
"Kenapa kau lakukan ini Peng? hiks..... ini anakmu kenapa kau tidak bunuh saja aku Peng hiks hiks kenapa kau lakukan ini? aku benci kau Peng aku benci kau"
"Kakak apa yang kau lakukan? janah gila kau bisa saja mati, apa kau tidak ingin anakmu hidup hah? jangan bodoh kau harus bisa bertahan Tampa ******** itu kenapa kau jadi seperti ini? dimana Shion yang kukenal dulu? Shion yang selalu semangat, Shion yang selalu mengatakan aku akan melakukannya? dimana Shion yang dulu? Shion yang selalu tersenyum? kau tahu aku sangat sedih melihatmu tapi aku tidak lakukan itu kau tahu karena apa? Karena aku menyayangimu, aku sangat menyayangimu Shion aku tidak ingin kau seperti ini, kau harus kuat jajahan buat dirimu lemah kau tidak membutuhkannya aku selalu bersamamu dan bayimu dia akan selalu bersamamu jangan menangis lagi sudah cukup kau menangis karena ******** itu kau tidak boleh menangis karena dia kau harus kuat lupakan Peng kau memilikinya ada kehidupan disini" ucapku memeluknya.
"Maafkan aku Cheng aku tidak tahu harus apa ? hiks.... hiks hiks aku sangat mencintainya
"Aku tahu kau mencintai nya tapi kau harus ingat apa yang sudah dia lakukan untukmu jangan lakukan ini lagi kau harus kuat, bayimu membutuhkanmu"ucapku tersenyum.
"Aku akan mencobanya" ucapku mengelus perutku yang sudah hamil 2 bulan.
"Tidak kau harus melakukannya harus lupakan dia kau tidak pantas mendapatkan ini kau terlalu baik Shion"
"Aku menyanyangi mu Cheng"
"Aku juga menyanyangimu, tidurlah kau pasti lelah" ucapku mengacak rambutnya.
" Jangan mengacak rambutku kau merusaknya" omelku
"Aku hanya mengacak rambut mu kau sudah marah" kesalku tapi aku senang kau sudah kembali seperti Shion yang selalu tersenyum.
"Apa ada masalah?"
"......."
"Baiklah aku akan kesana" ucapku memutuskan sambungan.
"Ck kenapa gadis itu selalu membuat masalah apa dia tidak bisa membuatku tenang sedikit saja" umpat ku.
"Cheng kau mau kemana?"
"Anak itu membuat masalah lagi" kesalku
"Jangan terlalu keras padanya Cheng ucapku ini ambillah jangan mengebut kalau kau mau menikah"
"Aku tidak akan marah padanya, hanya saja aku akan menghukumnya" ucapku mengambil kunci mobilku.
"Bruuukk apa yang aku lakukan hah? lepaskan aku" menahan sakit di lenganku.
"CK dasar lemah" ucapku menendang kakinya.
Aku hanya diam melihat klub penuh dengan orang berpakaian kurang bahan. awas saja kau bocah aku akan menghukummu.
"Yangji apa yang kau lakukan disini bocah?" menahan amarah yang siapa meledak kapan saja.
"Kakak mereka yang menggangguku lebih dulu, aku hanya membalas apa yang mereka lakukan padaku mereka saja lemah"
"Ya Tuhan berapa lagi yang harus ku bayar untuk kekacauan ini" lirihku melihat tempat ini sangat berantakan. aku bisa melihat lawannya sudah sekarat dan dia luka saja tidak padahal dia perempuan kenapa dia sangat brutal.
"Kakak aku tidak salah mereka yang memulainya mereka ingin melecehkan ku"
Aku hanya diam melihatnya mencoba membela diri. Aku juga tidak tahu harus apa, aku juga tidak bisa menyalahkannya.
"Kau baik baik saja"
"Jangan menyentuh ku kau tidak pantas menyentuh ku brengsek"
"Brengsek sialan kau bocah apa kau ingin cepat mati hah"
"Hah baiklah kau memang benar tuan muda Wang, kau benar, aku tidak pantas menyentuh tuan muda seperti mu" aku harus menahan diri untuk tidak menghajar nya.
