
Terlebih sejak Liu Ji menghubungi Ye Han malam ini lewat sambungan telepon dan mengabarkan bahwa penerbangan Xia Xi akan di laksanakan pada pagi hari, membuat Ye Han gelisah hingga pada puncaknya.
Membuat Xia Xi terpaksa mengambil inisiatif untuk menggoda Ye Han terlebih dahulu, namun siapa sangka bahwa Ye Han menanggapinya dengan sangat serius hingga Ye Han tidak melepaskan Xia Xi bahkan setelah Xia Xi memohon sampai mulutnya kering.
Xia Xi sangat menyesali ini sampai titik dimana Xia Xi tidak bisa untuk berkata kata.
Ye Han yang selalu tenang dan tetap dengan pengendalian diri yang kuat, tidak terduga akan menjelma menjadi binatang buas hanya dengan sebuah ciuman kecil yang Xia Xi tanamkan pada bibir Ye Han.
Xia Xi merinding sampai semua bulu tengkuknya bahkan berdiri.
Xia Xi bersumpah tidak ingin mengambil inisiatif sialan seperti ini lagi, demi keselamatannya dan untuk menghindari bencana kematian yang bisa datang lebih cepat dari seharusnya.
Tidak akan pernah.
➡➡➡
Xia Xi tiba di bandara Beijing, China (BJS) dalam keadaan langit yang masih gelap. Dan waktu menunjukan pukul 4 pagi.
Sekitar setengah jam lagi Xia Xi akan melakukan penerbangan sekitar empat belas jam tujuh belas menit dari Beijing menuju ke Bandara Dallas (DFW).
Menggunakan perhitungan akurat Liu Ji, dengan perbedaan waktu antara Beijing, China Time dengan Dallas, USA Time adalah sekitar empat belas jam.
Maka di perkirakan Xia Xi akan tiba pada pagi hari, sekitar pukul lima di Bandara Dallas.
Xia Xi di antar Langsung oleh Ye Han dengan alasan keselamatan. Dan Xia Xi tentu tidak memikirkan entah alasan itu masuk akal atau tidak. Yang Xia Xi tahu hanyalah Ye Han akan segera berangkat ke perusahaan setelah mengantarnya.
Ye Han bahkan menyiapkan sarapan secara pribadi sebelum Xia Xi berangkat ke Bandara. Dan melakukan sarapan berdua dengan sangat romantis.
Meski sejujurnya Xia Xi sangat enggan untuk meninggalkan Ye Han, namun Xia Xi tidak mempunyai pilihan lain. Karena pergi selama beberapa hari tentu akan menyisakan perasaan rindu yang tak terbantahkan. Dan berpisah dengan Ye Han tentu akan menjadi hukuman tersulit yang pernah Xia Xi dapatkan di seumur hidupnya.
Apa lagi jika mengingat perlakuan manis Ye Han selama beberapa hari terakhir.
Itu semua semakin memberatkan Xia Xi untuk pergi.
Sejak Xia Xi terlahir kembali, Ye Han selalu memperlakukannya dengan sangat manis dan baik, bahkan akan mengutamakan kepentingan Xia Xi sebelum menjalankan kepentingannya sendiri.
Xia Xi juga sangat menghargai itu.
Xia Xi yang tidak pernah merasa di hargai sejak masa kecilnya selama hidup di Beijing, bahkan setelah Xia Xi dewasa dan kembali dari Amerika, semua masih tetap sama. Dan di situ lah, Xia Xi dapat menyimpulkan bahwa orang yang lemah akan hancur atau di hancurkan oleh yang lebih kuat dan berkuasa. Dan prinsip itu berlaku untuk sebuah kehidupan di belahan bumi bagian manapun.
Untuk itu, Xia Xi harus berdiri dengan kuat agar dapat mendampingi Ye Han.
Tidak terasa waktu setengah jam sudah hampir berakhir, dan Xia Xi harus segera masuk ke penerbangannya. Namun Ye Han sama sekali tidak berniat untuk melepaskan Xia Xi dari pelukannya.
Hingga Xia Xi melepaskan pelukan Ye Han dengan paksa, mencium bibir Ye Han sekilas dan melangkah pergi meninggalkan Ye Han dengan perasaan enggan yang mendalam.