
Jangan lupa tinggalkan jejak ya?
Like, koment dan juga bintang lima.
Tengkyu.
Happy reading.
➡➡➡
Liu Ji mengatakan bahwa rapat mungkin akan selesai dalam waktu dua jam, namun Xia Xi tetap akan menunggu dan akan memberikan Ye Han kejutan yaitu dengan kehadirannya.
Tentu, Ye Han pasti akan menghentikan rapat detik itu juga jika mengetahui bahwa Xia Xi datang ke Ye Empire, namun Xia Xi menolak dengan tegas saran Liu Ji, dan bersikeras untuk tetap menganggu Ye Han hingga pertemuannya berakhir. Ini jelas bukan pertemuan sederhana, dan tentu melibatkan banyak RMB di dalamnya.
Xia Xi masuk ke ruang kerja Ye Han.
Yang terlihat untuk pertama kalinya hanyalah kegelapan. Karena hampir semua barang yang berada di dalam ruangan, didominasi dengan warna hitam dan abu abu. Menunjukan sisi gelap Ye Han beserta temperament dinginnya.
Tidak heran, jika pria itu sangat di takuti oleh sebagian orang.
Xia Xi juga dapat melihat jendela dengan kaca yang lebar namun terhalangi oleh tirai yang menyebabkan seluruh ruangan menjadi gelap gulita.
Xia Xi hanya merasa heran, bagaimana mungkin ada tipe manusia seperti Ye Han yang masih bertahan sampai sekarang? Bertahan dengan dunianya sendiri? Bertahan dalam kesunyian? Bertahan dalam kesendirian?
Kenapa?
Apa semua sifat gelap Ye Han bermula dari kesedihan dan kesendiriannya selama ini?
Xia Xi sungguh tidak mengerti dengan jalan pikiran Ye Han yang sangat sulit untuk di tebak. Namun di balik sikap kerasnya, Ye Han tetaplah seorang pria, yang menginginkan seorang wanita untuk mendampinginya dalam kondisi apapun. Yang selalu mendukung dan memberinya sapaan kecil saat membuka mata di pagi hari.
Ye Han, akan tetap dan selalu Ye Han di dalam hati, jiwa, serta pikiran Xia Xi.
Xia Xi memutuskan untuk duduk di kursi kerja Ye Han sembari menunggu kedatangan Ye Han, kemudian mengutak atik komputer sebentar, dan mendapati bahwa Ye Han tengah mengalami sedikit masalah dalam pembangunan pemandian air panas di daerah Jhaozi.
"Tidak herang jika Ye Han cukup sibuk hari ini."
Ucap Xia Xi pada dirinya sendiri.
Sejujurnya, Xia Xi tidak ingin melihat Ye Han bekerja sangat keras, namun apa yang bisa Xia Xi lakukan??
Xia Xi juga masih dalam tahap membangun perusahaannya dari awal, dan itu membutuhkan banyak waktu juga tenaga, membuat Xia Xi tidak bisa membantu apapun untuk Ye Han.
Xia Xi hanya bisa mendukung serta memberikan semangat yang Ye Han butuhkan untuk terus berjuang atas tanggung jawab besar sebagai kepala rumah tangga Ye.
Xia Xi mematikan komputer, kemudian beranjak menuju kamar mandi.
Terdapat sebuah kamar khusus serta kamar mandi yang mewah di dalam ruang kerja Ye Han, namun masih dengan kontras yang sama, yaitu gelap.
Mungkin kamar ini adalah tempat yang selalu Ye Han tempati saat jarang pulang ke Secret Garden.
Bagaimanapun, Xia Xi selalu menolak untuk melihat Ye Han di masa lalu. Sehingga membuat Ye Han terpaksa untuk tinggal di sini sepanjang malam.
"Namun, itu semua hanya masa lalu, dan mulai sekarang, semua itu tidak akan pernah terulang lagi."
Xia Xi berucap dengan yakin kepada dirinya sendiri, serta bersumpah tidak akan pernah menyia nyiakan Ye Han untuk kedua kalinya.
Beberapa saat kemudian, Xia Xi keluar dari kamar mandi dan duduk di atas ranjang. Menunggu dan masih menunggu. Xia Xi bangun dan berdiri di depan jendela, kemudian duduk di atas ranjang dan mengulangi itu hingga beberapa kali.
Xia Xi sungguh bosan sampai mati.
Xia Xi bahkan telah kehabisan akal untuk berpikir akan melakukan hal apalagi disini selain duduk dan tidur??
