
Alex kaget melihat ayah dan ibu ada dirumahnya. Lain halnya dengan Nayla, ia sangat senang sekali bisa melihat orang tuanya. Nayla pun memeluk ayah dan ibu dengan air mata yang meleleh di pipinya. Mendapatkan pelukan mendadak dari seseorang yang tidak dikenalnya membuat ayah dan ibu Alex kebingungan. Batin mereka mempertanyakan siapa wanita ini? kenapa wanita ini menyebutnya ayah dan ibu?
Alex pun meminta Nayla untuk mengganti baju dahulu, ia akan menjelaskan semuanya kepada ayah dan ibu.
"Siapa wanita itu nak? kenapa ia menyebut kami ayah dan ibu?" tanya ibu
Alex pun menjelaskan situasi yang sedang ia hadapi saat ini. Mendengar hal itu kedua orang tua Alex menyetujui tindakan Alex dan berjanji akan membantunya. Mereka akan menganggap Nayla sebagai anak mereka, walaupun sebenarnya anak perempuan atau adik Alex belum ditemukan.
Keluarga Alex sangat dekat dengan Nayla, mereka bahkan sudah menganggap Nayla sebagai anak perempuannya. Bahkan ibu Alex sering menghabiskan waktu berdua dengan Nayla. Melihat keakraban mereka seperti melihat ibu dan anak. Mereka sering masak, shoping, dan nonton bersama. Nayla bisa bermanja-manja dengan ayah dan ibunya. Selain dekat dengan ayah dan ibu, Nayla juga sangat dekat dengan Raga.
di kediaman Alex
Di dapur terlihat Nayla dan ibu yang sedang sibuk memasak. Begitupun dengan ayah yang terlihat sedang menelpon seseorang. Hari ini mereka terlihat sibuk karena akan menyambut teman lama ayah.
Bel pun berbunyi dan ayah membuka pintu, masuklah teman ayah dan keluarganya. Terlihat seorang pria yang seumuran dengan ayah beserta istrinya dan seorang pria tampan yang terlihat seperti anaknya. Mereka pun duduk di ruang tamu dan berbincang-bincang. Datanglah Nayla membawakan minum, kemudian ayah memperkenalkan Nayla kepada keluarga temannya. Mereka berbincang tentang masa lalunya sedangkan Nayla mengobrol dengan anaknya yaitu Reski. Reski adalah anak satu-satunya keluarga Darma, ia bekerja sebagai manager di perusahaan ayahnya.
waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, Keluarga Darma pun pamit pulang. Mereka senang sekali bisa reuni dengan sahabat lamanya, begitu pun dengan Reski. Terlihat dari raut wajahnya bahwa ia senang bisa berkenalan dengan Nayla, bahkan Reski sempat meminta no. handphone Nayla. Keluarga Darma pun pulang. Tak berapa lama, datanglah Alex.
"Nak kamu darimana saja? kok pulangnya telat? lihat pak Darma sudah pulang." ujar ibu
"Maaf bu, td Alex ada urusan mendadak". ujar Alex
"Bagaimana kabar keluarga pak Darma?" tanya Alex
"Mereka baik-baik saja, bahkan Reski sekarang sudah tumbuh menjadi pria tampan". Ujar Ayah
"Reski? sayang sekali Alex ngga bisa liat bocah itu... dlu aja dia suka ngintil2 Alex, ngga percaya dia udah dewasa." ujar Alex
"Mainlah kapan2 ke rumah pak Darma, mereka sekarang menetap di Indonesia, bahkan Reski sekarang bekerja di perusahaan ayahnya di Jakarta, kalian pasti akan sering bertemu". ujar ayah
"Iya nanti Alex hubungi Reski. Mana Raga dan Nayla??" tanya Alex
"Sepertinya mereka sudah tidur, Nayla dan Raga terlihat sangat lelah karena hari ini dia membantu ibu belanja di pasar dan memasak". jawab ibu
"Oh iya, Alex ganti baju dulu". ucap Alex
Kediaman Alex terlihat sepi, malam ini mereka tidur dengan terlelap setelah melakukan banyak aktivitas yang sangat melelahkan.
Keesokan harinya, ayah dan ibu pamit pulang ke Malaysia. Mereka memang menetap di sana karena harus mengurus bisnis di Malaysia. Melihat ayah dan ibunya harus pergi, Nayla terlihat sedih dan sesekali mengeluarkan air mata.
Keesokan paginya di rumah Alex
Rumah terasa sepi sejak kepulangan ayah dan ibu, hal itulah yang kini dirasakan oleh Nayla. Pagi sekali Nayla sudah terbangun dan menyiapkan sarapan. Melihat hal itu Alex merasa kasihan kepada Nayla, ia juga merasa bersalah karena sudah membohongi Nayla selama ini. Alex, Nayla dan Raga pun sarapan seperti biasa.
"Wajahmu kenapa ditekuk kayak gt huh?" tanya Alex pada Nayla
"Baru aja sehari ayah sama ibu pergi, Nayla udh kangen. Rumah jadi sepi". jawab Nayla
"Kebetulan sekertaris kakak lagi cuti, datanglah ke kantor gantiin sekertaris kakak. Lebih baik kerja daripada ngabisin waktu di rumah sendiri" Ujar Alex
"Beneran kak?" tanya Nayla
"Iya bneran, cpet ganti baju sebelum kakak kembali waras" ujar Alex
"Ashiiap boss", ujar Nayla semangat sambil berlari ke kamarnya untuk berganti pakaian sedangkan Alex dan Raga melanjutkan sarapannya.
