Will You Marry Me??

Will You Marry Me??
Bab 29 Setuju



Di ruang makan, terlihat Alex dan Nayla sedang menyantap sarapan sambil membicarakan tawaran Alex sebelumnya. Saat itu Nayla tampak berpikir keras dan akhirnya jawaban yang ditunggu2 Alex pun keluar


"Baiklah, aku setuju" jawab gadis itu


"Kapan kau berencana pindah?" tanya Alex


"Sepertinya besok saat libur kerja" jawab Nayla


"Baguslah, lebih cepat lebih baik" ucap Alex


Mereka melanjutkan sarapannya kemudian berangkat kerja bersama seperti biasa dengan Nayla yang menyetir karena tangan Alex masih sakit


----------


Di Kantor


Mereka telah sampai di kantor, seperti biasa gadis itu tak ingin karyawan lain tahu bahwa mereka berangkat bersama sehingga ia menyarankan bosnya untuk pergi dahulu. Ia akan menunggu selama 5 menit kemudian masuk ke dalam.


Alex pun pergi mendahului Nayla. Dalam perjalanan menuju ruangannya ia tak henti tersenyum. Kelakuannya itu tak luput dari perhatian karyawannya


"Sepertinya CEO kita sedang bahagia hari ini" ujar salahsatu karyawan perempuan


"Apa maksudmu?" tanya karyawan lainnya


"Lihatlah senyum mautnya itu, bukankah dia jarang tersenyum tapi sekarang senyumnya itu terus terukir di wajahnya. Oh iya bahkan aku melihatnya menyapa karyawan juga loh" jelas karyawan perempuan


"Kalau diliat2 kamu ada benarnya juga, kenapa CEO kita berubah drastis ya?" tanya karyawan lain dengan penasaran


Perubahan CEO nya ini menjadi perbincangan hangat di antara para pegawai bahkan beberapa dari mereka menebak bahwa CEO nya sedang jatuh cinta


Alex sampai di ruangannya dan kini tengah duduk di kursi kerjanya


Tok... tok... tok...


Terdengar suara ketukan pintu


"Masuk" ucap Alex


Sekretarisnya masuk


"Pak hari ini ada pertemuan dengan kolega anda" ucap Sekretarisnya


"Ya saya sudah tau, sebelumnya Pak Farhan mengirmkan chat pada saya bahwa ia ingin membicarakan tentang perpanjangan kerjasama. Sepertinya bukan dia yang akan datang hari ini, tapi anaknya. Aku dengar anaknya sudah mulai belajar menjalankan perusahaan seperti ayahnya. Aku berharap dia seperti ayahnya dan tidak mengecewakanku... kau sudah tanyakan padanya dimana tempatnya?" ucap Alex


"Sudah, katanya kalau tidak keberatan dia ingin bertemu di ruangan anda" ucap Sekretaris


"Itu bukan ide yang buruk. Katakan padanya aku akan menunggunya" ucap Alex sambil sibuk membaca laporan keuangan


"Baik Pak, saya permisi dulu" ucap Sekretaris kemudian keluar ruangan


Alex meraih gagang telpon dan menekan tombol


"Tugaskan satu perwakilan dari setiap divisi untuk ikut dalam proyek kerjasama dengan perusahaan William" ucap Alex


------------


Ruang Divisi Keuangan


Terlihat di ruangan Bu Kepala sedang mengobrol dengan Nayla


"Aku suka semangat dan kerja kerasmu! Oh iya Laporanmu sudah benar dan diterima oleh CEO. Untuk lebih mengembangkan kemampuanmu, aku akan mengirim kamu dalam proyek kerjasama dengan perusahaan William. Ini kesempatan untuk bisa belajar dan memperlihatkan kemampuanmu pada semua orang, siapa tahu kau akan mendapatkan promosi. Jadi jangan sia2kan kesempatan ini" jelas Bu Kepala


"Apakah tidak apa2, Nayla kan pegawai baru yang masih magang?" tanya Nayla dengan sedikit khawatir


"Perusahaan membutuhkan orang yang mempunyai kemampuan, aku sudah lama menjadi kepala divisi keuangan jadi aku tahu mana yang mempunyai kemampuan dan tidak. Aku percaya padamu, jadi jangan kecewakan kepercayaanku. Kita harus mengubah citra divisi keuangan menjadi lebih baik" jelas Bu Kepala


