanku bukan?
"Aku butuh bantuan. paman" ucapku tegas penuh keseriusan.
"Membantumu? apa yang kudapatkan kalau aku membantumu?" menatapnya santai. aku tidak akan membiarkan nya melakukan hal yang melukai cucuku.
"Aku akan memberikan file yang paman inginkan" bagus akhirnya kau mengatakannya.
"Bukan kah kau bilang file itu sudah hilang?" mencoba mencari informasi tentang pembunuh berdarah itu.
"Aku menyimpannya dan kuharap paman bisa tetap diam"
"Kau tidak akan....
"Paman aku butuh bantuanmu"
Sangat egois tapi kau mencari kehancuran mu sendiri Lee
"Baiklah pada yang bisa kulakukan untukmu?" menatapnya meminta jawaban.
"Aku akan membunuhmu" seringainku menunjukan foto seorang gadis.
"Aku ingin paman membunuh ****** itu. ****** itu sudah menghancurkan hidup putri ku" menyerahkan foto gadis itu.
"Aku akan membunuhnya untukmu. tapi apa kau tahu siapa gadis itu? melihatnya gelisah.
"Dia putri perdana menteri"
"Akan kulakukan"