
Alex menggendong Nayla ke kamar mandi dan mengguyurnya dengan air shower, namun hal itu tak membuat Nayla sadar alhasil mereka berdua kini basah kuyup. Jarak mereka yang sangat dekat membuat Alex canggung dan refleks menjauh, namun Nayla malah mendekat perlahan dan mencium Alex. Mendapatkan ciuman dari Nayla membuat Alex kaget. Tak ingin terlarut dalam suasana ini Alex meminta Nayla untuk berhenti jika tidak ia akan menyesal namun Nayla hanya memperlihatkan wajah menggemaskan dengan menggigit bibir bagian bawahnya. Melihat hal itu membuat Alex tak tahan hingga akhirnya ia memegang tengkuk Nayla dan mendekatkannya hingga Alex mencium Nayla. Ciuman yang awalnya lembut perlahan2 menjadi ganas. Beberapa menit kemudian Nayla melepas ciuman Alex karena tak kuasa mengikuti kemampuan berciuman Alex. Mereka berdua menghirup nafas sejenak, selang beberapa detik Alex langsung mencium Nayla lagi dengan ganasnya. Ketika Alex larut dalam kegiatannya, Nayla tiba2 pingsan tak sadarkan diri. Alex langsung sadar dan menggendong Nayla ke kamar. Alex lalu memanggil dokter. Dokter menyebutkan bahwa Nayla meminun obat perangsang sehingga ia berbuat hal aneh, ini merupakan efek sampingnya. Nayla tak perlu obat karena pengaruh obat perangsang akan hilang setelah ia sadar.
Beberapa jam kemudian Nayla tersadar dan kebingungan karena seingatnya ia ada di cafe hotel bersama Sofia. Tiba2 ia mendengar suara langkah kaki menuju ke kamarnya, Nayla sudah bersiap2 memegang lampu kamar ditangannya dan hendak memukul orang yang datang. Namun ternyata orang yang datang adalah Alex, kakaknya sendiri. Alex shock karena ia hampir dipukul oleh Nayla.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Alex
"Huuuuffft... ternyata kakak, Nayla pikir ada yang menculik Nayla... hehe..." ujar Nayla sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Kamu sudah baikan? Huh?" tanya Alex
"Baikan? emng Nayla kenapa?" tanya Nayla
"Kok malah nanya balik ke kakak. Kamu ngga inget apa yang terjadi?" ujar Alex
"Emng apa yang terjadi kak?" tanya Nayla
"Tadi kau pingsan, sudahlah jangan diingat2 lagi lebih baik kau istirahat dlu disini nanti kakak antar pulang kalau sudah beres rapat". ujar Alex
"Iya kak" jawab Nayla
Alex memilih tidak mengingatkan Nayla pada kejadian hari ini karena ia takut Nayla akan shock terlebih ia hampir diperkosa oleh pria yang tak dikenalnya. Selain itu, Alex tak ingin hubungan mereka jadi canggung karena insiden ciuman di kamar mandi. Namun, Alex tetap akan menemukan dalang dibalik kejadian ini. Ia tak ingin hal yang sama terulang lagi pada Nayla, karena sudah beberapa kali Nayla berada dalam keadaan yang sulit. Alex menduga sepertinya ada orang yang ingin melukai Nayla. Alex menghubungi satpam dan meminta video cctv di lantai 2.
Aula hotel
Alex selesai rapat, ternyata ia rapat dengan Reski. Mereka berdua akan bekerja sama dalam mengembangkan suatu produk. Reski ingin mengajak Alex untuk makan malam bersama, namun Alex menolak karena ia ada urusan sehingga ia menyarankan makan malam lain waktu dan Reski menyetujuinya.
Selesai mengobrol dengan Reski, Alex lalu pergi ke kamar hotel Nayla. Ia memapah Nayla menuju ke mobil untuk pulang. Selama diperjalanan mereka mengobrol dengan asik dan terkadang saling meledek satu sama lain.
Dua hari kemudian,
Alex dan Reski pergi makan di cafe dekat kantornya. Mereka mengobrol santai sambil mengenang masa kecilnya. Namun, obrolan tersebut akhirnya berujung pada niat Reski yang ingin mendekati Nayla dan ia meminta persetujuan Alex.
"Lex gmn kabar adik loe? gue sempet ketemu sama dia saat acara makan malam keluarga. Gue ngga nyangka adik loe yang udh loe cari bertahun2 akhirnya ketemu juga" ujar Reski
"eheemmmm... Nayla baik2 aja kok" jawab Alex dengan nada yang sedikit ragu karena ia berbohong mengenai status Nayla.
"Lex gue suka sama adik loe, boleh ngga kalau gue deketin dia?" tanya Reski
Alex kaget mendengar pengakuan temannya itu, entah kenapa perasaan tak mengenakan itu muncul tatkala ia mendengar Reski menyukai Nayla.
"Gmn lex?" tanya Reski
"Gue sih terserah Nayla aja, siapapun yang dia sukain gue akan setuju2 aja selama orangnya baik" ujar Alex dengan tatapan mata yang sedikit berair.
