Xia Xi THE LADYLOVE ..

Xia Xi THE LADYLOVE ..
XXLL chapter 24



Sinar matahari mengintip melalui jendela lebar di Kamar pribadi Xia Xi dan Ye Han.


Sejak kemarin, mereka berdua telah memutuskan untuk selalu berada di kamar yang sama dimanapun mereka berada, termasuk di Secret Garden.


Bahkan Ye Han telah memindahkan sebagian barang barangnya yang telah berada di ruang kerjanya untuk waktu yang lama ke kamar pribadi mereka.


Karena di masa lalu Xia Xi selalu menjauhi Ye Han, membuat Ye Han menjadi lebih sering beristirahat di ruang kerja dan bahkan tidak pernah menginjakan kaki di kamar Xia Xi.


Namun, sekarang semua telah berbeda. Ini bukan lagi kamar Xia Xi, namun menjadi 'kamar kita', begitulah yang Xia Xi ucapkan.


Xia Xi membuka mata, dan segera mendapatkan keindahan di sebelahnya.


'Apa ini nyata?' Xia xi bertanya kepada dirinya sendiri. Xia Xi bahkan mengerjapkan mata berkali kali seakan tidak yakin dengan penglihatannya sendiri, dan masih merasa bahwa ini hanyalah bagian dari mimpi.


"Sudah puas melihatku?"


Ucap Ye Han dengan mata yang masih tertutup dan kembali menarik Xia Xi ke dalam pelukannya, serta kembali menyelimutinya.


"Astaga, bagaimana kamu bisa melihatnya? Kamu bahkan tidak membuka matamu?"


Ye Han tersenyum.


"Kenapa kamu masih bertanya? Bukankah aku memang selalu tahu segalanya meski dengan memejamkan mata? Dan apakah dengan melihatku akan membuatmu bahagia??"


"Tentu saja, apa yang tidak my hubby tahu?? Tentu saja suamiku tahu segalanya. Tapi kamu tidak akan kehilangan apapun saat aku memperhatikanmu. Badanmu masih tetap utuh dan tidak ada yang berkurang."


Sejujurnya Xia Xi merasa sangat malu setelah tertangkap basah tengah memperhatikan Ye Han yang tertidur pulas.


Ye Han hanya tersenyum menanggapi kejujuran Xia Xi di pagi hari.


"Tentu saja ada yang berkurang."


"Benarkah, biar aku lihat bagian tubuhmu sebelah mana yang berkurang?"


Xia Xi mulai meraba dari wajah dan kemudian turun ke tubuh Ye Han.


Namun Ye Han segera menghentikan pergerakan Xia Xi tepat saat tangan Xia Xi berada di dadanya.


Xia Xi menggigit bibirnya sendiri saat mendengar ini. Kata kata terindah yang pernah Xia Xi dengar di sepanjang hidupnya.


"Bagaimanapun kita harus bangun dan kamu harus berangkat bekerja. Serta mencari uang yang sangat banyak untuk menghidupiku dan anak anak kita nanti."


Xia Xi berkata panjang lebar namun hanya di tanggapi dengan senyuman menggoda dari Ye Han.


"Aku sudah mempunyai cukup uang jika hanya untuk menghidupi mu. Namun soal anak anak, apa kamu sungguh sungguh sangat menginginkannya sekarang? Jika kamu sudah tidak sabar untuk mendapatkan seorang anak, aku bisa memberikannya bahkan jika itu untuk saat ini."


Ye Han menampilkan senyum iblisnya.


Membuat Xia Xi sungguh merinding hingga ke tulang. Dan Xia Xi sungguh tidak mengerti dengan isi pikiran Ye Han. Xia xi merasa jika ucapannya biasa biasa saja, namun justru di tanggapi dengan serius oleh iblis besar??


"Tidak tidak. Maksudku adalah sekarang kamu pasti sangat lelah, dan jika kamu tidak berangkat ke kantor sehari, mungkin tidak akan membuat perusahaanmu menjadu bangkrut. Jadi beristirahatlah di rumah hari ini dan tetaplah tidur. Bagaimanapun seharian kemarin kamu sudah bekerja sangat keras di perusahaanmu. Kamu pasti masih sangat lelah sekarang."


Xia Xi mencoba untum menenangkan iblis besar dengan kata kata yang di ucapkan dengan sangat halus serta terdengar merdu.


Namun, siapa sangka jika itu justru membuat pandangan Ye Han semakin gelap.


"Apa kamu sungguh sungguh meragukan staminaku?? Bahkan jika aku lelah, staminaku masih sama dan tetap tidak akan berkurang."


Xia Xi "......."


Bagaimanapun sekali iblis akan tetap menjadi iblis meski sudah seratus tahun sekalipun.


Xia Xi tidak menanggapinya lebih jauh, Xia Xi takut tidak akan bisa menanggung konsekuensi berat yang akan di dapatkannya, jika kembali melewati garis bawah si iblis besar.


Xia Xi hanya menarik nafas panjang dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Ye Han.


Xia xi tidak tahu, kapan terakhir kali dia menyandarkan kepalanya seperti ini.


Di masa lalu, ketika masih berada di Amerika, Xia Xi dan Ye Han akan selalu seperti ini.


Setiap saat dan untuk waktu yang lama. Hingga Xia Xi bahkan tidak menerima pekerjaan apapun karena malas dan tidak memenuhi panggilan Cheng Mian untuk melakukan beberapa tugas.