
"Wei Ji, ajak Bibi Lan untuk bergabung bersama Manajer Keuangan kita di sini. Saya rasa, Manajer keuangan akan sangat senang jika Bibi Lan berada di sampingnya."
Ucap Xia Xi kepada Wei Ji.
Wei Ji mengangguk.
"Ayo, Nyonya Lan. Ikuti saya."
Ucap Wei Ji kepada Lan Xue, namun di balas dengan penolakan tegas.
"Apa apaan ini? Kenapa kalian menyeretku ke dalam masalah yang sama sekali tidak berhubungan dengan ku?"
Lan Xue tersulut emosi karena Xia Xi berani mempermalukannya di depan banyak orang.
"Kenapa Bibi Lan tidak menurut dengan Wei Ji? Jika Bibi membantah lagi, semua akan menjadi lebih buruk, Saya hanya mengingatkan Bibi agar lebih patuh?"
Xia Xi mendekat ke arah Lan Xue, dan sesaat kemudian Xia Xi mencengkeram rahang Lan Xue, dan berbisik pelan di telinganya,
"Jika Bibi berbuat ulah lagi, ku pastikan Bibi akan jauh lebih menderita saat berada di tanganku. Apa Bibi mengerti?"
Untuk sesaat, Xia Xi dan Lan Xue saling berpandangan dengan tatapan permusuhan. Lan Xue berusaha melepaskan cengkeraman Xia Xi, namun siapa sangka jika Xia Xi ternyata memiliki kekuatan besar yang tersimpan dengan baik dalam tubuh kecilnya, membuat Lan Xue meronta, meminta agar Xia Xi segera melepaskannya.
Dan sedetik kemudian, Xia Xi melepaskan cengkeramannya. Yang menyisakan beberapa tetes darah yang mengalir dari rahang Lan Xue karena kuku Xia Xi yang menancap dengan sempurna di sana.
Xia Xi tersenyum simpul.
"Kalian semua bisa menyimpulkan sendiri tentang isi berkas ke tiga dan ke empat. Isinya adalah bukti penggelapan dana yang telah di lakukan oleh Manajer Keuangan selama bertahun tahun, dan telah di bantu oleh seseorang dengan wewenang tertinggi di Xia Soft sebelumnya. Kalian tidak perlu menebak siapa pelakunya, karena orang itu telah bergabung dengan kita disini sejak awal."
Setelah Xia Xi selesai dengan ucapannya, ruang rapat jatuh dalam kegemparan.
Pandangan semua orang kembali tertuju kepada Lan Xue dan Chui Ming.
Jadi Chui Ming selama ini bekerja sama dengan Lan Xue untuk menjatuhkan Xia Soft dengan penggelapan dana perusahaan??
"Kalian tidak perlu berspekulasi lebih jauh. Saya akan menutup rapat hari ini. Wei Ji??"
"Ya nyonya?"
"Seret dan singkirkan kedua sampah tidak berguna ini. Dan pastikan mereka mengetahui seperti apa neraka yang sebenarnya."
"Ya, Nyonya. Laksanakan."
Wei Ji segera memberi instruksi kepada tiga orang berbadan kekar untuk segera membereskan kedua pembuat onar ini.
"Tidak Xia Xi, ini tidak bisa terjadi. Aku tidak bersalah. Ampuni aku. Aku adalah ibumu, tidak sepantasnya kamu memperlakukan ku seperti ini?"
Lan Xue berteriak seperti orang gila saat tubuhnya di seret secara paksa.
"Tidak Xia Xi, tidak."
Adalah suara terakhir Lan Xue, sebelum tubuhnya di tarik dan menghilang dari ruang rapat dengan cepat.
Xia Xi sama sekali tidak mendengarkan ratapan pilu Lan Xue, Xia Xi bahkan lebih tidak peduli lagi dengan kondisi Lan Xue setelah ini, namun bisa di pastikan jika Lan Xue akan mengalami penyiksaan dan penyiksaan di sepanjang hari selama sisa hidupnya.
