
Happy reading.
➡➡➡
Xia Xi tiba di bandara Dallas pada pagi hari waktu USA.
Dua orang dengan badan kekar telah datang menjemput Xia Xi.
Tentu saja, dua orang itu adalah orang orang yang Ye Han kirim untuk menjemput Xia Xi dari bandara dan bertugas mengantarkan Xia Xi ke apartemen mereka di Dallas.
Dari Dallas Airlines menuju Hyatt Regency Dallas hanya membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit. Dan segera setelah Xia Xi memasuki Hyatt Regency Dallas, kedua orang suruhan Ye Han segera menyingkir.
Dengan sistem keamanaan yang di jaga selama dua puluh empat jam dan dengan teknologi alarm dan kamera pengawas yang mumpuni maka bisa di pastikan Xia Xi akan sangat aman saat berada di apartemen.
Xia Xi membuka pintu apartemen dan segera memasukinya.
Aroma ini... tidak asing...
Seperti Deja Vu, Xia Xi seakan akan kembali ke masa bertahun tahun yang lalu.
Merasa seperti ada bayangan dua orang remaja tengah bercengkerama dengan gembira dan tengah berbagi kasih sayang bersama. Seorang pemuda tampan yang dan seorang gadis cantik yang tengah tersenyum dan tidak menampakan sedikitpun kesedihan.
Xia Xi segera tersadar kembali dari lamunannya, Xia Xi memperhatikan sekeliling, dan tidak mendapati sesuatu yang telah berubah. Semua masih tetap sama.
Bahkan letak semua perabotan bisa di pastikan tidak ada yang bergeser satu incipun.
Xia Xi ingat bahwa gambar itu di ambil bertahun tahun yang lalu saat berada di Houston.
Xia Xi tersenyum kecil, mengingat kenangan manis itu lagi. Meski waktu telah berlalu, dan manusia telah banyak berubah, namun rasa itu bahkan tidak tersentuh perubahan apapun, dan rasa itu masih tetap sama.
Xia Xi membuka pintu ruang kamar mereka, semua terlihat sangat rapi dan bersih. Seperti seseorang sengaja di tugaskan untuk membersihkan tempat ini setiap hari. Dan masih sama seperti terakhir kali Xia Xi meninggalkannya.
Tidak lupa Xia Xi juga membuka lemari pakaian, beberapa pakaian Xia Xi dan Ye Han masih tergantung dengan rapi di dalam lemari.
Bertahun tahun yang lalu, Ye Han memang sengaja mengajak Xia Xi untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama di Dallas.
Xia Xi bahkan sengaja mengubah letak furniture dan mengubah wallpaper dinding sesuai dengan keinginannya di apartemen Ye Han, dan Ye Han tidak melarangnya sama sekali.
Xia Xi yang hidup entah berantah di negeri orang, sangat bahagia bisa bertemu dengan seorang Asia di Dallas dan berbagi segalanya dengan Ye Han. Termasuk malam pertama bahkan kegadisannya.
Juga, Ye Han yang berhasil selamat dari upaya pembunuhan namun akhirnya juga di tinggalkan oleh orang tuanya yang tidak berhasil tertolong, menjadi seorang diri dan depresi.
Hingga Xia Xi memutuskan untuk membawa Ye Han ke Houston dan mengobati serta membantu menyembuhkan luka hati yang Ye Han derita saat itu. Hingga tanpa sadar, mereka menjadi dekat satu sama lain. Dan mulai menumbuhkan perasaan cinta dan memutuskan untuk menjadi sepasang kekasih.
Xia Xi bahkan masih mengingatnya dengan sangat jelas, kejadian itu... bahkan saat harus melihat pembunuhan itu dengan mata kepalanya sendiri.
Xia Xi selalu di liputi rasa bersalah seumur hidupnya karena tidak bisa menyelamatkan orang tua Ye Han dari insiden berdarah bertahun tahun lalu.
Xia Xi kembali ke alam sadarnya saat telepon genggamnya berbunyi, dan menunjukan IP Ye Han.