Xia Xi THE LADYLOVE ..

Xia Xi THE LADYLOVE ..
XXLL S2 chapter 73



Alice dan Theo telah membawa kedua mafia itu menuju Leonard. Sementara Xira bertugas untuk membereskan ketiga mayat sisanya.


Xira mengumpulkan ketiga mayat itu, lalu membakarnya.


Xira tersenyum setelah berhasil menyelesaikan misinya. Tersenyum seakan yang terbakar adalah masa lalunya.


"Selamat datang Xira, ini adalah awal dari kehidupan barumu, dan Xia Xi telah mati."


Ucap Xira dalam hati sebelum meninggalkan Nevada dengan Jeepnya.


Mungkin Alice dan Theo akan berada di base Las Vegas untuk sementara, sedang Xira harus secepatnya pergi meninggalkan Las Vegas sebelum kawanan Mafia lainnya muncul karena pemimpinnya telah tertangkap.


Xira memutuskan menuju Dallas untuk sementara waktu. Xira akan mengunjungi apartemen yang telah enam bulan di tinggalkan, dan selama itu pula Xira tidak pernah lagi datang ke Sekolah.


Xira sudah bisa mendapatkan banyak uang hanya dengan menyelesaikan misi. Plus, Xira juga bisa belajar banyak dari Cheng Mian, Nick, ataupun Mike tanpa harus menghabiskan waktu seharian di dalam kelas, plus ini juga bisa menghemat uang.


Xira berkendara selama delapan belas jam menuju Dallas, dan tiba di Dallas pada pagi hari waktu setempat.


Ini adalah pertama kalinya Xira menginjakkan kakinya di Apartemen setelah sekian lama tinggal di Houston.


Xira rindu tempat ini, namun kerinduan adalah suatu hal yang sangat Xira jauhi untuk saat ini. Tidak penting apakah itu rindu atau tidak, intinya adalah Xira harus hidup dan secepatnya kembali kembali ke Beijing untuk membereskan semua serta mengembalikan semua seperti sedia kala.


Tiba tiba, Xira mendengar suara ketukan pintu pada Apartemennya, Xira segera membuka pintu dan kemudian mengangkat sebelah alisnya setelah mengetahui siapa yang datang.


"Apa kamu akan membiarkanku untuk terus berdiri di sini seperti orang bodoh?"


Adalah suara seorang gadis cantik berusia dua puluhan.


Xira mengangkat bahu,


"kenapa tidak?"


"Dasar idi*t.."


Hyuri memaksa untuk masuk dan segera duduk di sofa.


"Apa kamu mempunyai jus jeruk di sini?"


"Apa kamu gila? Aku bahkan baru tiba di sini beberapa menit yang lalu setelah enam bulan berada di Houston."


Hyuri meringis.


"Hyuri, kenapa kamu di sini?"


Wanita gila ini adalah An Hyuri, anak kedua Tuan An, adik dari An Yossi, juga kakak kedua Xira.


Karena di Amerika, Absolute Asia tidak di perbolehkan untuk menyebutkan nama Marga mereka. Jadi setiap anggota di wajibkan untuk menghilangkan nama Marga dan hanya akan menyebutkannya di Kartu Tanda Kependudukan jika di tanyakan oleh pemerintah setempat. Serta Nama dari setiap anggota itupun di tentukan oleh pengurus Absolute Asia. Jadi mereka tidak di izinkan untuk memilih nama mereka sendiri.


"Aku baru saja menangkap pembawa senjata Api yang baru saja di selundupkan dari Rusia. Aku mendapat misi untuk menangkap mereka di Dallas, jadi aku mampir ke sini begitu aku membereskan mereka."


Xira mengangguk.


"Aku juga baru kembali dari Las Vegas untuk menangkap gembong Narkoba yang akan bertransaksi, juga Alice dan Theo telah mengurus ini, jadi aku memutuskan untuk kembali ke Dallas secepatnya, sebelum mendapat misi kedua dari Leonard."


"Selamat Xi Ra, karena kamu telah berhasil menyelesaikan misi pertamamu, untuk selanjutnya, bisa di pastikan jika misimu akan naik level di setiap kali kamu bisa menyelesaikan semua misi dengan bersih dan cepat."