"Kakak apa yang kau lakukan? kenapa kau minta maaf padanya seharusnya dia lebih menderita lagi"
"Jangan bicara lagi Yangji" desisku kesal melihatnya tidak mengerti situasi. Apa dia pikir aku suka ditempat seperti ini? ayolah aku tidak pernah suka datang ketempat seperti ini dan karena dia aku berakhir ditempat seperti ini. Aku akan menghukum mu 10 kali lipat bocah ah.... tidak mungkin harus lebih.
"Kakak"
"Maafkan adikku tuan Wang" membungkuk 90'
"Aku akan memaafkan mu tapi dia harus mencium kakiku"
"Jangan melewati batasan mu Tidak"
"Kenapa kau tidak mau? baiklah aku akan.....
"Tuan muda, sebaiknya tuan muda pulang"
"Maaf tuan Cheng atas ketidak nyamanan nya"
"Tidak apa pak Kang aku baik baik saja, tidak perlu kwartir"
" Apa kau tidak mau?" mmm
"Maafkan adik saya tuan Wang"
"Tidak akan dia harus melakukan nya"
"Jangan melewati batasan mu Wang Yihan"
"Aku tidak akan melakukannya brengsek" teriakku dikuasai emosi.
"Mohon tuan muda Wang untuk memaafkan adikku sembari melemparkan senyum.
"Ternyata kakakmu sangat bodoh" aku hanya bisa diam menahan amarahku.
"Kau....."
"Yangji "
" Tapi kakak"
"Maaf tuan muda Wang, mohon maafkan adikku saya tuan muda Wang sangat baik hati"
"Aku tidak akan memaafkannya dia yang harus melakukannya"
"Maaf tuan Wang atas ketidak nyamanan nya"
"Dasar bodoh"
"Jangan menghina kakakmu ********" raungku menahan marah.
"Kenapa? kau tidak terima?''
"Jangan bergerak kau diam saja ini semua karena kau" kesalku menahan diri.
"Tapi kakak"
"Kubilang diam"
"Baiklah" lirihku tidak tega melihat nya melakukan hal ini. Tapi aku tahu kalau kakak akan melakukan hal yang tidak terduga aku yakin. karena aku sangat mengenal kakak. aku hajat diam melihatnya melakukan hal itu berulang kali"
"Tuan Wang anda sangat pemurah mohon bantuannya"
"Kau memang tidak tahu malu"
Plaaakkk.....
"Dasar tidak tahu malu apa kau tidak punya wajah lagi? apa kau tidak dengar apa yang dia bilang? dia ingin gadis bodoh itu yang melakukannya bukan kau"
"Nona Lee memang benar saya bodoh mohon bimbingannya nona Lee"
" Ternyata selain bodoh kau juga tuli yah?
"Aku ingin dia yang melakukannya, pacarku sampai seperti ini karena ulahnya, kau akan menyesal bodoh. Kau minta maaf padanya apa kau tuli hah? dasar bodoh"
"kau harus tahan jangan gegabah Yangji kumohon. seolah tahu apa yang dipikirkan kakaknya ia hanya tersenyum.
"Paman Han apa yang kau lakukan disini?" mengeram marah.
"Tuan muda sebaiknya tuan muda istirahat ini tidak baik untuk kesehatan tuan muda"
"Cepatlah minta maaf"
"Maaf nona Lee tapi......"
"Tapi apa hah apa kau mau menjadi budak ku?" membuat ku muak.
"Tidak nona Lee"
"Maaf tuan Cheng saya..."
"Tidak apa tuan Han"
"Pak Kang"
"Iya tuan"
"Tuan Wang berapa yang harus dibayar?"
"Hah kau sangat sombong kau hanya orang miskin dan adikmu yang sangat tidak berguna itu"
"Kau...... duakk aku tidak masalah kalau kau menghinaku tapi jangan pernah menghina kakakmu sialan" tidak masalah kalau kau tidak bisa berjalan lagi sialan.
plaakk
"Kau ..."
"Kenapa kau tidak terima hah?" dasar bodoh
''Sudah cukup, aku muak melihat ini. Bukan berarti aku diam kalau bebas menghina kakakku" desisku penuh penekanan.
