
Ye Han mengangguk puas dengan pengaturan yang telah di terapkan oleh si bodoh Han Lingyu.
Untuk sesaat Ye Han ragu sejenak, sebelum akhirnya Ye Han membuka pintu kamar tempat Xia Xi di rawat.
Begitu memasuki ruangan, Ye Han dapat mencium wangi bunga mawar tiongkok dan bunga seruni yang tertanam dalam vas keramik di setiap pojok ruangan.
Ruangannya juga luas dan sangat nyaman.
Dengan perpaduan warna coklat dan cream di dinding dan furniture kamar, membuat ruangan ini terkesan classic namun tetap modern.
Juga sebuah televisi yang menyala.
Ye Han melihat seorang wanita muda dan cantik yang tengah duduk santai namun tetap diam dan fokus melihat layar laptopnya, dengan jari jemari yang bergerak cepat di atas keyboard.
Sudah jelas bahwa Xia xi mendapatkan Laptopnya dari petugas rumah sakit.
Melihat pintu terbuka, Xia xlXi menghentikan aktifitasnya dan segera menoleh ke arah pintu.
Sesosok pria tampan tengah berdiri diam dan tak bergerak sama sekali, dan sepertinya mata indah itu masih terpaku memperhatikan Xia xi.
Xia xi berusaha beranjak dan berdiri dengan susah payah. Dengan tertatih tatih Xia xi terus berjalan mendekat ke arah Ye Han.
Ye Han tidak melakukan apapun, atau berniat membantu Xia Xi berjalan.
Ye Han berpikir jika Xia Xi mungkin akan memukulnya dan mengusirnya untuk pergi jauh dari hidupnya.
Xia Xi semakin dekat, dekat dan terus mendekat.
Dan kini Xia Xi sudah berdiri tepat di hadapan Ye Han.
Tanpa aba aba, Xia Xi segera merentangkan tangan dan berhambur ke pelukan Ye Han. Xia Xi bahkan bisa mencium aroma maskulin dari parfume yang sama seperti yang Ye Han pakai setiap hari. Juga tubuh yang tetap kokoh seperti dahulu.
Xia Xi memeluk Ye Han untuk waktu yang lama. Sebelum Ye Han benar benar tersadar dengan apa yang terjadi sekarang, Ye Han segera membalas pelukan Xia xi dan mendekapnya erat.
Merasa Ye Han membalas pelukannya, Xia Xi segera melonggarkan pelukannya dan mendongak menatap mata tajam Ye Han.
Dan untuk pertama kalinya setelah kelahirannya kembali, Xia Xi berbicara dengan suara parau dan susah payah dan terdengar samar di telinga Ye Han.
"Ye Han, aku kembali."
Ye Han yang masih sangat terkejut dan tidak bisa mengeluarkan sepatah kata atau bahkan merespon apapun, kemudian kembali mendengar suara lemah Xia Xi yang hampir tidak terdengar oleh Ye Han.
"Aku akan menikahimu secepatnya."
Ye Han mulai merasa kacau dengan apa yang di dengarnya. Mungkin setelah mengalami kecelakaan dan mengalami tidur panjang membuat salah satu skrup di kepala Xia Xi benar benar ada yang terlepas.
Ye Han refleks menyentuh dahi Xia xi dan berkata,
"Tidak panas, apa perlu ku panggilkan Han Lingyu atau Lin Zizi untuk memeriksamu?" Tanya Ye Han khawatir yang justru di hadiahi pelukan hangat sekali lagi oleh Xia Xi.
"Aku hanya ingin kamu, sebentar saja. Aku akan segera pulih dengan cepat tanpa harus ada Han Lingyu sialan ataupun Lin Zizi di sini."
Xia xi melepaskan pelukannya, berjinjit dan mencium bibir Ye Han sekilas, dan melanjutkan,
"Aku sangat merindukan mu,.. sangat sangat sangat banyak."
Pandangan Ye Han menjadi gelap untuk sesaat, namun dua detik kemudian Ye Han memeluk Xia xi dan menanamkan ciuman lembut pada bibir Xia Xi