
Ye Han kembali mengangkat tubuh Xia Xi dari bak.
Xia Xi tersenyum dalam gendongan Ye Han, "Kenapa kamu masih saja mengingat itu? Kamu membuatku menjadi sangat malu, dan itu bahkan sudah sangat lama." Xia xi merajuk.
"Walaupun sudah seratus tahun, aku masih akan mengingatnya, lagi pula itu terjadi di antara kita berdua, jadi apa yang harus khawatirnya? Meskipun kita juga masih sangat kecil tapi itu tidak akan mudah untuk di lupakan. Karena semua ada di sini."
Ye Han menuntun tangan Xia Xi ke dadanya, dan membiarkan Xia xi merasakan apa yang selalu Ye Han rasakan selama ini. Yaitu kehidupan Xia Xi di dalamnya.
"Ye Han??"
Xia Xi berkata dengan suara samar yang bahkan hampir tidak terdengar.
"Hmmm."
"Maaf."
Xia Xi menarik nafas panjang.
"Karena aku tidak mengenalimu dan Maaf karena aku tidak bisa menyelamatkan kedua orang tuamu."
Xia Xi memeluk Ye Han erat dan mencium bibir Ye Han sekilas.
Mendengar ini, mata gelap Ye Han menjadi semakin gelap. Ye Han mengeratkan pelukannya serta mencium Xia Xi dengan perasaan yang rumit.
"Besok, aku akan membawamu ke Kantor Urusan Sipil, dan menandatangani surat pernikahan kita."
Ye Han mengucapkan dengan senyum bahagia yang tertanam di bibirnya.
"Tidak sebelum aku bisa berdiri di sampingmu, karena aku tidak ingin menjadi wanita yang hanya bisa bersembunyi di belakangmu. Cepat atau lambat, aku akan segera sejajar denganmu dan kita akan bisa berdampingan selama sisa hidup kita. Bagaimana menurutmu??"
"Em.. tidak buruk."
Xia Xi sangat yakin bisa mendapatkan kembali apa yang pernah hilang dari hidupnya, dan itu di awali dengan mendapatkan Ye Han kembali setelah kelahirannya.
Ye Han tentu mengerti tentang arti setiap kata yang Xia Xi ucapkan. Maksudnya adalah Xia Xi akan membalas dendam kepada orang orang yang telah menghancurkannya dan akan mengambil apa yang seharusnya menjadi haknya.
"Dan aku juga akan memberikan mahar pernikahan terbaik untukmu."
Ye Han tersenyum simpul. Sesaat kemudian, Ye Han mengangkat tubuh Xia Xi dan membaringkan Xia Xi diatas ranjang serta menyelimutinya.
"Aku akan berganti pakaian dan akan pergi ke ruang kerjaku sebentar. Sepertinya ada hal penting yang ingin Li Zhen diskusikan. Kamu beristirahatlah."
Xia Xi mengangguk dan Ye Han pun segera berganti pakaian dan menghilang dengan cepat.
Mungkin sesuatu yang penting memang telah terjadi pada Ye Empire. Jika tidak, tidak mungkin Ye Han akan menemui Li Zhen di malam hari seperti saat ini.
Namun, setelah menunggu cukup lama, Xia Xi masih tidak bisa memejamkan mata walau hanya sekali. Terlalu banyak hal yang Xia Xi pikirkan, bahkan sangat banyak.
Juga tentang kejadian di Houston bertahun tahun yang lalu kembali memenuhi otaknya. Serta menjadi tanda tanya besar.
Sepertinya Xia Xi memang harus kembali ke Houston dan memastikan semuanya dengan benar.
Bagaimana Xia Xi bisa kehilangan ingatan dan bagaimana Xia Xi kembali ke Beijing??
Xia Xi sangat ingin mengetahui jawabannya sesegera mungkin.
Xia Xi bangkit, mengenakan gaun tidur tipis, dan berjalan ke balkon. Xia Xi membuka pintu balkon dan berdiri di sana selama beberapa waktu.
➡ VISUAL XIA XI ⬅
Melihat sekeliling yang terlihat masih sama bahkan nyaris tidak ada yang berubah.
Rambut panjang Xia Xi berkibar di tiup angin malam, juga gaun tidur yang tersingkap serta memperlihatkan tubuh indah serta kulit putihnya.
Entah apa yang Xia Xi rasakan sekarang, bahkan terlalu rumit untuk di pikirkan. Mungkin Xia xi akan memulainya terlebih dahulu dari Lan Xue.
Tapi tidak sekarang. Xia Xi perlu waktu yang tepat yang memulai agar bisa mengakhirinya dengan mudah.
Lan Xue telah berani melakukan percobaan pembunuhan dengan cara yang menjijikan, dan tentu saja Xia Xi tidak akan membiarkan Lan Xue hidup dengan mudah.
Lan Xue harus di hancurkan sampai kandas secara perlahan lahan sampai dia mengetahui apa arti merangkak yang sebenarnya.