
Petugas penyelamat membawa tubuh korban dengan sangat pelan dan hati hati.
Bagaimanapun korban adalah seorang wanita dan mengalami banyak luka serius pada tubuhnya.
Dengan kesabaran tim penyelamat yang membutuhkan tenaga serta waktu yang sangat lama untuk sampai di atas.
Sungguh perjuangan yang luar biasa untuk menyelamatkan seorang wanita kali ini.
Mungkin ini adalah suatu keajaiban dari Lord yang membuat wanita ini terus bertahan dan tetap hidup meski mengalami insiden tragis seperti ini.
Begitu tiba di atas, tim penyelamat yang di siagakan di atas segera melepas full body harness pada korban dan segera memasukan korban ke dalam ambulance.
Dokter menerima pasien dan memberikan pasien serangkaian pertolongan pertama.
Ambulance pun berangkat menuju ke Beijing Jishuitan Hospital dengan kecepatan tinggi.
Petugas medis di dalam ambulance terdiri dari dua orang. Seorang pria berusia empat puluhan yang sepertinya adalah seorang dokter dan seorang wanita cantik berusia sekitar dua puluhan yang pasti adalah seorang perawat.
Keduanya adalah tenaga medis terbaik yang di panggil langsung dari Beijing Jishuitan Hospital.
Dokter memeriksa keadaan pasien yang terluka parah dengan melakukan Cek Respon.
Pertama dokter memeriksa tingkat kesadaran Pasien, dan mendapatkan bahwa pasien dalam keadaan kolaps.
Ketiga Dokter menepuk pundak korban, namun pasien tetap diam dan tidak ada pergerakan sama sekali.
Dokter tetap tenang sepanjang waktu dan terus memantau perkembangan pasien dengan teliti.
Kemudian Dokter mendapatkan bahwa nafas korban benar benar hilang, dan Dokter pun dengan tenang dan profesional melakukan kompresi dada atau dalam istilah medis di sebut CPR untuk melancarkan sirkulasi darah yang membawa oksigen ke otak.
Sebelum melakukan CPR, Dokter memastikan sekali lagi bahwa korban dalam posisi terlentang pada permukaan yang rata dan keras. Tentu saja hal ini di lakukan untuk mencegah akibat fatal yang bisa di timbulkan kapan saja jika tidak di lakukan dengan penanganan yang tepat.
Dan dokter melakukan penekanan sebanyak tiga puluh kali dengan kedalaman lima sampai enam cm. Dengan meletakan satu tangan pada pertengahan dada korban atau di bawah tulang snertum sembari meletakan tangan satunya dengan kondisi jari jari tangan mengunci.
Setelah melakukan CPR sebanyak tiga puluh kali pada pasien, Dokter membuka jalan nafas dengan cara meletakan satu tangan di dahi pasien dan menengadahkan kepala pasien
Kemudian dokter meletakan ujung jari di bawah dagu pasien dan mengangkat dagunya.
Di rasa pernafasan pasien masih lemah namun mulai teratur. Dokter segera memakaikan tabung oksigen untuk membantu pernafasan pasien, dengan tujuan untuk menstabilkan pernafasan pasien.
Dan memakaikan Oximeter pada jari telunjuk untuk mengukur kadar oksigen dalam darah pasien. Alat ini akan menunjukan tingkat kejenuhan oksigen dalam darah di dalam tubuh pasien pada layar yang di pasangkan melingkar pada pergelangan tangan.
Dan di saat yang sama, Perawat juga melakukan perawatan memar pada kulit pasien yang sudah berwarna biru kehitaman dan mulai membengkak pada banyak bagian tubuh pasien.
Perawat mengompres luka memar dengan membungkus es batu dengan handuk kecil selama lima belas menit dan kemudian melakukan pembebatan dengan cara membungkusnya dengan perban elastik. Tujuannya adalah untuk mencegah memar bertambah parah dan untuk mengurangi rasa nyeri pada pasien.