
Udara malam membuat tubuh Xia Xi terasa beku, entah karena udara dingin atau karena rasa takut akan hal hal kriminal yang bisa saja menimpanya sewaktu waktu. Namun, Xia Xi tetap memberanikan diri untuk terus melangkah agar bisa lebih cepat tiba di apartemennya.
Jarak satu setengah Mil terasa menjadi puluhan mil saat rasa takut menyelimuti, dan benar saja, ketakutan Xia Xi mulai berbuah nyata saat melihat sekumpulan pria kekar bertato terlihat menghampirinya dari balik gang sempit yang tampak gelap.
Entah itu hanya sebuah firasat atau akan menjadi kenyataan? Namun sepertinya, kawanan bajing*n itu sungguh sungguh memburunya saat ini.
"Hei, berhenti."
Adalah suara seorang pria dengan rambut panjang, juga tato yang memenuhi lengannya.
Xia Xi semakin mempercepat langkahnya.
"Hei gadis, apa kamu tuli? Berhenti sekarang juga!!"
Ucap salah satu pria yang lebih muda.
"Haish, dasar kalian sekumpulan idi*t. Mana mungkin gadis itu mau berhenti jika kalian yang memanggilnya? Kejar dan tangkap dia sekarang!!"
Ucap pemimpin gangster yang memberi instruksi kepada anak buahnya.
Mereka yang berjumlah empat orang segera mengejar Xia Xi. Sementara Xia Xi lari secepat yang Xia Xi bisa.
Namun, apalah daya saat Xia Xi hanya sendiri saat di kejar oleh kawanan gangster liar??
Dengan mudahnya, Xia Xi pun tertangkap.
Mereka memegang tangan Xia Xi dari kanan dan juga kiri, serta menyeret Xia Xi menuju pemimpin mereka.
➡ Visual Xia Xi ⬅
"Wah, gadis ini masih muda dan juga cantik."
Ucap pemimpin gangster seraya menjepit rahang Xia Xi.
Xia Xi meronta dengan sekuat tenaga.
"Lepaskan aku, brengs*k."
"Wah, kamu punya nyali rupanya?"
"Sepertinya dia bukan penduduk asli, Bos. Dia tampak seperti wanita Asia."
Ucap salah seorang dari mereka.
Pemimpin gangster mulai mengawasi Xia Xi dari atas ke bawah hingga beberapa kali, dan kemudian menganggukan kepalanya.
"Bukankah ini hal yang bagus? Kita bisa bersenang senang malam ini."
"Yeaaay.."
Mereka saling toss satu sama lain.
"Cuih, kalian hanya sekumpulan sampah. Kalian sama sekali tidak pantas untuk menyentuhku. Anj*ng liar tidak berguna."
Xia Xi meludah dan kemudian mentertawakan mereka.
Mereka terdiam melihat aksi Xia Xi.
"Sepertinya kamu tidak menyayangi nyawamu lagi? Apa kamu ingin mati detik ini juga? Namun jika kamu bersedia untuk bermalam denganku, aku mungkin akan mempertimbangkan untuk melepaskanmu."
Pemimpin gangster mencoba memberi penawaran kepada Xia Xi, sementara para anggota gangster yang lain mentertawakan ini.
"Dasar idi*t. Jika kalian ingin membunuhku, lakukan sekarang juga, jangan banyak bicara la...."
Belum sempat Xia Xi mengucapkan kata terakhirnya, tangan pemimpin gangster telah mencekik lehernya.
Xia Xi meronta dengan nafas yang mulai terengah engah karena mulai kehabisan oksigen. Namun pemimpin gangster tidak melepaskan Xia Xi sama sekali.
Xia Xi hanya berharap akan ada seseorang yang datang, semoga saja petugas patroli melihat kejadian ini dan segera menangkap kawanan bandit bodoh itu.
Semoga.
Sayangnya, ini bukan film atau serial drama yang sering Xia Xi tonton, dan Xia Xi jelas tidak akan selamat kali ini.
Ucap Xia Xi dalam hati sebelum sebuah suara tembakan terdengar, seketika Xia Xi dapat bernafas kembali karena tangan laknat itu telah lepas dari leher Xia Xi. Disertai dengan lolongan pilu dari pemimpin gangster yang mendapat satu timah panas di kakinya.
Seorang pria muda, dan juga tampan tampak keluar dari dalam mobil dan mengarahkan sebuah senjata pada kawanan bandit bodoh yang lain.
"Kalian berani sekali membuat onar di wilayah Absolute Asia?? Apa kalian semua sudah bosan hidup???"
➡➡⬅⬅
Enam bulan kemudian.
