
Katakan saja kalau kau tidak ingin melihatnya lagi. hiks.... hiks hiks bisakah... bisakah kau berhenti melakukan nya? kau tahu... a...aku tahu dia salah tapi tidak seperti ini. ini tidak benar. apa kau tega melakukannya? kuharap kau tidak akan menyesal karena sudah menyakiti nya.
"Apa yang kau inginkan?
"Tidak ada"
"Hah... omong kosong, jangan membuat ku tertawa tuan Liu" desisku menekan kan kata Liu.
"Kau sangat pengertian taun Zhou, kau....
"Katakan apa mau mu? aku tidak punya waktu untuk ******** seperti mu" menatapnya sinis. Kau harus membayar apa yang susah kau lakukan pada adikku sialan. kupastikan kau tidak akan bisa bahagia.
"Dimana Yangji?
"Apa kau bercanda Tuan Liu? kau bahkan sangat tahu aku susah tidak pernah lagi berurusan dengan mereka. apa kau sudah bosan hidup? apa kau ingin mati?
"Hah... kau pikir aku tidak tahu apa yang kau lakukan di luaran sana tuan Zhou kau juga menginginkan nya bukan?
"Kalau iya memang KENAPA? apa yang kau ingin lakukan? kau ingin mati seperti ******** itu? akan kulakukan seperti yang kau mau. menatapnya seolah dia hal yang harus dilenyapkan.
"********" meluapkan amarahnya.
"Kuanggap itu pujian untukku dan ah... kau ingin mendapatkan nya bukan? mati kau... akan segera mendapatkan apa yang kau mau tapi kau harus mati itu pilihan yang kutawarkan tuan Liu" desisku meliahat yang panik. itu menjadi kesenangannya sendiri untukku.
"********" teriakkan itu seolah melodi untukku.
" Kau akan menjadi boneka ku untuk yang ke 34 tuan Liu.
"Jangan biarkan ******** itu lepas atau kau akan membayarnya dengan kepalamu" mendudukkan tubuhnya santai.
" Sialan kau Zhou, kau psikopat. ha hah dan bodohnya aku malah bekerja sama dengan seorang psikopat. kalau aku mati aku akan melakukannya tapi kalian juga harus mati.
"Hah... kuharap kau tidak membenci ku. hah kenapa aku tidak bisa melupakan nya. hah tapi aku tidak akan pernah membiarkan mereka menyentuhmu Yangji walau aku harus mati"
"Sial, mereka terlalu cepat"
"Mari kita bermain" mulai menembaki lawannya seolah itu hanya mainan semata.
Ha... ha ha ha ha... brakkk.... bangunan itu hancur seketika. " Ini benar benar merepotkan, hah apa kau Harau melakukan nya aku akan menghajar nya. hah kau tidak akan ku ampuni bocah". desisku mengingat Kenap aku bisa berada ditempat ini.
"Apa yang....
"Sialan kau bocah,
"Maaf tuan Liu, aku tidak tahu kalau dia sudah lama mengincar mu"
"Bercanda mu tidak lucu bocah. ini bukan permainan yang biasanya kau mainkan. ini nyawa manusia kau tidak bisa menukar nya dengan uang" menatapnya sinis.
"Tentu saja, aku akan melakukannya"
"Jangan sampai mati, aku tidak ingin putriku membenciku karena mu"
"Ya" jawabku Tampa menatapnya.
"Tetaplah fokus, kalau kau gagal membidik kita yang kau habis" menepuk pundaknya.
"Fokus, Kim kau harus bisa, kau pasti bisa melindunginya. jangan menjadi pengecut. kau harus bisa" dor.... tembakan itu tepat mengenai sasaran.
"Kerja bagus anak muda, seperti nya kita harus pergi" desisku melihat musuh sudah mulai keluar dari markas mereka.
"Brakkkk ********, hah hah apa kau susah bosan hidup hah? jawab aku... dor.. dor tubuh bawahan by ambruk berlumuran darah segar. bung mayatnya.nkalau perlu bakar saja"
"Baik tuan Zhou"
"Pergilah, ini yang terakhir kalinya kau membuatku kecewa, kupastikan kau mati mengenaskan" meninggalkan ruangannya.
"Tentu tuan"