Alex dan Sofia bertemu di pinggir jembatan yang didepannya terhampar sungai yang sangat indah. Alex sengaja memilih tempat yang sunyi. Sofia datang dan menyapa Alex dengan senyum yang merekah.
"Hallo Alex apa kabar?" tanya Sofia
"Gue ngga mau basa-basi sama loe, intinya gue mau peringatin loe untuk menjauh dari Nayla. Jangan sampai gue liat loe menganggu Nayla lagi. Kalau loe sampai menganggu Nayla, gue pastiin loe bakal masuk penjara" jelas Alex
"Apa maksudmu Alex?" Tanya Sofia pura2 tak mengerti
"Apa harus gue jelasin perbuatan apa aja yang telah loe lakuin ke Nayla. Oke gue jelasin satu persatu. Pertama, loe yang udh dorong Nayla ke kolam. Kedua, loe yang ngunciin Nayla di toilet cafe dan ketiga, loe kasih obat perangsang ke Nayla dan meminta seseorang untuk memperkosanya" jelas Alex dengan emosi yang memuncak.
"Bukan gue kok lex" sanggah Sofia
"Loe ngga bisa berkelit karena gue udh punya buktinya. gue punya video cctv dan kesaksian karyawan dan pria itu. Kali ini gue akan lepasin loe tapi kalau loe macam2 jangan harap gue kasihan sama loe, mengerti?" jelas Alex sambil berlalu meninggalkan Sofia. Sofia lemas sambil terduduk di tanah, ia menangis mendengar laki2 yang dicintainya membela wanita lain sedangkan Alex masuk ke mobil dan berniat untuk pulang.
Keesokan Harinya
Alex dan Nayla berangkat bersama ke kantor. Di meja Nayla ada sebuah buket bunga beserta sepucuk surat. Di sana tertulis nama Reski. Melihat Nayla mendapat bunga membuat Alex kepo dan mengintip siapa yang mengirimkannya. Melihat nama Reski membuat Alex cemburu dan lekas memasuki ruangannya. Jam pulang pun tiba, Alex menunggu Nayla di depan kantor. Namun, tiba2 Nayla mengirim pesan bahwa ia akan pulang bersama Reski dan meminta izin untuk makan malam dahulu. Awalnya Alex tidak memberikan izin, namun Nayla membujuk kakaknya dan berkata bahwa mereka tidak akan lama. Alex pun terpaksa menyetujuinya.
Rumah Alex
Jam menunjukkan pukul 10 malam dan Nayla belum pulang, Alex sudah berulang kali menelpon Nayla tapi hpnya mati. Akhirnya Alex mengirim pesan kepada Reski. Reski membalasnya dan berkata mereka sedang dalam perjalanan pulang. Nayla pulang ke rumah pukul 22.30 WIB, dengan Alex yang sudah menunggunya di ruang tamu.
"Tak akan lama? kau tau ini sudah jam berapa?" tanya Alex
"Maafin Nayla kak, tadi kita keasikan ngobrol jadi lupa waktu" ujar Nayla
"Masuk kamar dan istirahat, bsok kamu harus kerja" ujar Alex
"Iya kak" jawab Nayla
Alex merasa perasaannya tidak tenang, daritadi ia hanya ingin marah2. Entah apa yang membuatnya seperti ini.
Keesokan harinya
Hari ini Nayla berangkat bersama Reski, hal ini tentunya membuat Alex sangat cemburu. Alex pun berangkat ke kantor sendirian dengan mood yang buruk. Selama di kantor Alex sudah banyak memarahi karyawan. Tak seperti biasanya Alex pemarah. Karyawannya pun sangat kebingungan dengan sikap yang ditunjukkan Alex hari ini. Pulang dari kantor, Alex mampir ke club Sandi. Melihat raut wajahnya Sandi bisa menebak kalau Alex sedang bad mood. Lalu Sandi memberikan minuman agar hari ini Alex bisa melupakan masalahnya. Awalnya Alex menolak karena sudah lama ia tak minum, tapi Sandi memaksa dan akan bertanggungjawab kalau Alex sampai mabuk. Alex yang sedang galau pun setuju dan minum bersama Sandi. Alex sudah mabuk dan meracau tentang Nayla. Alex bahkan mengatakan bahwa Nayla bukan adik kandungnya, Nayla adalah seorang gadis yang tak sengaja ia tabrak dan mengalami amnesia. Untuk bisa menebus kesalahan ia akan merawat Nayla sampai ingatannya kembali. Sandi mendengar ocehan Alex dan merekamnya. Ini akan menjadi alat untuk bisa memisahkan Alex dan Nayla, sehingga tak ada yang bisa menghalangi hubungan Sofia dan Alex.
Bersambung...
Apa yang akan terjadi oada hubungan Alex dan Nayla?? Baca terus kisahnya disini dan jangan lupa like ya, biar author lebih semangat 😉😊