"Ini adalah misi pertamamu sejak enam bulan terakhir. Namamu sekarang adalah An Xira. Ingat.. namamu X.I.R.A.. Tidak ada Xia Xi lagi, dan anggap bahwa Xia Xi telah mati enam bulan yang lalu."
Xira mengangguk.
"Aku sudah membuatkan Kartu Tanda Kependudukkan serta Paspor palsu untukku. Terima ini."
Leonard menyerahkan Kartu Tanda Penduduk serta Paspor baru untuk Xira.
Xira menerima ini,
"Terima kasih, Leonard."
Leonard menangguk, dan segera memberi instruksi untuk dua orang anggota lain untuk bersiap siap dalam misi kali ini.
Xira segera berganti baju sesuai misi yang akan di terimanya pertama kali sejak memasuki Organisasi. Kemudian memilih dua Pistol, masing masing Baretta 92 dan Baretta 99 untuk di bawanya sebagai keamanan.
Enam bulan telah Xira lewati dengan kerja keras serta perjuangan sebagai pembuktian bahwa dia memiliki bakat dan berguna untuk orang lain, juga sebagai rasa terima kasih karena An Yossi yang telah menyelamatnya dahulu. Jika bukan karena pertolongan Yossi, mungkin Xira masih Xia Xi yang sama dan tidak akan pernah berevolusi menjadi Xira the Sniper di Organisasi Absolute Asia.
Xira cukup beruntung karena bertemu Yossi malam itu, sehingga dapat bergabung dengan Organisasi serta dapat mememukan para sahabat yang juga memiliki nasib yang tidak jauh berbeda darinya.
Kebanyakan dari mereka, adalah orang orang buangan, orang yang di kucilkan, orang yang di tinggalkan, juga orang yang di anggap tidak bisa melakukan apapun dan selalu di remehkan dalam masyarakat.
Mereka akan di rekrut oleh Yossi, dan akan di latih bertarung oleh Nick, seorang petarung andal di organisasi. Akan di latih menembak oleh Mike, seorang penembak jitu terbaik di organisasi. Juga akan di latih sistym Hacking oleh Cheng Mian.
Kebanyakan mereka adalah warga Asia yang menguasai Daratan Amerika serta menggerakan Amerika dari dunia bawah tanah.
Base Absolute Asia sendiri berada di Houston, dan akan ada base base kecil di setiap wilayahnya.
Sementara Xira sendiri tinggal di Houston untuk menjalani pelatihan yang telah di atur oleh organisasi untuk menunjukan bakat dari setiap individu selama enam bulan.
Setelah enam bulan, mereka akan di beri identitas palsu dan akan mendapatkan misi pertama mereka.
Xira berangkat dengan dua orang lainnya dengan sebuah helikopter menuju kota tua yang telah di tinggalkan di Las Vegas.
Xira di daulat untuk menjadi Leader di kelompok itu, dengan Alicia dan Theo yang juga masih baru dan tidak berpengalaman, sama seperti Xira.
Ini adalah pengalaman pertama yang mereka bertiga rasakan selama beberapa bulan mengikuti organisasi.
Helikopter tiba di sebuah atap gedung pribadi milik Absolute Asia di Las Vegas, Xira segera memimpin Theo dan Alicia menuju pinggiran Nevada dengan sebuah Jeep.
Bersembunyi di sebuah rumah tua dua lantai. Xira memasang perlengkapan yang Theo bawa, yaitu tiga buah senapan laras panjang AWM, serta mengawasi gerak gerik target mereka melalui alat bidik teleskop yang memiliki sepuluh kali kemampuan zoom.
Mereka bertiga berpencar, kemudian Xira akan memberikan instruksi kepada Alice dan Theo untuk langkah selanjutnya.
Beberapa saat kemudian, sebuah mobil hitam tiba dari arah kanan, dan sebuah mobil biru tiba dari arah kiri.
Dengan Tiga orang pria turun dari mobil berwarna hitam, dan dua orang muncul dari mobil berwarna biru.
Xira tersenyum melihat ini, dan memberi instruksi untuk Alice dan Theo segera meringkus target setelah Xira melepaskan tiga tembakan.
Dor..
Dor..
Dor..
Tiga orang bodyguard tumbang seketika, bersamaan dengan dua orang pemimpin mereka yang berhasil Theo dan Alice ringkus.
"Misi sukses."
Xira berbicara dengan Leonard melalui earphone serta segera membereskan senjata bawaan mereka, dan memasukannya kedalam Jeep.
Untuk selanjutnya Theo dan Alice akan membawa dua orang mafia narkoba itu menuju Leonard untuk di interogasi lebih jauh.