
"Kucing kecilku.. ibu sangat merindukanmu.. Sudah sangat lama sejak kita tidak bertemu dan kalian sudah sebesar ini? Oh.. bayi kesayangan ibu, apa ayah merawat dan memberi makan kalian dengan baik?"
Xia Xi berucap seraya berlari dan memeluk kedua Macan tutul besar serta mengelus keduanya dengan perasaan rindu.
Seakan merasakan kerinduan yang sama, Kedua besar dengan patuh segera menjilati Xia Xi dengan menempelkan dan menggesek gesekan tubuh besarnya pada Xia Xi.
Liu Ji hanya menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal saat mendengar perkataan Nyonya mudanya. Kucing ini seberat tiga puluh kilogram dan panjangnya hampir dua meter, dan ini tidak bisa di katakan kecil bukan??? dan mereka bahkan tidak akan pernah merasakan kelaparan sama sekali, karena Liu Ji Lah yang selalu memberi mereka makanan yang sangat bergizi. Okey??
Xia Xi dengan gembira segera menggiring kedua besar itu kembali dan memasukan mereka ke dalam rumah. Kemudian berjalan ke dapur, dan membawa dua potong besar daging sapi terbaik dari kulkas dan segera memberikannya kepada dua besar itu.
Xia Xi mengelus kepala Dua besar dan Dua Besarpun segera memakan daging sapi mereka dengan patuh dan lahap.
Ye Han yang duduk di sofa tetap memperhatikan seksama dengan apa yang di lihatnya.
Kenapa Ye Han mulai merasa menyesal telah membawa Xia Xi untuk bertemu dengan dua besar itu sekarang?? Yang berarti bahwa mungkin Xia Xi akan lebih memperhatikan dua besar sama seperti dahulu, dan akan kembali melupakannya.
Ye Han menghela nafas panjang.
Liu Ji yang berdiri di samping kanan Ye Han, dapat mengerti tentang apa yang tuannya rasakan. Namun Liu Ji hanya bisa memperhatikan tanpa tahu apa yang harus dilakukan.
Xia Xi membawa dua besar ke sofa.
"Jadilah anak yang baik, oke? Ibu akan berbicara dengan ayah sebentar, hmm..??"
Dua besar mengaum bersamaan dan segera berbaring pada karpet berbulu di depan sofa.
Melihat ini, Liu Ji segera berdehem dan segera pamit untuk undur diri. Liu Ji sangat mengerti apa yang akan mereka lakukan selanjutnya, tentu sesuatu yang akan membuat pria sepertinya menjadi makhluk bodoh karena tetap melajang.
"Ye Han, bagaimana mungkin kamu masih memiliki mereka? Dan bagaimana kamu membawanya kembali? Aku merasa menjadi ibu yang sangat buruk karena tidak bisa menjaga dan merawat mereka dengan baik."
Xia Xi merasa sedih karena telah menelantarkan bayi Leopard selama bertahun tahun saat harus di bawa oleh Lan Xue secara paksa kembali ke Beijing.
Ye Han dapat mengerti dengan sangat baik tentang kesedihan yang Xia Xi rasakan saat ini.
"Tidak sulit untuk membawa mereka, mereka anak yang baik dan tidak terlalu merepotkan. Sejujurnya, Aku mempunyai keyakinan bahwa aku akan menemukanmu di Beijing saat kamu menghilang secara tiba tiba, tapi karena aku mencarimu selama bertahun tahun sebagai An Xira, maka tidak ada seorangpun yang dapat mengenalimu. dan sebagai gantinya, aku membawa bayi bayi ini kembali dan mulai merawat mereka sebagai obat karena terlalu merindukanmu."
Ye Han memberi jeda sebentar pada kalimatnya, dan sesaat kemudian kembali melanjutkan.
"Tapi karena sekarang kamu telah kembali dan telah berada di sini, kamu bisa merawat mereka sendiri jika kamu menginginkannya. Bagaimanapun, mereka adalah milikmu sejak awal dan aku juga akan mengembalikan mereka kembali kepadamu."
Xia Xi sangat terharu mendengar ini. Kucing kucing kecil ini tentu sangat penting untuknya, namun di banding itu, Ye Han tetap yang paling utama dalam hidupnya.
"Ye Han, aku tidak bisa merawat mereka sendiri, aku tidak ingin untuk menjadi single mom. Mereka sangat membutuhkan sosok seorang ayah. Jadi mari kita rawat mereka bersama sama.. hm??"