
Dengan sisa sisa kekuatan yang Xia Xi miliki, Xia Xi terus berlari hingga celah itu semakin lebar dan benar benar menelan tubuhnya.
➡➡⬅⬅
Bukan hanya jari, bahkan tangan Xia xi mulai bergerak dengan teratur, Ye Han terus menerus memandangi Xia Xi tanpa berkedip.
Hingga melihat dengan takjub bahwa mata cantik itu mulai terbuka, ini bukan mimpi.
Sial .. dan ini sungguh nyata, bahkan sangat nyata.
Ye Han yang masih setengah terkejut, lantas segera meraih dan menekan tombol dua kali untuk memanggil Han Lingyu, si bodoh itu.
Ye Han bahkan tidak beranjak dan melepaskan genggaman tangannya dari Xia Xi.
➡➡⬅⬅
Xia Xi membuka mata untuk pertama kalinya setelah kalahirannya kembali. Berkedip beberapa kali dan memindai sekeliling dengan hanya menggerakan bola matanya.
Xia Xi merasakan mati rasa di sekujur tubuhnya, badannya kaku dan terasa kesemutan di setiap inci anggota tubuhnya.
Tubuhnya juga terasa berat seperti berbagai macam alat yang terpasang di sana sini.
Terlihat ada sebuah infus dan juga ventilator yang jelas terhubung ke tubuhnya.
Juga tercium bau berbagai macam obat obatan, yang mungkin selalu di berikan dokter secara rutin kepada Xia Xi selama tidurnya.
Mungkin Xia Xi memang dalam keadaan yang sangat serius beberapa waktu lalu.
Juga ada sebuah tangan besar yang menempel erat dengan tangannya. Xia xi melirik sekilas dan melihat bahwa itu adalah Ye Han. Untuk pertama kalinya setelah terlahir kembali Xia xi di beri kesempatan untuk dapat melihat wajah tampan Ye Han lagi.
Xia Xi menoleh dan melihat Ye Han lekat, wajah yang masih sama, hanya saja terlihat lebih kurus dan sangat berantakan.
Mungkin setelah kepergian Xia Xi, Ye Han sungguh tidak memperhatikan kesehatannya
Setelah beberapa saat, sekelompok dokter dan perawat memasuki Intensive Care Unit khusus yang hanya di tempati oleh Xia Xi seorang.
Meminta Ye Han meninggalkan ruangan sebentar. Meski enggan, namun Ye Hanpun menurut pada akhirnya.
Han Lingyu dapat melihat Xia Xi tengah mengerjapkan mata saat ini, dan tanpa menunggu lebih lama lagi, Han Lingyu segera memeriksa Xia Xi secara teliti.
Mulai dari tekanan darah, detak jantung, bahkan urinepun tidak luput dari perhatian Han Lingyu.
Han Lingyu mengangguk puas, Setelah di rasa kondisinya cukup stabil dan lebih baik. Han Lingyu segera melepas tube yang di masukan ke dalam mulut Xia xi dengan hati hati.
Perawat pun membantu menangani sisanya.
"Apa yang anda rasakan nona Xia?"
Tanya Han Lingyu sesaat setelah melepas tube.
Xia xi tetap diam dan tidak merespon apapun. Lidah Xia Xi terasa kelu dan seperti tidak bisa mengeluarkan suara walau Xia xi sangat ingin.
"Apakah ini masih sangat sakit?"
Han Lingyu kembali bertanya dengan memegang kepala Xia xi. Jelas jika Xia Xi masih harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Xia Xi menggeleng.
Meskipun Han Lingyu masih belum bisa membuat Xia xi berbicara, namun dengan melihat Xia Xi merespon ucapannya dengan gelengan kepala, sudah cukup membuat Han Lingyu merasa puas. Bahkan sangat puas.
Dan bisa membantu proses penyembuhan untuk seorang wanita kesayangan Ye Han secara pribadi adalah suatu kebanggaan tersendiri dalam hidup Han Lingyu.
Han Lingyu menghela nafas sangat lega dengan kesadaran Xia xi setelah mengalami koma selama satu tahun lebih. Tentu dengan terbangunnya Xia Xi kembali akan semakin mudah melakukan terapi fisik untuk memulihkan kondisi tubuhnya dengan cepat.