Xia Xi THE LADYLOVE ..

Xia Xi THE LADYLOVE ..
XXLL S2 chapter 74



Xira kembali menuju Houston setelah dua hari menginap di Dallas, bersama Hyuri.


"Biar ku ingatkan sekali lagi, Leonard itu bajing*n. Hmm??"


Ucap Hyuri begitu tiba di Base Houston.


Xira mengangguk.


"Kamu tidak perlu khawatir, aku tidak akan jatuh pada pesona seorang bajing*n seperti Leonard."


"Meskipun aku juga tidak mengetahui dengan pasti kebenaran tentang Leonard, aku hanya menilai berdasarkan apa yang aku lihat dan apa yang aku dengar."


"Tapi, menurut penglihatan ku, dia tidak mungkin menggoda gadis gadis? Apa kamu tidak bisa melihat betapa garangnya dia? Dia bahkan sangat tidak memiliki sisi imut dari segi apapun."


Hyuri mengangkat bahu.


"Entahlah, itu hanya sekedar kabar angin, dan belum teruji kebenarannya. Namun tidak ada salahnya untuk antisipasi bukan? Lebih baik mencegah dari pada mengobati."


"Aku setuju denganmu, kakak."


Ucap Xira seraya mengedipkan sebelah matanya ke arah Hyuri. Membuat Hyuri bergidik ngeri dan segera kabur menuju tempat pelatihan bela diri


Xira tersenyum melihat ini, dan bergegas untuk menemui Leonard untuk membicarakan tentang kinerjanya selama menjalankan misi, atau mungkin membahas yang lain??


Xira segera mengetuk pintu ruang kerja Leonard. Setelah mendapat instruksi untuk masuk, Xira segera masuk ke dalam.


"Silahkan duduk, Xira."


Ucap Leonard mempersilahkan Xira untuk duduk.


Xira mengangguk.


Sudah ada Theo dan juga Alice di dalam ruangan. Tentu saja, Xira, Alice dan Theo di kumpulkan saat ini untuk mengulas balik tentang kinerja mereka selama melakukan misi level G di Las Vegas sebagai bentuk pengembangan untuk misi selanjutnya.


Misi sendiri akan di bagi berdasarkan tingkat kesulitannya. Di mulai dari level kelas G atau misi teringan, hingga level kelas A atau misi berat. Sedangkan misi level R adalah misi paling darurat serta terberat sebagai seorang profesional, bahkan bisa di katakan misi paling berbahaya yang hanya akan di limpahkan kepada para profesional di Organisasi.


"Kenapa kalian di kumpulkan di sini adalah karena aku secara pribadi akan memberikan ucapan SELAMAT atas keberhasilan kalian dalam menjalankan misi pertama kalian."


Leonard bertepuk tangan serta memuji kinerja tiga orang yang masih amatir di hadapannya, namun meskipun ini pertama kali bagi mereka, tapi mereka tidak kalah profesional dari para senior Absolute Asia.


Xira, Theo serta Alice ikut bertepuk tangan untuk mengimbangi Leonard.


"Dan untuk selanjutnya, kalian akan menjalankan misi yang berbeda dengan tim yang berbeda pula. Kalian akan mulai berbaur dengan para profesional dalam tim untuk menyelesaikan misi. Apa kalian mengerti??"


Xira, Alice dan Theo mengangguk mengerti.


"Bagus, hanya itu yang akan aku sampaikan. Kalian bisa kembali ke Asrama kecuali An Xira, ada yang perlu kita bicarakan."


Theo dan Alice segera pergi, meninggalkan Xira yang hanya berdua dengan Leonard di dalam ruang kerja Leonard yang penuh dengan layar layar pemantau pada Base Houston.


Leonard beranjak dari kursinya, kemudian mendudukkan dirinya di sebelah Xira.


"An Xira, sepertinya kita akan satu tim pada misi selanjutnya."


Xira mengangkat sebelah alisnya.


"Oh ya?"


"Hm."


"Lalu apa yang salah dengan itu??"


Xira bertanya dengan bingung.


"Apa kamu tidak senang jika kita menjadi tim?"


Xira berpikir sebentar.


"Rasanya, biasa saja. Tidak ada yang istimewa, bukankah kamu, Theo, Nick dan semua sama saja??"


"Kenapa kamu menyamakan aku dengan Theo ataupun Nick? Aku dan mereka jelas berbeda jauh."


"Okey, kalian berbeda, sangat berbeda."