Xia Xi akan menjadi gemuk seperti **** jika terus terusan seperti ini.
➡➡⬅⬅
Ye Han keluar dari ruang rapat dengan wajah penuh amarah, bagaimana mungkin mereka tidak bisa menangani masalah kecil seperti itu di Jhaozi??
Percuma saja Ye Han membayar mereka dengan harga yang mahal, jika mereka bahkan tidak bisa mengurus ini dan jika ujung ujungnya memerlukan Ye Han untuk turun secara langsung??
Sama saja dengan mereka hanya menerima gaji, tanpa bekerja keras.
Ye Han membuka pintu ruangannya.
Merasa terkejut karena tirai jendela telah terbuka, juga beberapa berkas di atas meja telah tersusun rapi di depan komputer.
Ye Han berlalu dan kemudian tersenyum saat melihat sesosok gadis tengah meringkuk seperti bayi di atas tempat tidurnya.
Ye mendekat dan membelai puncak kepala gadis itu juga menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah cantik itu.
Xia Xi segera membuka mata saat menyadari ada pergerakan di sekitarnya.
"Ye Han, kamu sudah kembali?"
Ye Han mengangguk.
"Kenapa kamu di sini?"
Xia Xi duduk dan menyandarkan tubuhnya pada sandaran ranjang.
"Aku hanya merindukanmu dan ingin bertemu denganmu, namun kamu sangat lama, membuatku lelah menunggu hingga akhirnya aku tertidur."
"Apa Liu Ji tidak memberi tahumu?"
Xia Xi berpikir sebentar, dan kemudian tersenyum.
"Liu Ji sudah mengingatkan ku, namun aku sendiri yang bersikeras untuk tetap menunggumu hingga kamu selesai dan akan memberimu kejutan."
"Jika begitu, mana kejutanku?"
Ye Han menjepit dagu Xia Xi dengan jari jemarinya.
Cup.. cup.. cup..
Tanpa aba aba, Xia Xi segera memberikan tiga kecupan manis pada bibir Ye Han.
Mendapat perlakuan manis seperti ini, cukup untuk membuat sang iblis menelan seribu emosi yang di rasakannya, bahkan mampu mengubahnya menjadi gumpalan kebahagiaan yang tidak terhitung jumlahnya.
Ye Han membelai bibir Xia Xi.
"Gadis baik. Apa kamu lapar?"
Xia Xi mengangguk.
"Aku akan meminta Liu Ji untuk memesan beberapa menu kesukaanmu."
Xia Xi menggeleng.
"Sebenarnya, aku ingin makan ramen yang di masak oleh hubby."
"Baiklah, jika itu keinginanmu. Tapi kita harus kembali ke Secret Garden sekarang. Ini sudah malam."
Xia Xi menoleh ke jendela, dan mendapati bahwa langit telah berubah menjadi gelap dengan bulan yang bersinar terang.
Xia Xi mengangguk.
"Apa sekarang kamu lelah? Apa perlu aku memijat bahumu?"
Ye Han menggelengkan kepala.
"Tidak sama sekali saat aku melihatmu, jadi tetaplah di sisiku dan aku tidak akan pernah merasa lelah dengan kehadiranmu."
"Bagaimana jika aku menjadi keriput dan tua?"
"Apa yang perlu di khawatirkan? Bukankah jika kamu keriput dan tua, maka aku akan lebih keriput dan lebih tua darimu?"
Xia Xi tersenyum, usia Ye Han memang telah mencapai dua puluh delapan tahun saat ini, dan hanya berselisih dua tahun lebih tua dari Xia Xi.
"Kenapa kamu tersenyum? Apa itu lucu?"
Ye Han bertanya setelah tidak mendapat jawaban apapun dari Xia Xi.
"Tidak, aku hanya merasa sangat bahagia karena memilikimu di sisiku. Dan sekarang, aku telah mengambil Xia Soft kembali, jadi aku bisa memberikan mahar yang banyak untukmu."
"Mahar apa yang ingin kamu berikan untukku?"
"Bagaimana jika mobil?"
Ye Han menggeleng.
"Rumah?"
Ye Han kembali menggeleng.
Xia Xi berpikir sebentar.
"Bagaimana jika Xia Soft?"
Ye Han masih tetap menggeleng.
"Lalu apa yang kamu inginkan?"
"Aku tidak membutuhkan semua itu, aku hanya menginginkan Surat Pernikahan kita."