Xia Xi THE LADYLOVE ..

Xia Xi THE LADYLOVE ..
XXLL chapter 28



Tang Xian bahkan tidak akan pernah menyangka bahwa karirnyapun akan menjadi sasaran kemarahan Ye Han dan ikut terseret bersama kejatuhan keluarga Tang.


Namun, ini lah Ye Han. Akan selalu bertindak cepat dan juga terlampau rapi. Bahkan Ye Han tidak akan main main dengan orang orang yang berani melewati garis bawahnya.


Jangan harap akan ada toleransi, meskipun itu hanya sekedar mimpi, namun mereka tidak akan pernah mendapatkan itu.


➡➡⬅⬅


Pagi hari di Secret Garden.


"Semua telah di lakukan sesuai arahan."


Ucap Liu Ji melaporkan beberapa draft yang telah terealisasi dengan sempurna melalui sambungan telepon.


Mendengar suara Liu ji dari ujung panggilan, membuat Ye Han segera melepaskan pelukan Xia Xi, beranjak dan melangkah ke balkon agar tidak menganggu tidur nyenyak Xia Xi.


"Aku mengerti. Lalu bagaimana dengan tua bangka itu?"


Ye Han bertanya dengan menyembunyikan seringai iblis di balik matanya.


"Li Zhen telah menyeretnya langsung dari Alaska, Dia tengah bersembunyi di kediaman istri mudanya di kota Wasilla. Li Zhen dalam perjalanan menuju Beijing dan di usahakan akan tiba malam ini."


Ye Han mengangguk.


"Siapkan semuanya secara diam diam di ruang bawah tanah Secret Garden, jangan biarkan Xia Xi mengetahuinya."


"Di mengerti."


"Juga, jangan biarkan kepulangan tua bangka itu di ketahui publik ataupun keluarganya, lakukan secara hati hati."


"Apa kita perlu menggunakan metode paling dasar untuk menghukumnya?"


Sebelum Ye Han bahkan menjawab pertanyaan Liu ji disambungan teleponnya, Xia Xu sudah menempel erat di belakang Ye Han dengan melingkarkan kedua lengannya di pinggang Ye Han.


"Kenapa kamu pergi?"


Xia Xi bertanya dengan nada merajuk dan manja.


Ye Han yang memang belum sempat menutup sambungan teleponnya, membuat Liu ji yang berada di ujung sambungan bisa mendengar dengan jelas ucapan Xia Xi.


Liu Ji merasa canggung sendiri karena Xia Xi mungkin berpikir bahwa Liu Ji telah mencuri Ye Han di pagi hari.


"Baiklah, aku akan segera menutup teleponnya."


Bahkan pagi pagi buta seperti inipun sudah disuguhkan dengan keromantisan Tuan serta nyonya mudanya.


Meski sebenarnya menjadi lajang bukanlah pilihan yang salah, namun jika mempunyai ikatan hubungan dengan seoranh wanita, tentu akan menjadi pilihan yang lebih salah lagi.


Liu Ji sungguh sangat menikmati kesendiriannya selama ini sejak kelahirannya, di tambah Tuan dan nyonya Liu tidak pernah mempermasalahkan keputusan Liu ji. Mereka selalu mendukung asalkan Liu Ji masih menyukai lawan jenis dan tidak mengidap penyakit orientasi seksual.


Ye Han segera berbalik dan mendapati Xia Xi di hadapannya. Ye Han segera memeluk tubuh Xia Xii, serta mencium kening, kedua mata, pipi, serta berakhir pada bibir Xia Xi dengan penuh kelembutan dan kasih sayang murni karena cinta.


"Ye Han, aku baru bangun dan bahkan belum mencuci muka apalagi mandi. Bagaimana bisa kamu terus menciumku?" Xia Xi sungguh sungguh memerah dan menahan rasa malunya.


"Bukankah kamu yang memulainya? Namun selalu berakhir dengan kamu yang menolak mengakui dan selalu beralasan belum mandi di setiap momen seperti ini."


Xia Xi melebarkan mata.


"Kenapa kamu terkejut? Bukankah kamu telah menggodaku?"


"Aku tidak berniat menggodamu untuk saat ini, Ye Han."


"Benarkah?"


"Hm."


Xia Xi mengangguk.


"Kenapa kamu sudah berbicara dengan Liu Ji sepagi ini? Apakah sesuatu yang besar terjadi belakangan ini tanpa sepengetahuanku?"


Xia Xi bertanya dengan raut wajah yang menunjukan kekhawatiran.


Ye Han menatap Xia Xi dengan intens, seperti Ye Han terkejut bahwa Xia Xu mampu mendeteksi situasi semacam ini dengan cepat. Dan Ye Han juga dapat melihat bahwa komputer Xia Xi belum terbuka sama sekali, bahkan masih tersegel. Jadi sangat tidak mungkin jika Xia Xi telah membaca berita di media online.


Namun di khawatirkan oleh Xia Xi adalah kejadian langka dan sangat jarang untuk Ye Han rasakan, membuat iblis Ye berubah menjadi Hello Kitty dalam hitungan detik.


"Tidak ada yang perlu untuk di khawatirkan, ini bukan sesuatu yang besar." Ye Han berusaha untuk menenangkan Xia Xi.


"Di masa depan, berjanjilah untuk berbagi dan tidak menyimpan semuanya sendiri. Bukankah di masa lalu kita juga selalu seperti ini, bahkan saat kita masih sangat kecil?"