
"Tentu saja."
Tuan Gu menjawab dengan sangat yakin.
Xia Xi tersenyum.
"Bagaimanapun saya masih pemilik tiga puluh persen saham peninggalan ayah saya, plus saya juga mempunyai sepuluh persen atas nama saya sendiri. Jadi apa saya masih tidak memiliki kuasa untuk mengikuti rapat pemegang saham?"
Ucap Xia Xi dengan sangat santai.
Wei Ji yang ingin menjelaskan tentang siapa Xia Xi yang sebenarnya, mendapat kedipan mata dari Xia Xi untuk tidak mengatakan apapun sekarang.
Mendapat instruksi dari Xia Xi, Wei Ji segera mengangguk mengerti.
"Tapi, tetap saja kamu tidak perlu terlibat tentang semua ini. Ini bukanlah tempat bermain."
Tuan Gu tetap tidak mau mengakui kehadiran Xia Xi. Bagaimanapun di masa lalu Xia Xi memang hanya seorang gadis bodoh. Dan Tuan Gu masih meyakini itu hingga sekarang.
Xia Xi mengangguk.
"Baiklah, saya rasa Tuan Gu yang terhormat masih belum mengerti bahwa saat ini saya adalah pemegang saham terbanyak di Xia Soft. Apakah ada yang ingin anda katakan lagi?"
Xia Xi menyeringai.
Tuan Gu terdiam, dan tidak bisa menjawab apapun lagi.
"Baiklah, kita bisa memulai rapatnya jika tidak ada yang ingin mengatakan sesuatu lagi."
Kemudian Xia Xi mendudukan dirinya pada kursi kebesaran seorang presiden direktur.
"Baiklah, kita akan mulai dari,... dimana Lan Xue?"
Mendengar suara Xia Xi, sontak membuat semua orang menoleh kekanan dan kekiri untuk menemukan keberadaan Lan Xue, namun mereka tidak menemukan keberadaan Lan Xue diruangan ini.
Karena tidak ada yang membuka suara, Xia Xi memutuskan untuk menunggu Lan Xue terlebih dahulu.
Lima menit kemudian.
Pintu ruang rapat terbuka,
"Maaf, aku terlambat."
Terdengar suara wanita disertai dengan jejak sepatu yang semakin mendekat.
Terlihat Lan Xue berjalan didepan, dan asisten pribadinya mengikuti di belakangnya.
Xia Xi mengangkat sebelah alisnya. Dan kemudian bertepuk tangan.
"Hebat, sangat hebat."
Mendengar suara ini, Lan Xue melebarkan matanya. Dan segera menoleh kearah sumber suara.
"Bagaimana mungkin?"
Lan Xue menutup mulutnya, serta menjatuhkan ponsel yang di genggamnya kelantai yang menjadikannya hancur berserakan.
Bagaimana mungkin? Bukankah seharusnya Xia Xi sudah mati?
Lan Xue sangat terkejut sampai titik dimana Lan Xue ingin membunuh asistennya secara langsung karena kebodohan asistennya yang mengatakan jika Xia Xi tidak mempunyai harapan untuk sembuh. Namun nyatanya, semua hanya kabar angin dan Xia Xi berada disini sekarang.
Lan Xue mencoba untuk bersikap biasa kembali dan menjadi sangat ramah.
"Oh, Xiao Xi, bagaimana kamu bisa disini? Ku dengar, kamu mengalami koma?"
Lan Xue berjalan mendekat dan berusaha untuk memeluk Xia Xi.
Namun segera dihalangi oleh Wei Ji.
Lan Xue melotot penuh amarah saat Wei Ji menghalangi jalannya.
"Wei Ji, berani sekali kamu menghalangi jalanku? Aku hanya ingin memeluk putri yang telah lama tidak aku temui."
"Maaf nyonya, saya hanya menjalankan tugas untuk menjaga Nyonya muda saya."
Wei Ji menjawab dengan penuh penekanan.
"Nyonya? Apa maksudmu Wei Ji?"
Lan Xue terlihat mulai sedikit panik.
"Nyonya Xia Xi adalah nyonya muda saya."
Damn.
Semua orang menjatuhkan rahangnya, tidak terkecuali dengan Lan Xue.
Mereka bertanya tanya dan ruang rapat menjadi gempar seketika.
Nyonya Xu berkata dengan sebuah analisa,
"Wei Ji memanggil Xia Xi dengan panggilan Nyonya? Tidak mungkin jika Presiden misterius itu sebenarnya adalah,.."
"Ya, itu adalah saya."
Sebelum Nyonya Xu melanjutkan perkataannya, Xia Xi segera menyelanya.
Sekali lagi ruang rapat menjadi semakin gempar. Mereka semua menolak mengakui kebenaran ini.
"Tidak mungkin gadis kecil ini adalah presiden kita yang sebenarnya? Aku tidak mempercayai ini. Ini semua omong kosong."
Tuan Li membuka suara dengan nada ejekan.
"Apa apaan ini? Apakah ini sebuah sirkus? Ini sangat tidak lucu."
Tuan Qin menimpali.
"Ku pikir ini hanya sebuah lelucon, sangat tidak mungkin jika gadis kecil itu nampu untuk menangani krisis yang terjadi satu bulan yang lalu. Ini konyol."
Tuan Ming ikut memberi tanggapan.
Dan Lan Xue adalah orang pertama yang menolak kenyataan ini dan sama sekali tidak mempercayai fakta yang telah terpampang nyata di hadapannya.
Dan mendengar semua orang beranggapan jika Xia Xi hanyalah gadis bodoh yang tidak bisa melakukan apapun, membuat Lan Xue semakin berambisi untuk mendepak Xia Xi dari perusahaan secepatnya.
"Maaf Tuan Li, Tuan Qin, Tuan Ming, dan semua Tuan Tuan yang terhormat, ini hanya kesalahpahaman. Putriku masih terlalu muda, jadi Xiao Xi hanya sedikit bercanda. Iya kan Xiao Xi?"
Lan Xue mencoba mencairkan suasana dengan tersenyum canggung dan segera menoleh ke arah Xia Xi untuk meminta agar Xia Xi membenarkan ucapannya.