Xia Xi THE LADYLOVE ..

Xia Xi THE LADYLOVE ..
XXLL Chapter 69




➡ Visual Ye Han ⬅


Keesokan harinya.


Ye Han menggenggam erat tangan Xia Xi saat keluar dari Kantor Urusan Sipil.


Surat pernikahan telah resmi di tanda tangani. Namun, jangan harap akan ada resepsi mewah ala taipan kaya, ataupun resepsi mewah dengan selebriti selebriti dunia sebagai pengisi acara yang belakangan ini tengah menjadi trend di Tiongkok.


Karena semua itu tidak akan pernah di temukan untuk keluarga bermarga Ye.


Apalagi Ye Han yang memang sangat melarang keras untuk setiap anggota keluarga menampakan diri di depan umum.


Bukan tanpa alasan, semua tentu untuk kebaikan setiap anggota keluarga Ye itu sendiri.


Bagaimanapun, keluarga Ye menjadi sasaran pembunuhan nomor satu di Tiongkok, semua ini bahkan telah di bahas dalam surat kabar nasional China tentang maraknya aksi pembunuhan berencana untuk para Taipan kaya di China.


Itu juga berakibat buruk untuk perekonomian Negara yang mungkin akan menyusut jika sampai kehilangan salah seorang penyokong terbesar dalam bidang perekonomian, dan keluarga Ye adalah pengusaha yang paling di lindungi oleh pemerintah setempat.


Satu satunya alasan Ye Han mencanangkan peraturan ini adalah karena Ye Han tidak ingin kejadian yang menimpa orang tuanya kembali terulang kepada keluarganya yang lain.


Sebisa mungkin Ye Han akan melindungi dan akan berdiri di baris terdepan jika itu untuk melindungi keluarga yang selama ini patuh dengannya. Itu akan menjadi balasan setimpal atas kepatuhan mereka selama ini.


Terlebih lagi, Ye Han juga ingin melindungi Xia Xi secara maksimal, jadi tidak akan rugi meskipun tanpa resepsi ataupun sejenisnya. Karena yang menjadi poin utama adalah Surat Pernikahan serta kehidupan rumah tangga itu sendiri.


Bahkan jika Ye Han harus selamanya bersembunyi di balik bayang bayang, sama sekali tidak menjadi masalah. Asal dia masih bisa mengendalikan China sebagai penguasa mutlak meski hanya melihat dari kegelapan melalui dunia bawah tanahnya.


"Ye Han, ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu."


Ucap Xia Xi setelah Xia Xi memakai sabuk pengamannya dan duduk di sebelah Ye Han di dalam mobil.


Ye Han menoleh sekilas, dan kemudian melajukan mobilnya menuju Secret Garden.


"Apa itu?"


Xia Xi ragu untuk mengucapkannya. Bagaimanapun, Xia Xi tidak tahu apakah Ye Han akan menyukainya akan tidak. Xia Xi takut jika Ye Han akan menolak ini.


"Sebenarnya,....."


"Apa yang sebenarnya ingin kamu katakan? Katakan saja, tidak perlu ragu untuk itu."


"Aku... Aku hamil, hubby."


Hamil??


"Aku hamil, Hubby. Apakah kamu menginginkannya atau tidak?"


Xia Xi kembali mengucapkan perkataan yang sama setelah tidak mendapat jawaban apapun dari Ye Han.


Merasa takut jika Ye Han tidak menginginkan seorang bayi. Xia Xi bahkan mengetahui dengan sangat jelas jika Ye Han tidak menyukai anak kecil lebih dari apapun karena terlalu merepotkan dan berisik.


Xia Xi menoleh ke arah Ye Han, dan melihat sebuah senyuman melengkung dari bibir indah Ye Han.


"Kenapa aku harus tidak menginginkannya? Tentu aku sangat menginginkan seorang bayi dan justru merasa sangat bahagia jika itu adalah bayi yang berada dalam kandunganmu."


"Benarkah?"


Xia Xi sangat terkejut saat mengetahui jika Ye Han ternyata tidak mempermasalahkan kehamilannya sama sekali, dan justru sebaliknya, bahwa Ye Han sangat mendukung kehamilannya.


"Hm."


Ye Han mengangguk.


"Aku ingin memiliki seorang bayi perempuan, agar aku bisa mengetahui bagaimana kamu saat kamu masih kecil."


Xia Xi menggelengkan kepalanya.


"Tapi, aku sangat menginginkan seorang bayi laki laki, Hubby. Aku juga ingin melihat seperti apa hubby saat masih bayi."


"Bagaimana jika kita memiliki dua bayi, bayi perempuan untukku, dan bayi laki laki untukmu?"


"Ini bukan tentang pemesanan bayi, Hubby? Kita tidak bisa memesan sesuai keinginan kita, tapi kita bisa melihat bagaimana hasil kerja kerasmu setiap malam dalam membantu proses pembuatannya."


"Setidaknya, aku tidak akan mengecewakan. Kinerjaku sangat baik dalam segala hal, termasuk saat harus berkontribusi secara langsung dalam membantu proses pembuahan seorang bayi."


Xia Xi mengangkat sebelah alisnya.


"Tentu, kamu selalu menjadi yang terbaik."


Xia Xi mengangkat ibu jarinya untuk memuji kehebatan Ye Han dalam segala hal.


Mendengar ini, Ye Han mengerjapkan matanya sebanyak tiga kali.


"Yang harus kamu ketahui adalah, tidak penting apakah itu bayi laki laki atau perempuan. Terlepas dari itu, aku hanya ingin menjadi Ayah yang baik untuk anak anakku, dan menjadi suami yang baik untukmu."