"Sejujurnya, aku selalu menantikan hari dimana kita bisa menjadi satu tim yang kompak dan hebat."


"Satu tim yang kompak dan hebat?? Apa kamu yakin akan terjun secara langsung ke tempat eksekusi??"


Xira baru menyadari jika ucapan Leonard yang sebenarnya adalah bahwa mereka akan bekerja sama dalam misi.


"Lalu bagaimana dengan Base??"


"Aku akan meminta Cheng Mian untuk mengawasi base untuk sementara jika aku tidak ada."


Xira menepuk keningnya sendiri.


"Astaga. Ini pasti tidak benar."


"Kenapa?? Aku hanya ingin melindungimu saat tengah menjalankan misi, apa itu salah??"


"Kenapa kamu menjadi sok imut seperti ini? Kamu sungguh membuatku takut."


"Apa itu salah?? Aku hanya akan berubah imut dan menggemaskan hanya untuk An Xira seorang."


"Tapi itu sangat tidak cocok denganmu."


"Entah itu cocok ataupun tidak, aku tidak peduli."


"Apa kamu merasa puas sekarang? Biar ku ingatkan sekali lagi, kamu adalah bosnya, okey? Jadi kamu tidak perlu repot untuk membahayakan diri sementara kamu bisa duduk dengan tenang di sini."


"An Xi-ra, aku serius."


"Apa kamu berpikir bahwa aku tidak serius? Aku bahkan tidak pernah seserius ini sepanjang hidupku."


Xira menoleh ke arah Leonard sekilas, kemudian berdiri.


"Baiklah, jika kamu sudah selesai bicara, aku akan pergi."


"Tunggu."


Leonard memegang tangan Xira untuk mencegah Xira pergi hingga membuat Xira terduduk kembali.


"Ada apa lagi, Leonard? Jangan bicara omong kosong lagi? Aku harus segera menemui Cheng Mian untuk meretas basis internal Devil Syndicate, dan jika itu tidak penting tolong jangan ganggu aku lagi, aku sibuk."


"Kamu ini, sangat jahat padaku? Berhentilah bermain main? Tidak ada orang yang lebih sibuk di sini selain aku, okey?"


"Baiklah baiklah, kamu sangat sibuk. Sangat sibuk untuk menggodaku. Iya, itu juga bisa di hitung sebagai suatu kesibukan, bukan??"


Leonard tersenyum saat mendengar ucapan jujur Xira.


"Tapi, aku hanya menggodamu, dan tidak pernah menggoda yang lain."


"Ya ya ya, terserah kamu saja, aku tidak peduli."


"Benarkah jika kamu tidak perduli? Bukankah aku sangat mempesona? Apa kamu tidak tergoda dengan pesonaku??"


Xira tertawa.


"Biar aku lihat, bagian mana pada dirimu yang mempesona?"


Xira menatap mata Leonard sebentar, kemudian meneliti dari atas ke bawah, kemudian ke atas lagi dan terus mengulanginya hingga beberapa kali.


"Bagaimana? Bukankah aku tampan? Tubuhku juga bugar??"


Xira mengangguk.


"Ku akui, kamu tampan dan juga bugar. Tapi..."


"Tapi? Tapi apa?? Ayo cepat katakan?"


"Tapi hampir semua anggota di organisasi juga memiliki tubuh atletis sepertimu, dan mereka juga tampan. Plus aku juga sudah terbiasa melihat keindahan seperti itu setiap hari."


Xira menepuk pundak Leonard sebanyak tiga kali untuk memberi Leonard semangat.


Leonard membeku sejenak.


"Dasar gadis nakal. Baiklah, ayo ku antar menuju Cheng Mian."


Xira dan Leonard berjalan berdampingan di sepanjang perjalanan menuju ruang kerja Cheng Mian, di selingi dengan tawa serta candaan, layaknya sepasang kekasih. juga Mereka terlihat akrab satu sama lain.


Leonard berusia lima tahun lebih tua dari Xira, dan Leonard merupakan penanggung jawab terbesar di bawah wewenang An Yossi.


Setelah Tuan An pensiun, Tuan An telah resmi menyerahkan kekuasaan mutlak kepada An Yossi, sehingga membuat An Yossi menjadikan Leonard sebagai pemegang otoritas resmi.


Menjadikan Leonard sebagai pemegang kunci organisasi serta bebas membuat keputusan meskipun itu tanpa persetujuan An Yossi.