"knp gue malah nawarin orang amnesia jadi sekertaris? haduh kayaknya gue dah ngga waras". gerutu Alex
"Pah? kenapa?" tanya Raga
"Ngga sayang, ayo habisin sarapannya" ujar Alex.
Selama diperjalanan, Alex memberitahu Nayla bahwa di kantor ia harus menyembunyikan identitasnya. Jangan sampai orang kantor tahu bahwa ia adiknya. Karena karyawan hanya tahu bahwa Alex anak satu"nya, kakak akan memberitahu mereka jika waktunya tepat. Alex melakukan ini agar karyawan tidak bergosip yang tidak2. Ia tidak ingin Nayla jadi bahan pembicaraan karyawannya karena jadi sekertaris melalui koneksi kakaknya.
Di kantor Alex
Cyntia memberitahu Nayla mengenai tugas yang harus dilakukannya selama Cyntia cuti. Nayla juga diajak berkeliling kantor dan berkenalan dengan beberapa pegawai lain. Nayla terlihat antusias dihari pertamanya bekerja, ia bekerja dengan baik di kantor.
Sedangkan di ruangan kerjanya, Alex sedang menelpon Reski meminta agar perusahaan mereka bisa bekerja sama. Reski menyambut ajakan Alex dengan senang hati dan meminta proposal pengajuannya.
"Bos anda memanggil saya?" tanya Nayla dengan nada yang masih kaku karena harus memanggil kakaknha dengan sebutan boss. Mendengar Nayla berbicara seperti itu membuat Alex tersenyum.
"Bos anda menertawakan saya?" omel Nayla
"Kalau ngga ada urusan saya pergi lagi, huh?" Ujar Nayla
"Hei... berani sekali kamu berbicara tidak sopan kepada bos mu." ujar Alex dengan menahan tawa.
"Heeem... terus kenapa anda memanggil saya?" tanya Nayla
"Bantu aku membuat proposal kerjasama". titah Alex
"Ashiiiap boss..."
Nayla dan Alex membuat proposal bersama sambil sesekali tertawa karena Nayla yang melupakan beberapa hal karena amnesia nya. "Sudah bereeeess, yeaaah akhirnya" teriak Nayla. Melihat itu Alex hanya bisa tersenyum. Alex lalu mengajak Nayla makan malam karena sepertinya Nayla sudah sangat lapar. Mereka pun mendatangi restoran.
Di restoran
Nayla makan dengan lahap sekali, sehingga ia tak sadar bahwa ada nasi yang tertinggal di sudut bibirnya. Alex dengan refleks menyeka dengan tangannya.
"Jangan malu-maluin kakak, kamu kyak orang yang ngga makan setahun aja" ujar Alex
" Dengan wajah imut ini kakak ngga akan malu" ujar Nayla dengan membuat ekspresi yang lucu
"Imut darimana nya, dasar bocah... cepet habiskan makanannya" ujar Alex dengan menahan tawa.
"Kak? Nayla digajih ngga?" tanya Nayla
"Nggaaa" jawab kakaknya
"Yaaah kok gt sih? mentang2 yang kerja adik sendiri. Sekarang udh ngga ada kerja rodi". ujar Nayla dengan cemberut.
"Ya udh nanti kalau udh sebulan kakak kasih kmu gajih... gajih ayam hahaha" ujar Alex sambil tertawa.
"ngga lucu" ujar Nayla
"iya udh kakak kasih gajih, harusnya kamu dapet setengah gajihnya karena kakak sering bantuin kamu".
Obrolan yang penuh dengan tawar-menawar ini pun berakhir dengan tawa.
Sofia ternyata berada di restoran yang sama, melihat Alex dan Nayla membuat Sofia cemburu. Sofia mendekati meja Alex dan menyapa mereka dengan ramah. Nayla pun mengajak Sofia untuk makan bersama mereka. Selama makan, Alex melakukan hal" yang membuat Sofia cemburu, seperti menyuapi Nayla, menyeka remahan dipinggir mulut Nayla dan memegang tangan Nayla. Melihat pemandangan didepannya membuat Sofia muak. Setelah makan, Nayla ke toilet dahulu. Kesempatan ini tak disia2 kan oleh Sofia, ia pamit pulang duluan padahal ia inging melabrak Nayla.
Di toilet
Sofia melabrak Nayla dan menyuruhnya untuk menjauhi Alex. Sehingga adu mulut pun terjadi.
"Jauhin Alex kalau loe masih mau hidup!" ancam Sofia
"Siapa loe berani" nya ngatur hidup orang" jawab Nayla
"Loe bukan tuhan, gue ngga takut sama cwek kyak loe... pengecut, bukannya minta maaf atas kejadian tempo lalu" ujar Nayla mengingatkan Sofia saat dia mendorong Nayla sampai jatuh ke kolam berenang.
"Liat aja hidup loe ngga akan tenang". Ancam Sofia
"Okay kita hidup siapa yang ngga akan tenang, loe atau gue" balas Nayla
"Sialan loe" ujar Sofia sambil mendorong Nayla masuk ke bilik kamar mandi dan menguncinya dari luar. Nayla menggedor2 pintu dan berteriak, namun tak ada siapa2 disana selain Sofia yang beranjak keluar dari toilet. Sofia pun menyimpan tanda "toilet sedang diperbaiki" sehingga tidak ada orang yang akan masuk kesana.
Sudah setengah jam Alex menunggu, tapi Nayla belum juga keluar. Alex akhirnya menyusul Nayla ke toilet dan bertanya kepada petugas kebersihan disana, namun tak ada satupun yang melihat Nayla. Alex sangat khawatir karena sampai sekarang Nayla belum kembali.
Bersambung...
Tunggu cerita selanjutnya di part 8...
sampai ketemu lagi 😉😊