Xia Xi tidak mungkin menyerahkan kedua iblis ini kepada Polisi, bagaimanapun Xia Xi tidaklah bodoh. Menyerahkan mereka kepada polisi, sama saja dengan memberikan kebebasan yang sama sekali tidak pantas untuk mereka dapatkan meski telah seribu tahun.
Xia Xi melihat jam pada pergelangan tangannya, waktu menunjukan pukul lima sore, dan Xia Xi segera bergesas meninggalkan ruang rapat.
Xia Xi tersenyum dan segera mengendarai mobilnya menuju ke tempat yang sangat ingin Xia Xi datangi.
Lima belas menit kemudian.
Xia Xi tiba di depan perusahaan Ye Han.
Xia Xi turun dan berjalan dengan anggun saat memasuki Perusahaan.
Bagaimanapun, ini adalah pertama kalinya Xia Xi mengunjungi Ye Han di perusahaan setelah bertahun tahun mengenalnya.
Sejujurnya, Xia Xi ingin sekali melihat ekspresi ketampanan Ye Han saat bekerja.
Di tambah, Xia Xi juga sudah merindukan Ye Han sangat banyak.
Xia Xi bertanya pada resepsionis,
"Maaf nona, apakah aku bisa bertemu dengan Tuan Ye saat ini."
"Maaf sebelumnya, Nyonya siapa?"
"Margaku Xia, dan aku ingin bertemu dengan Ye Han."
"Tuan sedang ada rapat sekarang, apakah Nyonya telah membuat janji sebelumnya?"
Tanya resepsionis dengan ramah.
Xia Xi berpikir sebentar, bagaimanapun ini adalah kejutan, jadi Xia Xi tidak mungkin untuk membuat janji terlebih dahulu.
Meskipun Xia Xi hanya perlu menelepon Ye Han, dan Ye Han sendiri yang pasti akan menjemputnya di Lobby, namun ini bukanlah sesuatu yang Xia Xi inginkan.
Xia Xi kemudian menggeleng.
"Tapi aku belum membuat janji sebelumnya, bisakah nona menelepon Liu Ji dan memberitahukan ini, namun katakan padanya jika ini kejutan."
Resepsionis mengangguk. Dan kemudian menghubungi Liu Ji.
Xia Xi memperhatikan resepsionis dengan teliti, dan melihat nama gadis ini adalah Meng Yi. Seorang gadis yang masih cukup muda namun sangat ramah dengan siapapun yang datang. Mungkin gadis kecil ini akan sangat terkejut jika mengetahui siapa Xia Xi yang sebenarnya.
Beberapa menit kemudian ekspresi Meng Yi berubah menjadi hijau saat mematikan sambungan panggilan dengan Liu Ji.
"Maaf Nyonya Ye, saya minta maaf karena tidak mengenali anda sebelumnya. Tolong maafkan kebodohan saya."
Ucap Meng Yi seraya membungkukan badannya.
Xia Xi tersenyum.
"Ini hanya masalah kecil, tidak perlu di besar besarkan."
"Terima kasih Nyonya atas kemurahan hati anda. Mari saya antar ke Ruangan Tuan Ye."
Xia Xi menggelengkan kepala.
"Aku akan pergi kesana sendiri."
"Baiklah jika ini keinginan Nyonya, Nyonya silahkan menaiki Lift sebelah kiri, dan Nyonya akan langsung tiba di depan ruangan Tuan Ye. Mari saya antar menuju lift."
Meng Yi mempersilahkan Xia Xi untuk memasuki lift eksekutife khusus Direktur.
Xia Xi mengangguk.
"Terima kasih, Meng Yi."
Pintu lift tertutup.
Sementara Meng Yi masih terdiam kaku di depan lift dengan tatapan kosong.
Meng Yi sedikit terkejut dengan keramah tamahan Nyonya Ye, dan berpikir jika Nyonya Ye adalah wanita satu satunya yang sangat serasi untuk bersanding dengan Tuan Ye.
Semoga saja nyonya Ye bisa mencairkan suhu perusahaan yang selalu dingin di setiap waktu.