Xira menggeleng.


"Entahlah, aku tidak begitu mengerti dengan sistym kerja di Organisasi. Tapi, sudah bisa menjadi adikmu saja, sudah membuatku merasa sangat beruntung. Kamu seorang petarung yang hebat."


"Kenapa kamu masih bertanya?? Itu semua tentu karena kamu telah membunuh banyak mafia selama menjalankan misi. Mungkin itu cukup membuat mereka marah karena mereka telah kehilangan pemimpin mereka, atau mungkin mereka menjadikanmu sasaran karena kamu di anggap sebagai ancaman."


"Apa menurutmu seperti itu?? Jika memang begitu, aku merasa tersanjung karena telah di takuti oleh para musuh Organisasi di luar sana."


"Mereka tentu menjadikan organisasi kita sebagai suatu ancaman, karena organisasi kita telah banyak menumbangkan base base para mafia di seluruh Amerika. Mungkin mereka akan menyimpan suatu dendam yang harus kita terima di sepanjang hidup kita."


Hyuri tersenyum.


"Lalu, kenapa kamu sendiri menggunakan nama Xira di sini? Bukanlah akan lebih menarik jika namamu tetap Xia Xi?? Atau An Xi?? Atau hanya Xi???"


Xira berpikir sebentar.


"Entahlah, aku juga tidak terlalu yakin. Organisasi telah menetapkan ini, dan aku tidak bisa membantah perintah Leonard. Tapi setahuku, kita tidak di perbolehkan untuk membawa nama marga, juga nama asli kita, bukankah begitu??"


Hyuri mengangguk.


"Itu hanya sebagai antisipasi, karena pekerjaan kita terlalu berisiko. Kita hanya akan membahayakan keluarga kita, bahkan diri kita sendiri jika kawanan Mafia itu mengetahui identitas asli kita dan lebih parahnya mereka akan memburu dan membunuh kita."


"Tapi, aku tidak punya keluarga, An Hyuri."


"Apa menurutmu aku punya keluarga? Sebagian besar anggota Absolute Asia adalah gelandangan, An Xi Ra.. tidak punya keluarga, dan tidak memiliki kehidupan. Itu sebabnya An Yossi merekrut kita."


Xira mengangguk.


"Ya, Yossi memang gambaran kakak yang baik untukmu dan juga untukku. Juga Leonard yang selalu mendukung kita."


"Apa kamu bercanda?? Leonard hanya mendukungmu, okey?? Dia tidak pernah mendukung orang lain selain kamu. Hmm?"


"Ayolah, itu semua karena kamu tidak menyadarinya. Leonard baik kepada semua orang. Entah itu untukmu atau untukku, ataupun untuk anggota organisasi yang lain."


"Xi Ra, jangan naif. Pria itu menyukaimu. Okey??"


Xira menggeleng.


"Itu tidak mungkin, Hyuri."


"Aku sudah mengenal Leonard selama bertahun tahun, dan dia tidak pernah berkencan lagi semenjak kamu masuk di Organisasi,"


Hyuri mendekat dan kemudian berbisik di telinga Xira.


"Sebelumnya, dia seorang pemain wanita."


"Oow."


Xira menutup mulutnya karena terkejut.


"Benarkah? Tapi dia tidak terlihat seperti itu."


"Itu karena kamu tidak tahu. Dia sedang mencari perhatianmu. Tapi kamu harus berhati hati dengannya, karena dia akan meninggalkan para gadis yang telah di kencaninya selama satu minggu."


"Aish.. Itu bahkan lebih menyeramkan dari pada hantu. Tapi, dia bukan tipe pria idamanku, plus aku juga tidak percaya adanya cinta di dunia ini."


"Baguslah, berarti kita satu ideologi, aku juga tidak percaya dengan cinta, bagiku itu hanya sebuah omong kosong. Di tambah, aku masih bisa hidup meski tanpa seorang makhluk bernama pria."


Hyuri mengajak Xira untuk melakukan toss sebagai tanda jika mereka memiliki prinsip yang sama.