"Baik Bu" ucap Nayla kemudian


------------


Di tempat lain, terlihat para karyawan sedang heboh melihat kedatangan seorang pria tampan. Tak ada yang tahu dia siapa, namun yang jelas dia bukan karyawan diperusahaan ini karena mereka belum pernah melihatnya. Terlihat pria itu memakai setelan jas kantor sehingga para karyawan menduga bahwa dia bukan karyawan biasa. Kaum hawa di perusahaan seketika merasa terhipnotis dengan pria ini, bukan hanya ganteng tapi dia juga ramah terbukti dengan senyumnya yang selalu terpasang di wajahnya selain itu ia juga tak segan menyapa karyawan lainnya atau sekedar tersenyum


Sedangkan di tempat lain terlihat Alex yang sedang membaca beberapa berkas perpanjangan kerjasamanya dengan perusahaan Davidson. Kemudian terdengar ketukan pintu di ruangannya dan masuklah sekretarisnya


"Perwakilan dari perusahaan Davidson sudah datang" ucap Sekretaris


"Biarkan dia masuk ke ruanganku" ucap Alex kemudian


Sekretaris keluar dan beberapa menit kemudian datanglah pria yang sebelumnya sempat menghebohkan karyawan di perusahaannya. Ternyata dia adalah anak dari CEO perusahaan William yang akan menjadi penerus perusahaan itu


Pria itu masuk ke ruangan dan Alex menyambutnya dengan berjabat tangan


"Selamat datang di perusahaan Davidson" ucap Alex sambil mengulurkan tangannya pada pria di hadapannya


"Terima kasih, senang rasanya bisa datang kesini" jawab Pria itu sambil menerima jabatan tangan Alex


"Silahkan duduk" ucap Alex mempersilahkan tamunya duduk di sofa, mereka kemudian duduk di sofa ruangan Alex


Alex merasa familiar dengan wajah pria dihadapannya. Ia merasa pernah melihatnya tapi entah dimana, tak ingin pikirannya terus menganggu akhirnya ia sejenak melupakannya


"Perkenalkan saya Alexander Davidson, CEO perusahaan Davidson" ucap Alex


"Senang bisa mengenal anda, saya Raditya Dhika anak dari CEO Farhan Dhika" ucap Radit kemudian


"Bagaimana saya harus memanggil anda?" tanya Alex


"Anda bisa memanggil saya Radit" jawab Pria itu


"Baiklah Pak Radit, sebelumnya perusahaan Davidson sering menjalin kerjasama dengan perusahaan William. Biasanya saya sering membahasnya bersama ayah anda, namun sepertinya dia sudah mulai memberikan kepercayaan pada anaknya. Aku harap kita bisa menjalin kerjasama yang baik" jelas Alex


"Aku harap juga begitu, semoga kerjasama ini bisa berjalan dengan baik dan lancar" ucap Radit


Mereka pun membahas beberapa proyek kerja baru yang akan dilakukan.


Empat jam kemudian...


Mereka terlihat asik mengobrol. Selain mengobrol tentang proyek kerjasama yang akan dilakukan, mereka juga membahas beberapa topik diluar pekerjaan. Sepertinya mereka cocok menjadi teman, walaupun umur Radit lebih muda daripada Alex


"Sepertinya saya harus banyak belajar dari anda, Pak Alex" ucap Radit memuji


"Kau pandai menyanjung orang, ternyata bekerja sama dengan anak muda sangat menyenangkan... Bagaimana kalau kapan2 kita bertemu untuk sekedar ngobrol" ucap Alex


"Baiklah aku setuju" ucap Radit kemudian, "Maafkan saya tapi sepertinya saya harus pamit, kita mengobrol sampai tak tahu waktu"


"Baiklah, untuk jadwal rapat selanjutnya akan aku kabarkan nanti" ucap Alex


"Baik, saya pamit" ucap Radit sambil mengulurkan tangan dan diterima oleh tangan Alex


Radit pun keluar ruangan Alex, sambil berjalan ia melihat2 beberapa ruangan yang ada di perusahaan dan itu membuatnya cukup kagum dengan perusahaan Davidson.


-----------


Setelah Radit pergi, Alex mengadakan rapat dengan perwakilan setiap divisi yang terpilih. Terlihat semua perwakilan sudah berada di ruang rapat menunggu CEO nya datang. Beberapa menit kemudian Alex datang berjalan masuk ke ruangan dan duduk di hadapan karyawan lainnya.


Sekilas ia melihat Nayla ada disana, senyumnya mengembang melihat gadis itu ikut berpartisipasi dalam kerjasama ini.


Beberapa jam kemudian rapat selesai... Alex keluar diikuti oleh karyawan lainnya begitu pun dengan Nayla. Gadis itu kini tengah berjalan di belakang sambil membawa beberapa berkas, namun tiba2 tangannya ditarik oleh seseorang hingga masuk ke dalam suatu ruangan.


"Siapa kau?" teriak Nayla dengan kaget karena orang itu menarik tangannya begitu saja


Bersambung...


------------