
Happy Reading.
➡➡➡
Setelah berkali kali lolos dari serangkaian percobaan pembunuhan. Untuk pertama kalinya Xia Xi benar benar merasakan betapa sakitnya kematian yang sebenarnya.
Setelah mobil yang di kendarainya mengalami kerusakan rem. Mobil menabrak pembatas jalan dan terjun bebas dari ketinggian 50 m, dan menghantam sungai di bawahnya.
Mobil Xia Xi benar benar rusak parah dan hancur.
"Ibu, aku ingin hidup."
Xia Xi berdoa dalam hati, berharap jika Sang Ibu akan melindungi dari Surga.
Xia Xi bahkan masih bisa mengeluarkan suara samar dan menggerakan tangannya untuk meminta pertolongan.
Namun sesaat kemudian Xia Xi tidak bisa melakukan apapun lagi dan Xia Xi justru kehilangan kesadarannya.
➡➡➡
Di lain tempat pada waktu yang sama.
Dua orang petani paruh baya yang berada di sawah di sekitar sungai mendengar sebuah suara seperti benda berat terjatuh dengan suara dentuman sangat keras.
Sudah jelas, pasti sesuatu terjatuh dari atas tebing.
Jalan di atas tebing itu memang sering memakan korban jiwa, dengan kondisi jalan yang menakjak dan menurun, berkelok kelok serta banyak tikungan tajam, tentu menyebabkan banyak pengemudi menyerahkan nyawanya yang sering berakhir terjun bebas ke sungai.
Ini bukan yang pertama kalinya.
Bahkan lima hari yang lalu pun terjadi kecelakaan serupa, namun kebanyakan dari mereka terjadi di malam hari atau saat cuaca hujan dan berkabut, yang mungkin menyebabkan pengendara terhalang penglihatannya.
Tapi mobil ini?
Jatuh di siang hari bolong dengan cuaca cerah sepanjang waktu?
Apakah ini wajar??
Tentu ini menjadi sesuatu yang patut untum di pertanyakan.
Kedua petani itu bergegas pergi mencari sumber suara dan mendapati sebuah mobil telah ringsek di dalam sungai.
Sungai yang tidak terlalu dalam dan dengan sedikit air yang tidak menyebabkan mobil tenggelam adalah suatu keajaiban. Karena biasanya di musim penghujan seperti saat ini, debit air akan semakin tinggi dan bahkan hampir meluap.
Di sekitarnya hanya ada hamparan sawah dan ladang ladang para petani, dan terlihat pula sebuah ladang membentang namun terbengkalai yang bahkan nyaris menyerupai hutan.
Dengan pohon pohon tinggi di sekitarnya dan beberapa jalan setapak yang di gunakan warga untuk menuju ke ladang dan sawah atau digunakan anak anak yang mungkin akan bermain main di sungai. Dan Sungai yang mengalir jernih dengan batu batu besar di dalamnya.
Seseorang dari mereka segera mengeluarkan ponsel dan menghubungi pihak berwajib serta tim penyelamat.
Ponsel saat ini memang merajai Tiongkok, jadi tidak akan sulit untuk memiliki berbagai tipe ponsel yang bisa di bawa kemanapun, termasuk untuk di bawa bersawah.
Terlihat seorang gadis muda di dalam mobil dengan kondisi yang mengenaskan. Namun gadis itu masih bisa bergerak sebentar dan merintih sebelum gadis itu kembali diam dan sepertinya dia pingsan?
"Ayo selamatkan dia.."
Ucap salah satu di antara mereka dengan tertatih tatih dan segera masuk ke dalam sungai.
"Sepertinya ini tidak baik."
Salah seorang menimpali yang juga turut menyusul masuk ke dalam sungai.
"Ini benar benar sangat sulit? Tubuhnya terhimpit badan mobil."
"Iya, aku juga tahu. Lalu sekarang bagaimana?"
Pria paruh payah mengangkat bahu.
"Entahlah, aku juga tidak tahu."
"Ini akan sulit untuk mengeluarkannya, dan kita juga tidak punya alat apapun yang bisa di gunakan untuk menolongnya.."
Pria paruh baya mengangguk.
"Kamu benar, kita tidak akan bisa melakukan ini sendiri."
"Tapi jika kamu bisa melakukannya, gadis itu mungkin masih bisa di selamatkan, dan Lord tentu saja akan membalas kebaikanmu."
"Kamu tidak bisa hanya mengandalkan aku?"
"Kenapa tidak?"
"Dengarkan aku, aku hanya seorang petani. Dan aku juga tidak tahu apapun tentang cara untuk menyelamatkan orang lain. Lagi pula kita juga tidak bisa melakukan apapun. Kita hanya bisa menunggu tim penyelamat datang untuk mengeluarkannya."
"Tapi mereka akan membutuhkan banyak waktu untuk tiba di sini."
"Tidak, aku yakin aku mereka akan tiba sebentar lagi."
"Tapi aku takut gadis ini tidak akan tertolong. Dia terlihat masih sangat muda dan masa depannya masih sangat panjang."
"Ayolah, kamu tidak perlu memikirkan orang asing yang tidak kamu kenal. kamu hanya perlu memikirkan hidupmu sendiri. kamu tidak perlu repot repot memikirkan orang lain sementara hidupmu sendiripun masih tidak jelas."
"Hey, tidakkah kamu bisa berbicara serius sedikit saja? Aku sama sekali tidak mengerti dengan isi kepalamu, dasar bodoh."