"Orang sepertimu apa yang bisa aku lakukan? kau pasti akan merangkak untuk meminta bantuan CK dasar murahan"
"Plaakk kau sudah keterlaluan nona Lee, aku diam karena aku masih menghormatimu sebagai wanita, tapi aku salah kau tidak pantas dihormati. Kau sangat rendah sebagai wanita, apa aku harus mengatakan apa yang sudah wanita sepertimu lakukan di luaran sana? apa aku harus mengatakan kalau kau yang melakukan semua kekacauan itu? Apa aku harus bilang semua kebusukan yang sudah kau lakukan nona Lee mohon jangan lewati batasan mu atau aku akan membunuhmu nona Lee" aku hanya tersenyum melihat nya pucat hah jangan salahkan aku kalau aku melakukan ini padamu kau yang memulainya sialan.
"Kau....
"Apa aku salah bicara nona Lee"
"Brengsek"
"Dan kau tuan wang, hah sepertinya kau harus belajar tata Krama lagi eh"
"Hah aku tidak akan minta maaf setelah apa yang kukatakan" desisku menatapnya tajam.
"Itu terserah mu nona Lee itu tidak masalah bagiku" aku akan membuatmu sangat hancur sehingga kau lupa apa itu kebahagiaan nyawa dibalas nyawa, aku tidak akan melepaskan orang yang sudah membunuh keluargaku wali aku harus mati akan kulakukan adalah kau lebih memilih mati ******. Wanita sepertimu lebih pantas mati. aku hanya tersenyum "maaf nona Lee, saya benar-benar minta maaf"
"Brengsek"
"Kau akan menyesal brengsek" menatapnya marah. aku akan menghancurkan walau dengan cara kotor Cheng tidak masalah bagiku adalah kau menderita"
"Kau tidak terluka sayang?"
"Ini hanya luka kecil aku baik baik saja Lee"
"Syukurlah kalau tidak aku tidak tahu harus bicara apa pada paman"
"Ck drama murahan itu lagi. Dasar ratu drama"
"Siapa menejer disini?"
"Saya tuan Cheng, maaf atas ketidak nyamanan tuan"
"CK dasar penjilat" tadi saja dia hanya diam melihatku dikeroyok sekarang, dasar penjilat sialan.
"Berapa kerugian yang harus dibayar tuan Wu?"
"Tidak perlu tuan Cheng, sayang yang akan membereskan masalah ini anda tidak perlu kwartir"
"Tidak tuan Wu saya harus bertanggung jawab, ini usahamu bagaimana bisa aku lepas tangan setelah apa yang adikku lakukan?"
"Tidak perlu tuan saya tidak masalah itu biasa terjadi. Mereka masih labil"
"Kau tenang saja Tian Wu kerugiannya sangat besar kuharap Maslah seperti ini tidak lagi terjadi" Aku akan Menganti semua yang adikku rusak benar begitu Yangji?"
"Biarkan saja kak, dia tidak kalau kau membayar, bukankah itu bagus paman Wu? ternyata paman Wu orang yang sangat baik semua gosip yang kudengar itu salah mereka sangat melebih lebihkan tuan Wu orang yang sangat baik"
"sialan kau bocah"
"Tapi ..."
"Tak masalah aku akan menggantinya"
"Baiklah tuan Cheng"
"Dan kau yangji...."
"pasti aku akan kena, kenapa aku harus disini ampuni dosaku tuhan"
"Tuan Cheng maaf atas kelakuan putraku saya benar benar minta maaf"
"Tidak masalah Tian wang itu biasa terjadi mereka masih muda''
"Apa yang ayah lakukan?" kesalku menahan marah. bagaimana tidak ayahku meminta maaf pada si bodoh itu.
"Kau diam saja bocah, kau hanya bisa membuat masalah saja"
"Tuan wang anda memang ayah yang baik tapi sebaiknya tolong jaga sikap anak tuan wang, atau tuan mau saya yang mendidiknya dengan senang hati saya melakukannya"
"Kau...
"Maaf tuan Cheng saya benar benar minta maaf, kejadian ini tidak akan pernah terjadi lagi"
"Aku harap kau bisa menepatinya tuan Wang atau kau tahu apa yang bisa kulakukan bukan?"
"Saya benar benar minta maaf tuan Cheng"
"Lupakan saja tuan Wang"
"Anda benar benar baik tuan Cheng"