
Sore ini, Xia Xi menjalani CT Scane dan MRI Scan yang di pandu langsung oleh Lin Zizi.
Bagaimanapun jika Xia Xi ingin melangkah pergi dari Beijing Jishuitan Hospital tentu harus melewati Prosedur ketat yang pihak Rumah Sakit terapkan.
Xia xi juga sangat mengerti jika ini di lakukan demi kebaikannya juga. Dan Xia Xi juga enggan mendapatkan efek buruk untuk jangka panjang di kemudian hari jika tidak mendengarkan Dokter Neurologi.
Mengalami rasa sakit tentang Kematian untuk pertama kalinya, Xia Xi sungguh tidak ingin mengalaminya lagi, bahkan Xia Xi merasa sangat takut dengan segala sesuatu yang menyangkut tentang kematian itu sendiri.
Aroma serta rasa tentang kematian masih Xia Xi rasakan hingga sekarang. Seperti penyiksaan yang dilakukan oleh seorang iblis neraka untuk menghukum para pembangkang di akhirat, karena Xia Xi juga mengalami semua itu.
Xia xi akan hidup lebih lama dan lebih baik lagi mulai dari sekarang. Dan mungkin insiden ini terjadi sebagai peringatan agar Xia Xi lebih berhati hati lagi mulai sekarang.
"Apa yang tengah kamu pikirkan?? Hm?"
Suara serak Ye Han menyadarkan Xia xi dari lamunannya.
Xia Xi mengerjapkan mata dan tersenyum melihat ketampanan di sampingnya yang tengah mengemudikan mobil Audi ** RSnya di jalanan Beijing.
Di masa lalu, Xia Xi tidak pernah memiliki kesempatan untuk duduk di sebelah Ye Han untuk menyaksikannya mengemudi secara langsung.
Selain karena Xia Xi takut setengah mati dengan temprament Ye Han, Xia Xi bahkan hidup seperti orang bodoh yang bodoh.
Xia xi selalu berpikir jika Ye Han bisa membunuhnya kapan saja. Juga karena predikat yang disandang Ye Han sebagai pembunuh berdarah dingin mungkin bukan hanya sekedar rumor. Dan jika itu adalah kenyataan, maka sungguh celaka nasib Xia Xi.
"Tidak ada, aku hanya berpikir jika kamu terlalu tampan ketika mengemudi."
Ucap Xia Xi enteng, namun itu adalah kenyataannya, bahwa Ye Han akan selalu tampan dalam situasi dan kondisi apapun.
Xia Xi melepas sabuk pengaman dan bergelayut manja dalam pelukan Ye Han.
Bahkan sebelum Ye Han sempat membuka mulutnya untuk berbicara, Xia Xi segera menyelanya.
"Ada apa? Apa aku mengatakan hal yang salah? Emh... menurutku sama sekali tidak, setelah banyak tahun yang ku lewati, bahkan setelah di lahirkan kembali, aku merasa bahwa aku terlalu beruntung dapat menyaksikan pria tampan sepertimu setiap waktu."
Xia Xi mengeratkan pelukannya dari samping.
Ye Han sama sekali tidak keberatan dengan tingkah Xia Xi yang menurutnya sedikir berlebihan dan terasa aneh, mungkin otak Xia sungguh telah kemasukan air atau bahkan air telah memasuki otaknya?
Entahlah.
Semenjak terbangun dari koma, Xia Xi telah banyak berubah, Xia Xi bukan orang yang sama yang selalu menghindarnya, dan bukan orang yang selalu takut berada di dekatnya.
Bahkan sekarang Xia Xilah yang selalu menggandeng Ye Han tanpa melepaskan sedetikpun seakan Ye Han adalah ibunya.
Namun, apakah perubahan ini hanya sementara ataupun permanen, Ye Han masih tidak bisa untuk menjawabnya.
Entah Ye Han harus berterima kasih atas kecelakaan itu yang telah mengembalikan Xia Xi seperti semula atau harus berterima kasih kepada Lan Xue yang telah membantu Xia Xi menemukan ingatannya kembali berkat mengalami koma.
Ye Han juga tidak mengerti mengapa hal hal seperti itu memasuki alam bawah sadarnya. Mungkin semua karena Ye Han terlalu bahagia sekarang.
Ye Han hanya bisa tersenyum simpul membayangkan betapa konyolnya dia saat ini.
Jika ada orang lain yang mengetahui ini, mungkin mereka akan menangis karna terlalu banyak tertawa.
"Kamu tidak perlu khawatir, kamu akan menjadi orang pertama dan yang paling beruntung setiap waktu yang bisa duduk di kursi eksklusif yang hanya di kemudikan oleh tuan Ye."
Ye Han berkata dengan penuh kasih kepada wanita dipelukannya.