
Sesosok gadis muda tergeletak di atas ranjang rumah sakit, dengan baju kebesaran khas yang menunjukan bahwa dia adalah seorang pasien rawat inap di Beijing Jishuitan Hospital.
Dan sudah hampir tiga bulan lamanya Xia xi terbaring lemah di Intensive Care Unit. Bahkan tidak ada tanda tanda Xia xi akan segera terbangun.
Luka luka memar pada tubuhnya sudah tidak berbekas, seakan di obati dengan obat mahal terbaik di China. Bahkan, patah dan keretakan tulang yang terjadi pada beberapa anggota tubuh Xia Xi pun telah sembuh dan kembali seperti sedia kala.
Seakan tidak ada apapun yang terjadi.
Tubuh Xia Xi semakin putih dan bersih. Serta rambutnya menjadi sedikit lebih panjang dari sebelumnya. Tersisir rapi dan di sampirkan ke samping. Terlihat semakin mempesona dan menawan.
Juga wajah cantik yang masih sama seperti dulu.
Dua sosok tinggi melihat Xia xi dari balik jendela kaca lebar di sebuah ruangan khusus untuk perawatan terbaik Xia xi.
Terdengar Ventilator yang terus menerus mengeluarkan bunyi bib bib bib. Dan juga sebuah layar yang menunjukan kestabilan detak jantung Xia Xi.
"Untuk saat ini, masih belum ada peningkatan yang signifikan. Xia xi masih sama seperti pertama kali saat kami memasukannya ke ruangan ini."
Han Lingyu menarik nafas panjang,
"Bahkan tidak ada respon apapun kecuali gerakan refleks pada ujung jari jemarinya."
"Apa ini masih belum cukup baik?"
Ye Han bertanya dengan suara samar dan hampir tidak terdengar. Menyembunyikan kesedihan yang tidak seorangpun mengetahuinya.
"Hmm.. gerakan refleks tidak bisa menjamin apapun. Itu hanya gerakan spontan yang tidak berhubungan dengan kesadarannya."
"Apa Xia Xi akan bangun kembali?"
"Tentu saja, kami akan selalu menunggunya bangun dari tidur panjangnya. Xia Xi bisa mendengar apapun yang kami ucapkan, tapi dia tidak bisa melakukan apa apa sebagai balasannya. Kamu harus menyempatkan datang walau hanya memberinya sapaan kecil, dan ucapan menyemangat yang Xia xi butuhkan."
"Baiklah. Aku mengerti ."
"Saat Xia Xi terbangun nanti, orang yang ingin pertama kali dia lihat adalah kamu. Percayalah.. Kami sudah mengerahkan sumber daya terbaik dan melakukan banyak terobosan untuk ini. Kami masih mempunyai banyak harapan. Setidaknya hanya dengan detak jantung yang stabil, itu sudah lebih dari cukup untuk saat ini."
Ye Han diam dan tidak bersuara, pikirannya sedikit kalut dan tumpang tindih.
"Banyak kasus seperti ini yang sudah ku tangani, ini bahkan masih bisa di katakan sedikit lebih ringan. Beberapa orang yang telah mengalami keadaan vegetatif untuk waktu yang lebih dari enam bulan, bahkan ada yang bertahun tahun lamanya. Mereka tidak hanya sadar, bahkan mereka kembali seperti sebelum mereka mengalami koma. itu bisa di katakan sebagai suatu keberuntungan."
Han Lingyu menghibur Ye Han dengan kata kata medisnya.
"Aku tidak pernah sekalipun menyerah kepada Xia Xi, aku hanya tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya. Entah itu kemungkinan baik atau bahkan kemungkinan terburuk sekalipun. Aku harus selalu siap dengan segala konsekuensinya."
"Percayalah, Lord akan segera menyadarkan Xia Xi dengan sangat cepat. Kamu sebaiknya menemani Xia Xi dan memberinya dorongan agar dia tetap bertahan dan juga bisikan beberapa kata cinta yang indah."
Han Lingyu menepuk pundak Ye Han dan berjalan meninggalkan Ye Han yang masih berdiri mematung.
Ye Han mengenakan Seragam hijau yang telah di sterilkan sebelum memasuki Intensive Care Unit.