
"Kenapa ini terjadi tidak Mungin kalau dia tahu tapi ini?"
"Kau dari mana saja?"
"Apa maksudmu?" menatapnya tajam.
"Tidak aku heran kenapa kau sangat santai, seolah ini bukan masalah besar" ucapku mengatakan apa yang ada dipikiran ku.
"Hah lupakan saja jangan mengingatnya anggap saja kalau kita tidak pernah membahasnya"
"Kau mau kemana?"
Aku hanya menunjuk Mading yang penuh dengan mahasiswa yang berkumpul. "Apa ada masalah tapi tidak Mungin tidak biasanya mereka disana, apa mungkin gosip dasar mereka"
" Jangan kesana Azami" kesalku tapi aku terlambat dia sudah lebih dulu ngacir. hah dasar gadis itu kapan dia bisa tenang sepertinya aku harus bersabar menghadapi sikap hiperaktif nya.
"Ada apa? pada kakak tingkat ku
"Ada pembunuhan lagi"
"Pembunuhan tapi bukannya pelakunya sudah ditangkap? melihatnya mencoba mencari informasi.
"Tidak tahu, tapi menurutku polisi tidak pernah menangkap pelakunya" desahku. "Janah. menatap ku seperti itu kau membuatku merinding"
"Jangan menyentuh milikku"
"Kekasihmu sudah datang Azami"
"Sudah berapa kalau kubilang dia bukan kekasihku" kesalku.
"Benarkah! aku tidak yakin"
"Azami-chan aku merindukan" ucap Eun-Jung.
"Ada apa? menatapnya meminta penjelasan.
"Kita keruang OSIS ada yang mau kubicarakan ucapku menepuk bahu Eiji Sato.
"Apa masalahnya belum selesai? mengikuti nya menuju ruang OSIS.
"Dimana Wang Yihan?
"Ada apa kau mencari ku?" mendudukkan diri didepannya.
"Pembunuhan lagi"
"Bukan kan ******** itu sudah ditangkap? menatap mereka meminta penjelasan
"Tidak! polisi tidak pernah menangkap ******** itu" desisku menahan amarah.
"Kau salah polisi menangkapnya dan aku melihat nya" ucap Eun-Jung menatap teman temannya dengan serius.
"Hah aku yakin dia masih berkeliaran disekitar kita, aku sangat yakin"
"Janah memelukku Eiji" kesalku menahan marah.
"Diam atau aku akan. mencium mu"
"Bisakah kau tidak menggangu nya Sato" desisku menatapnya tajam
"Aku tidak mengangunya"
"Ck, tidak menggangu tapi kau memelukknya"
"Bukan urusanmu"
"Terserah kau"
"HM"
"Baiklah" dengusku.
"Tadi kau bilang kalau ******** itu tidak ditangkap tapi......
"Hah ******** itu sudah di tangkap tapi dia bebas, bukti tidak ada dan dia tidak ada di tempat kejadian"
"Apa maksudmu?"
"Polisi tidak pernah menangkap pelakunya" desahku.
"Jangan bilang......"
"Kau benar, ada yang melindunginya"
"Aku tahu pasti wanita itu"
"Tidak wanita itu tidak Mungin membunuh putrinya sendiri''
"Apa maksudmu putrinya?
"Dari mana saja kau? itu sudah jelas putri wanita itu.
"Jangan mengada-ada Hong Kyung"
"Aku tidak mengada-ada Wang Yihan" kesalku
"Apa maksutmu Nyonya Harada?
"Tentu saja"
" Putrinya sudah mati dan bibi Harada sudah meninggal satu tahun lalu jelasku"
"Tidak mungkin kasus ini baru saja dan kau bilang kalau Nyonya Harada sudah meninggal. ini membuatku muak" desisku.
"Apa kau yakin? menatapnya lekat
"Tentu saja Kyung aku sangat yakin, aku sangat dekat dengan bibi Harada"
"Tapi gadis yang tewas itu......
"Apa maksudmu? Sato
''Nishimura Midori ditemukan tewas di kolam renang. 4 tusukan diperut, 2 tusukan tepat di jantung. jelasku
"Dia ditemukan dalam keadaan telanjang"
"Jangan bilang.....?"
"Kau benar Midori diperkosa lalu dibunuh. tapi ditemukan bekas cekikan dilehernya.
"Sudah kuduga pelakunya pasti ******** itu"
"Benar tidak akan kubiarkan ******** itu lolos"
"Jangan gegabah Sato"
"Jangan menghalangiku Wang"
"Apa kau pikir aku akan diam, tapi kau harus ingat jangan gegabah"
"Apa maksudmu? menatapnya tajam.
"Duduklah" perintahku tak ingin dibantah.