XIREN the moon

XIREN the moon
bagian 24



"Tirulah kita sudah sampai"


"Nona Qian" selamat datang.


"Dimana kakak?" Yangji


"Tuan muda sudah menunggu didalam nona" membungkuk hormat.


"Paman,


"Iya nona? menatapnya bingung.


"Tidak ada pergilah"


"Baik nona" meninggalkan tempat itu.


"Apa kau yakin? kalau dia yang melakukannya? Cheng


"Mungkin saja Cheng, kau tahu sendiri Wang xiaohui sangat dendam dengannya". jelasku meneguk wine ku.


"....."


"Apa....


"Kakak"


Aku hanya menautkan alisku mendengarnya berteriak. "tidak biasanya".


"Kau datang?" memelukknya.


"Apa.....


"Kenapa kalian menyembunyikan ini dariku? hah kenapa kalian membunyikan ini kak? aku juga berhak tahu hah pantas saja ayah menyuruhku kesini dan bodohnya aku menuruti keinginannya.


"Ini tidak seperti yang....


"Seperti apa hah? apa ini yang kapan inginkan? hah aku bodoh tidak seharusnya aku....


"Kau salah Hongli" desisku menahan marah.


"Salah? apa aku salah? kakak bilang aku salah, hah kalian semua ingin aku diam saja? hah.....


"Kau tidak tahu apa yang terjadi Hongli" menahan marah.


"Apa kau tahu, kenapa paman melakukan ini? menatapnya


"......."


"Paman ingin kau hidup"


"Hah.... hiks... hiks...."


Plukkk tenanglah Hongli" memeluk nya mencoba menenangkan nya.


"Tapi kenapa kalian.... hiks... hiks... menyembunyikan diri ni kakak! aku juga berhak tahu" tangis ku.


"Maaf" Cheng


"Hah.... hah...."


"Dimana anak itu? menekan pisau di lengannya


"Aku tidak tahu" menahan sakit di lenganku.


"Plakkkk buat dia bicara! bagaimana pun caranya" ucapku tersenyum melihatnya tersiksa.


"Dimana anak itu?


"Aku... tidak.... tahu.... ********"


"Hah ini tidak akan berhasil" ucapku menjambak rambutnya.


"Hah hah hah lepaskan aku sialan"


"Lepas! apa yang aku dapat kalau aku melepaskan mu? seringainku


"Hah berapa yang kau inginkan?


"CK, kau pikir uang bisa membeli apapun mmm? desisku mencekiknya.


"Kenapa bukan kah itu yang kau inginkan? berapa merek membayar mu? akan ku bayar lebih. tapi lepaskan aku"


"HAH dengusku. kau sangat sombong bahkan saat kau ana mati"


"Kubilang berapa mereka membayar mu? penuh penekanan.


"Baiklah mungkin kau harus membayar ku dengan nyawamu bagaimana? itu bayaran yang sangat baik" seringainku melihatnya menahan marah.


"Sialan kau ********" teriakku.


"Kau benar, aku memang ********. dan kau psikopat yang harus dilenyapkan"


"Siap yang menyuruhmu sialan?" raung ku mencoba melepaskan ikatannya.


"Janah bergerak! itu kan membuatku semakin kesakitan"


"Kau lepaskan aku! aku tidak akan membunuhmu" ujarku penuh peringatan.


"Hah, tidak salah kalau sebutan itu sangat cocok untukmu. tapi sangat sayang aku tidak berhubungan dengan mereka. kau membunuh adikku kau menodainya, kau memperkosa adikku. dan aku akan membunuhmu sama seperti kau membunuh adikku. ah... kurasa itu tidak cukup kau harus lebih menderita.


"Sila ini tidak akan. cukup"


"hahaha hahaha kau akan mati"


"Kau yang akan mati bukan aku. dan aku harus membunuhmu sekarang. desisku mengambil pistol. katakan apa keinginan mu ********?" menodongkan pistol itu di kepalanya.


"Brakkkk


"Sheng Li"


"Dasar bedebah"


"Kau...., kau benar, lama tidak bertemu sayang sekali aku tidak bisa bersenang-senang dengan teman lama" ucapku melihatnya penuh dengan darah.


"Kau menyiksanya sangat berlebihan Xiao Chen" Sheng Li


"Mereka sudah dekat. waktu kita 5 menit lagi"


"Sayang sekali aku harus pergi Fang" seringainku.


"Brakkk.... hah merepotkan" sinis ku menembak kepalanya.


"Kita pergi" ucapku tanpa meliriknya.


"Brakkk ( pintu dibuka paksa) Fang


Boss calling


"Maaf boss tuan Fang sudah tewas"


"......."


"Baik boss"


"Makamkan dia" ucapku meninggalkan gudang itu.