
"Hah.... kau benar, aku sangat ingin melakukannya. tapi itu tidak semudah itu ******** itu melindungi gadis itu".
"Bilang saja kalau kau lemah"
"Terserah kau Chen"
"CK aku hanya bercanda kenapa kau sangat sensi? ejek ku.
"Tidak ada" balasku tampa menatapnya.
"Brukkk, akh" ringis ku menahan sakit ditubuh ku. "Sial kenapa dia harus datang? hah.... hah.
"Kau mau kemana?"
"Ini" ucapku menunjukkan serum.
"Kau melakukannya? apa kau mau mati?" aku heran kenapa dia masih saja melakukannya.
"Kau tidak akan lolos lagi sialan".
"Hah... lama tidak berjumpa Sham apa kau merindukan ku mmm? ah.... aku tahu kau menginginkan ini bukan. CK kau sangat lambat bagaimana bisa dia melakukan ini! dan menyuruh mu melakukannya tanpa pengawasan"
"Apa kau pikir aku melakukan nya? kau sangat salah Chen kau akan mati"
"Kau terlalu banyak bicara" desisku mulai menyerangnya.
"Serangannya tidak akan mempan kau akan mati dan kami akan menguasai pasar"
"Kau lihat saja" seringainku melihatnya kewalahan menahan serangan ku.
"Kau salah kalau kau menganggap lawan mu lemah Sham, kau akan mati" desisku menodongkan senjata tepat di jantung nya. katakan selamat tinggal ********.
"Kau benar aku akan mati tapi....
"Dor....dor....
"Kau salah Chen seringainku menembakinya membabi buta.
"Hah..... hah.... hah... kau yang akan mati desisku menembak tepat di jantungnya.
"Akh.... sial" desisku menahan sakit di lenganku
"Kau tak apa Chen? melihat nya bersimbah darah.
"Ini bawalah jangan sampai mereka menemukannya"
"Tapi....
"Kumohon jangan hiraukan aku. aku akan mati tapi tidak dengan ini, kumohon bawa ini nona akan sangat membutuhkan ini" ucapku memuntahkan darah.
"Tapi... bagaimana bisa aku...
"Janah membantah ini perintah. aku tidak terima penolakan" ucapku menatapnya tajam.
"Baiklah kumohon bertahanlah" lirihku meninggalnya yang sudah sekarat.
"Katakan selamat tinggal Chen"
"Maaf aku tidak menepati janjiku, maaf kumohon maafkan aku sayang. kuharap kau bisa menerima nya.
"Aku tidak akan membiarkan mu lolos" seringainku penuh penekanan.
"Braakkk hah..... hah... apa yang kau lakukan apa kau mau membuatku...." aku hanya diam melihatnya penuh dengan noda merah aku tidak bodoh tidak mengenali itu, itu darah tapi darah siapa?
"Hah.... hah....
"Dimana suamiku? katakan dimana suamiku? jangan bilang suamiku tewas?" Shizuka
"Maaf"
"Katakan siapa yang membunuhnya? Shizuka
"....."
"Katakan siapa yang membunuh suamiku? raung ku
"Hah.... Sham" lirihku hampir tidak terdengar.
"Jadi ******** itu sudah mulai bergerak? aku akan membunuhmu ********" desisku menahan amarah.
"Kita harus pergi dari sini" Li yu
"Tidak akan, aku tidak akan pergi lindungi putraku kumohon. bawa dia dari sini, bawa dia ke Jepang"Shizuka
"Baiklah aku akan melakukannya"
"Aku berharap padamu kapten Li yu".
"Maaf aku.....
"Jangan menyalahkan dirimu, lindungi putraku" lirihku melihat nya tertidur dengan nyamannya.
"Kuharap kau selau bahagia Shizuka" ucapku memeluk nya.
"Pergilah aku akan melakukan tugas terakhir ku" ucapku melepas pelukannya
Brakkk.... (suara pintu terbuka paksa).
"Lama tidak berjumpa Sham, apa kau tidak merindukanku? hmm
"Akh..... ini untuk suamiku" ucapku menembak lengannya. ini untuk adikku, ini untuk Rey teriakku memukul nya membabi-buta. hah... hah kau membunuh semua orang yang ku sayangi ********"
"Brukkk maaf ini kulakukan karena aku menyayangimu Shizuka" ucapku menutup mata selamanya.
"Dor.... maaf aku tidak bisa melindunginya Shi" tangis ku.
"Untuk terakhir kalinya" lirihku menembaki mereka. "maaf kaa-san Lao kaa-san menyangyingimu Lao" Tangis ku.
"Kita akan pergi Lao lirihku melihat buntalan kain itu. maaf aku tidak bisa melakukannya kuharap kau bisa menerima ku Lao Chen"
"Tenanglah kita akan hidup tenang disana sayang. jadilah anak baik.
"Aku akan membalas nya kak Chen maaf aku akan merawat anak kalian tangis ku dalam diam.
"Mulai sekarang panggil aku mommy Lao Chen.
Li yu menjadi mommy Lao Chen.